Tata Cara dan Doa Mandi Wajib untuk Pria dan Wanita Setelah Haid

Rodi Ediyansyah

Lampung dot co – Iqro | Sebelum membahas tata cara dan doa mandi wajib untuk pria dan wanita setelah haid, perlu diketahui mandi wajib atau mandi junub adalah salah satu aspek penting dalam agama Islam. Mandi junub merupakan bentuk ritual bersuci yang dilakukan oleh seorang Muslim untuk membersihkan diri dari hadas besar atau hadas kecil.

Hadas besar mencakup hal-hal seperti hubungan intim, keluarnya mani, menstruasi, nifas, dan junub (setelah berhubungan suami istri atau mimpi basah). Sementara hadas kecil meliputi hal-hal seperti kencing, buang air besar, mengeluarkan gas, dan tidur panjang.

Mandi wajib harus dilakukan untuk menjaga kebersihan yang sempurna sebelum menjalankan ibadah tertentu, seperti shalat, membaca Al-Qur’an, atau melakukan tawaf di sekitar Ka’bah. Mandi junub juga dapat dilakukan sebagai bentuk penyucian diri setelah mengalami kondisi yang memerlukan mandi, seperti berhubungan intim atau setelah menstruasi.

Tata Cara dan Doa Mandi Wajib

Ada beberapa tata cara mandi wajib yang baik dan benar, di antaranya membaca niat atau doa mandi wajib, mencuci kedua tangan, membersihkan bagian tubuh yang dianggap kotor. Lalu mencuci kembali tangan, berwudhu, membasahi kepala, memisah-misah rambut dan membasahi seluruh tubuh. Berikut penjelasan tata cara mandi wajib selengkapnya:

1. Membaca Niat atau Doa Mandi Wajib

Terdapat beberapa bacaan doa mandi junub sesuai dengan tujuan melakukannya, di antaranya:

a. Niat atau Doa Secara Umum Bisa untuk Pria

Niat dan doa ini dapat dilakukan oleh pria dan wanita yang dapat menghilangkan hadas besar.

Berikut niat dan doa mandi wajib secara umum yang bisa digunakan oleh pria:

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ اْلاَكْبَرِ فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى

Nawaitul ghusla liraf ‘il hadatsil akbari fardhal lillaahi ta’aala

Artinya: Aku berniat mandi besar untuk menghilangkan hadas besar fardu kerena Allah ta’ala.

b. Niat atau Doa Mandi Wajib Setelah Haid

Haid atau menstruasi ini terjadi pada seorang wanita yang telah dewasa. Pada wanita dewasa, hal ini normal terjadi setiap bulannya hingga menopause. Selama haid, wanita dilarang melaksanakan sholat dan puasa. Melakukan mandi junub dapat dilakukan ketika masa haid telah berakhir agar kembali dapat beribadah.

Berikut niat atau doa mandi wajib setelah haid:

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ حَدَثِ الْحَيْضِ ِللهِ تَعَالَى

Nawaitul ghusla liraf’i hadatsil haidil lillahi Ta’aala.

Artinya: Aku niat mandi wajib untuk mensucikan hadas besar dari haid karena Allah Ta’ala.

c. Niat atau Doa Mandi Wajib Setelah Nifas

Nifas adalah keluarnya darah dari rahim wanita karena melahirkan atau setelah melahirkan. Darah nifas akan keluar kurang lebih selama 40 hari. Selama masa nifas, seorang wanita dilarang untuk sholat dan puasa.

Berikut niat atau doa mandi wajib setelah nifas:

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ حَدَثِ النِّفَاسِ ِللهِ تَعَالَى

Nawaitul ghusla liraf’i hadatsin nifaasi lillahi Ta’aala.

Artinya: Aku niat mandi wajib untuk mensucikan hadas besar dari nifas karena Allah Ta’ala.

2. Mencuci Kedua Tangan

Cuci tangan sampai 3 kali, hal ini bertujuan agar tangan bersih dari najis.

3. Membersihkan Bagian Tubuh yang Dianggap kotor

Bagian tubuh yang dianggap kotor adalah bagian di sekitar kemaluan.

4. Mencuci Kembali Tangan

Setelah membersihkan bagian yang kotor. Hal ini dapat dilakukan dengan membersihkan tangan dengan menggunakan sabun.

5. Berwudhu

Lakukan tata cara wudhu seperti biasa dilakukan sebelum melakukan sholat.

6. Membasahi Kepala

Basahi atau siram kepala dengan air sebanyak 3 kali hingga ke pangkal rambut.

7. Memisah-misah Rambut

Memisah-misah rambut dengan cara menyela-nyela rambut menggunakan jari-jari tangan. Memisah-misah rambut wajib untuk dilakukan laki-laki dan sunah (mandub) bagi wanita. Hal ini dikarenakan terdapat dalam riwayat Ummu Salamah yang bertanya kepada Nabi Muhammad SAW,

“Aku bertanya, wahai Rasulullah! Sesungguhnya aku ini perempuan yang sangat kuat jalinan rambut kepalanya, apakah aku boleh mengurainya ketika mandi junub? Maka Rasulullah menjawab, Jangan, sebetulnya cukup bagimu mengguyurkan air pada kepalamu 3 kali guyuran.”

8. Membasahi Seluruh Tubuh

Mengguyur air ke seluruh badan dimulai dari sisi kanan dan dilanjutkan dengan sisi kiri.

Peutup

Demikian tata cara dan doa mandi wajib untuk pria dan wanita setelah haid. Setelah melaksanakan langkah-langkah tersebut, seorang Muslim dianggap telah mandi wajib dan menjadi suci.

Penting untuk dicatat bahwa mandi junub tidak memiliki batasan waktu yang ditetapkan, sehingga seorang Muslim dapat melakukan mandi junub kapan saja setelah mengalami kondisi yang memerlukan mandi tersebut.

Mandi wajib adalah bagian integral dari praktik keagamaan Islam yang memungkinkan umat Muslim untuk menjaga kebersihan fisik dan spiritual. Ini juga merupakan cara untuk mempersiapkan diri secara mental dan fisik sebelum melakukan ibadah-ibadah tertentu dalam Islam.

Wallahu a’lam bish-shawab

Rodi Ediyansyah

Rodi Ediyansyah merupakan salah satu editor media online Lampung.co yang bertugas mencari, menyunting dan menerbitkan naskah berita atau artikel dari penulis. Kontak rhodoy@lampung.co

Tags

Related Post

Ads - Before Footer