Menu

Pemerintah China Sita Benda Keagamaan Muslim di Xinjiang

  Dibaca : 781 kali
Pemerintah China Sita Benda Keagamaan Muslim di Xinjiang

Lampung.co – Otoritas China diberitakan meningkatkan kampanye mereka melawan Muslim di wilayah Xinjiang. Menurut sebuah sumber, pejabat pemerintahan China memperingatkan kelompok minoritas supaya segera menyerahkan barang-barang keagamaan termasuk Al-Qur’an dan sajadah.

Dan apabila kelak ditemukan warga yang masih menyimpannya, mereka akan dikenai hukuman berat. Radio Free Asia, seperti dikutip Daily Mail, Jumat (29/9) menyebutkan sebuah laporan datang dari Kasghar, Hotan dan wilayah lain pula mengalami perlakukan serupa dari otoritas negara komunis China.

Juru bicara kelompok World Uighur Congress, Dilxat Raxit menuturkan bahwa mereka menerima sebuah peringatan yang menyebutkan bahwa setiap etnis Uighur harus menyerahkan barang-barang yang terkait dengan Islam dari rumah mereka untuk didata dan disita pemerintah China.

Mushaf-mushaf Al-Qur’an dan barang-barang keagamaan lainnya wajib diserahkan kepada otoritas pemerintah. Menurut pejabat lokal, pihak berwenang Xinjiang sejak awal tahun ini, mulai menghapus semua alquran yang diterbitkan lantaran dituding mengandung ajaran ekstremis.

Alquran disita sebagai bagian dari kampanye ‘ ThreeIllegalsand One Item ‘ yang tengah berlangsung di Xinjiang sejak puluhan tahun. Otoritas China menilai barang-barang keagamaan yang dimiliki minoritas Muslim Uighur sebagai barang ilegal.

Lebih lanjut, tak cuma menyita barang-barang berbau keagamaan, operasi pemerintah China ini juga melarang aktivitas keagamaan, pengajaran agama serta barang-barang lain yang dituding sebagai alat terorisme. Asosiasi Amerika Uighur menyebutkan dalam sebuah siaran pers tak lama ini bahwa China telah memperkenalkan peraturan baru yang selanjutnya mengkriminalkan praktik dan kepercayaan keagamaan.

Uighur Human Rights Project berkali-kali sudah meminta China untuk menghormati standar HAM internasional tentang kebebasan beragama dan mengakhiri tindakan represif yang menargetkan minoritas Muslim Uighur.

China beralasan, kebijakan dan upaya pemerintah ini adalaj bagian dari kampanye melawan Islam radikal kendati harus berhadapan dengan berbagai ancaman dari organisasi HAM internasional lantaran China dituduh kerap melakukan tindakan pelecehan dan penahanan.

Kampanye-kampanye melawan radikalisme seperti dilakukan China terhadap umat Islam diketahui juga terjadi di sejumlah negara di dunia, termasuk Indonesia. (Erwin/nusantaranews.co)

Iklan Baris
Ada rencana menunaikan ibadah umroh? Kami siap melayani anda. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Tags
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Banner Ads

- Iklan Layanan Masyarakat -
-Selamat Hari Raya Idul Fitri 1440 H-


Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional