Pentingnya Doa Anak Sholeh untuk Orangtua yang Sudah Meninggal

Rodi Ediyansyah

Lampung dot co – Iqro | Anak yang Sholeh merupakan salah satu aset terbesar yang dimiliki oleh orangtua semasa hidup hingga berpulang ke rahmatullah. Memiliki anak Sholeh merupakan keberuntungan besar bagi umat manusia. Bahkan doa anak sholeh menjadi sebuah amalan yang pahalanya terus mengalir untuk ibu bapaknya hingga meninggal dunia. Keutamaan doa anak yang sholeh ini diriwayatkan dalam sebuah hadits yang sangat masyhur.

Apabila manusia telah wafat, maka amalnya terputus, kecuali sebab tiga hal: sodaqoh jariyah, ilmu bermanfaat, dan anak shalih yang mendoakan orangtuanya.” (HR. Ahmad, Muslim, Abu Daud, dan lainnya).

Demikian ada sebagian orang yang mempertanyakan perihal amalan seseorang yang terputus setelah meninggal dunia. Apakah doa anak sholeh benar-benar bisa mengalirkan pahala pada orangtuanya di alam kubur? Berulang-ulang pertanyaan itu, hingga tak sedikit pula yang membuat hipotesa yang rumit dan justru sulit untuk dijabarkan.

Memang amalan seseorang yang telah meninggal itu akan terputus. Dengan kata lain, ketika ia sudah berada di alam kubur, ia tidak bisa berbuat kebaikan lagi. Semua pintu untuk mengerjakan amalan ini dan itu sudah tertutup rapat-rapat. Nah, kalau begitu, berarti benar kalau doa anak sholeh itu tidak akan sampai padanya dong? Tunggu dulu. Kalau ada pendapat ini sebaiknya tidak boleh diikuti.

Amalan seseorang yang telah meninggal dunia akan terputus memang benar. Namun, pahala dari amalan orang lain untuknya masih terbuka lebar. Tentu saja segala sesuatunya mesti mengacu pada Al-qur’an dan As-sunnah. Selain daripada itu akan tertolak. Jika menilik kembali hadits di atas, ada tiga amalan yang pahalanya terus mengalir, yakni, amalan jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan juga doa anak sholeh.

Adapun keutamaan memiliki anak sholeh terhadap kehidupan ukhrawi seseorang yang telah meninggal dunia ini juga diriwayatkan dalam sebuah hadits lain. Hadits ini menyangkut penyamarataan derajat anak sholeh dengan orangtuanya. Selengkapnya, bisa Anda simak berikut.

Dari Abu Hurairah, Rasulullah Saw bersabda: “Sesungguhnya manusia akan ditinggikan derajatnya di surga. Kemudian dia akan bertanya: ‘Bagaimana aku bisa menggapai semua ini?’ Dikatakan padanya: ‘Apa yang engkau peroleh adalah sebab permohonan ampunan pada Allah Swt dari anakmu kepadamu’.” (HR. Ibnu Majjah).

Hadits yang luar biasa dan sangat memotivasi kita agar terus berupaya membina anak-anak agar tumbuh menjadi pribadi yang sholeh dan bermanfaat. Hadits tersebut menggambarkan kehidupan seorang setelah meninggal dunia dan ditempatkan dalam surga, meskipun amalannya ketika di dunia belum cukup untuk menggapai semua itu. Namun, berkat doa dari anaknya yang sholeh, ia mendapatkan derajat yang sama dengan anaknya.

Tentunya ini kabar hebat yang selalu ditunggu-tunggu oleh setiap insan dalam berumah tangga. Sampai-sampai Imam besar Al-Munawi berkata: “Andaikan tiada keutamaan pernikaham selain hadits ini saja, maka cukuplah menunjukkan betapa besar keutamaannya (pernikahan dan memiliki anak).”

Maka dari itu, ketika Anda memiliki seorang anak, betapa pun ia memiliki tingkah yang kadang bisa membuat Anda naik darah, sikap-sikap santun dalam mendidiknya patut dijalankan secara kontinyu. Anak-anak yang masih kecil, belum layak mendapat perlakuan kasar maupun perkataan kasar dari siapa pun, terutama orangtua.

Mereka ibarat benih tumbuhan yang baru muncul ke permukaan tanah. Akan seperti apa daunnya kelak, akan seperti apa batangnya kelak, dan akan semanis apa buahnya, semua tergantung dari proses yang mengiringi pertumbuhannya. Pembinaan yang baik dengan pendekatan cinta dan kasih sayang lebih bisa bertahan lama daripada membina mereka dengan menanam benih ketakutan agar mereka mengikuti perintah Anda.

Dengan kasih sayang, mereka akan dekat pada Anda. Mereka akan menganggap Anda sebagai sahabat yang lebih diprioritaskan untuk media curhat daripada orang lain manapun. Bukankah ini hal yang didambakan oleh banyak orangtua di bumi ini? Pendidikan sejak dini, akan membentuk karakter anak ke depannya mau bagaimana dan jadi apa. Dan tentu saja akan memudahkan Anda dalam mencetak generasi yang sholeh dan bermanfaat untuk sesama.

“Ya Allah, berikanlah aku ilham agar bisa (senantiasa) mensyukuri nikmat-Mu yang Kau anugerahkan untukku juga ibu-bapakku untuk tetap mengerjakan amal shalih yang Engkau ridhoi. Masukkanlah aku dengan rahmat-Mu dalam golongan hamba-Mu yang shalih.” (QS. An-Naml: 19).

Wallahu a’lam bish-shawab

Rodi Ediyansyah

Rodi Ediyansyah merupakan salah satu editor media online Lampung.co yang bertugas mencari, menyunting dan menerbitkan naskah berita atau artikel dari penulis. Kontak rhodoy@lampung.co

Tags

Related Post

Ads - Before Footer