fbpx
Connect with us

Internasional

Begini Cara Israel Hentikan Pasokan Air untuk Warga Palestina

Published

on

Israel Hentikan Pasokan Air Palestina

Lampung.co – Pemerintah Israel secara bertahap menghentikan pasokan air untuk para petani di Lembah Yordan, Tepi Barat, semenjak Intifadah Kedua. Padahal di Lembah Yordan, yang masyhur sebagai “keranjang roti tradisional Palestina” air tidaklah langka.

Karena sikap pemerintah Israel itu, para petani Palestina berjuang guna bertahan hidup, dengan sedikit air untuk mengairi tanaman mereka. Di sisi lain, permukiman tetangga menghabiskan banyak sekali air.

Orang-orang itu menanam buah-buahan seperti pisang, yang memerlukan sejumlah besar air, yang sebagian besar diambil dari sumur di Tepi Barat yang tengah dijajah. Orang-orang itu juga mengekspor aneka jenis buah-buahan, sayuran, bunga dan bermacam rempah-rempah ke Eropa dan Amerika Serikat.

Di desa Einal-Beida, kawat berduri membelah lapangan menjadi dua. Pada satu sisi ada deretan pohon jeruk yang ditutupi daun hijau subur, yang ditanam oleh pemukim Israel dari permukiman ilegal terdekat. Sementara di lain sisi hanya lahan tandus yang dialokasikan untuk orang-orang Palestina. Lahan di mana tidak ada yang tumbuh selain tangkai rumput kuning yang kaku, yang telah lama kering karena kekurangan air.

Para petani di Einal-Beida, salah satu desa di Lembah Yordan yang terhubung dengan jaringan air, sebulan lalu melakukan demonstrasi damai pasca pemerintah Israel memotong air mereka lebih dari seminggu.

Pemerintah Israel akhirnya mengembalikan air mereka kembali. Tetapi penduduk setempat menyebutkan bahwa jumlah itu sekarang kurang dari setengah dari 240 meter kubik per jam dari yang mereka terima sebelum demonstrasi tersebut.

“Mereka memberi kami alasan bahwa tidak cukup banyak air di bawah tanah. Kenyataannya, Israel tidak ingin kita tinggal di sini lagi. Kita hanya ingin orang Israel membiarkan kita mengekstrak air kita sendiri,” ungkap petani Mahdi Foqaha dikutip dari Aljazirah, Sabtu (21/10).

Tak sedikit orang Palestina yang bergantung pada pertanian untuk mencari nafkah. Mereka mencoba memasang pipa air dan terhubung ke jaringan air sendiri. Tetapi karena melakukannya tanpa izin Israel, hal tersebut dianggap ilegal dan menempatkan mereka pada risiko pipa akan dihancurkan.

Cuma 1,5 persen permohonan izin bangunan Palestina di Wilayah C pendudukan Israel dari Tepi Barat yang disetujui antara tahun 2010 dan 2014. Akibat itu, warga Palestina tidak punya pilihan kecuali membangun tanpa izin, meskipun hanya berupa tangki air hujan sederhana untuk properti pribadi.

“Desa tetangga Bardala, orang Israel menurunkan air menjadi 170 meter kubik untuk seluruh desa, orang dipaksa untuk terhubung dengan air secara ilegal. Kami ingin hidup, apa lagi yang bisa kami lakukan,” kata Foqaha.

“Namun, Israel menemukan sambungan air ilegal tersebut dan menghukum seluruh wilayah dengan mengurangi dan memotong air kami,” lanjutnya. (Erwin/republika.co.id)

175 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

Bantu Kami Meningkatkan Kualitas Informasi, Klik disini

Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188

Berita

Tapis Lampung Warnai Panggung Fashion Show Skala Internasional di Eropa

Published

on

Fashion Show Tapis Lampung

Lampung.co – Pakaian tradisional asal Lampung tampil di acara Fashion show La Mode Sur La Seine a Paris yang berlangsung di Kota Paris, Prancis.

Koleksi bertema Rising Tapis dalam ajang fashion show skala internasional pada akhir September lalu itu dihadirkan oleh desainer Wignyo Rahadi.

Peragaan busana yang biasa digunakan masyarakat Lampung dalam acara adat tersebut digelar di atas Kapal Pesiar Boreas yang menyusuri Sungai Seine dihadapan buyer dan media internasional.

Kain tradisional asli Lampung yang diperagakan itu merupakan hasil pengembangan para pengrajin kain Tapis binaan Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Provinsi Lampung.

Dengan mengangkat Tapis, Wignyo Rahadi berharap, Tapis yang merupakan salah satu dari keragaman kain Nusantara yang patut dikembangkan, dapat dikenal secara internasional.

“Sejalan dengan acara La Mode Sur La Seine à Paris yang bertujuan untuk mempromosikan karya desainer Indonesia di pasar global, melalui Eropa,” kata dia, Senin (14/9/2019) kemarin.

Dalam rancangan ini, desainer Wignyo mengaplikasikan Tapis pada gaya busana modern sesuai segmen pasar Eropa yang dituju.

Kain Tapis adalah salah satu jenis kerajinan tradisional masyarakat Lampung yang umumnya dikenakan para wanita setempat sebagai sarung bahkan baju pengantin.

Tapis merupakan teknik pengaplikasian benang metalik emas atau perak di atas kain tenun dengan cara sulam dengan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM).

Konsep koleksi Rising Tapis sendiri berfokus pada pengaplikasian Tapis benang emas secara penuh dan mendetail di atas kain tenun ATBM yang dikombinasikan dengan tenun full bintik.

KoIeksi ini terdiri dari jaket, cape, dress, rok, dan celana kulot yang menggunakan perpaduan material kain Tapis dan tenun ATBM dengan berbagai teknik. (*)

12,558 kali dilihat, 9 kali dilihat hari ini

Bantu Kami Meningkatkan Kualitas Informasi, Klik disini

Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Continue Reading

Berita

Israel: Beberapa Tahun Kedepan Yahudi Akan Beribadah di Masjid Al-Aqsa

Published

on

Masjid Al-Aqsa

Lampung.co – Pemerintah Israel akan membuka gerbang Al-Aqsa bagi orang Yahudi untuk melakukan ibadah dalam salah satu masjid suci umat Islam, selain Masjidil Haram di Mekah dan Masjid Nabawi di Madinah.

Israel segera mengizinkan orang-orang Yahudi untuk secara bebas mulai melakukan shalat mereka di dalam Masjid Al-Aqsa dalam waktu tidak lebih dari satu dekade lagi.

Menteri Keamanan Publik Israel Gilad Erdan mengaku belum dapat memprediksi kapan akan dimulai. Namun, ia berharap ini akan terjadi dalam beberapa tahun mendatang.

Menurutnya, situasi di Yerusalem sedang menuju untuk mendapatkan kembali kedaulatan dan kontrol atas tempat itu. Israel akan mencapai tujuan membuka gerbang Al-Aqsa bagi orang Yahudi.

“Saya yakin ini akan segera terjadi, Insya Allah,” kata Erdan saat dikonfirmasi wartawan Makor Rishon dilansir Republika dari Middle East Monitor, Sabtu (12/10/2019).

Apabila hal itu terjadi, Israel akan bekerja dan mendorong untuk mengubah status quo historis di Yerusalem dengan mengizinkan orang Yahudi beribadah juga di Masjid Al Aqsa.

Rencana ini, sebelumnya sudah mendapat kutukan dari pemerintah Palestina pimpinan Mahmoud Abbas. Dia memperingatkan Israel terhadap upaya pencaplokan situs suci umat muslim itu.

“Masjid Al-Aqsa adalah garis merah dan tidak akan disentuh dalam bentuk dan cara apa pun,” ujarnya dalam pernyataan yang dirilis kantor berita Palestina, Wafa, Kamis (15/8/2019) lalu. (*)

16,263 kali dilihat, 9 kali dilihat hari ini

Bantu Kami Meningkatkan Kualitas Informasi, Klik disini

Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Continue Reading

Berita

Mengintip Nasib BMI: TKW Turini Segera Pulang Setelah 21 Tahun Hilang

Published

on

TKW Turini

Lampung.co – Setelah dikabarkan hilang selama 21 tahun, TKW asal Cirebon Turini berhasil ditemukan. Sejak meninggalkan tanah air, Turini diduga disekap oleh majikannya dan tidak mendapatkan gaji selama bekerja.

Berpijak dari kabar itu, CNN Indonesia Connected mengulas bagaimana nasib buruh migran yang bekerja di luar negeri bersama Zulyani Evi dari Divisi Data & Publikasi Migran Care.

Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel mengaku Turini ditemukan di pedalaman yang berjarak 350 km dari ibukota Riyadh. Sementara itu, Turini mengaku tidak mendapat perlakuan kasar dari majikan.

Wanita asal Kedawung, Cirebon ini diketahui berangkat ke Arab Saudi sebagai TKI sejak 24 Oktober 1998. Dia bekerja di keluarga Aun Niyaf Alotaibi, kemudian kabar hilangnya Turini muncul sejak pertengahan tahun 2014.

Namun, pihak KBRI Riyadh sulit melakukan pencarian karena minim data-data yang diperoleh. Lalu pada Maret 2019 pihak KBRI menerima informasi dari anak Turini terkait keberadaan ibundanya.

“KBRI saat itu menerima informasi dari anak Turini di Indonesia bahwa ibunya baru saja menghubunginya melalui nomor telepon WN Filipina,” kata Agus Maftuh Abegebriel, Sabtu (20/7/2019).

Dari kabar tersebut, pihak KBRI lantas melakukan penelusuran soal keberadaan Turini dengan menelusuri pemilik nomor WN Filipina yang digunakan Turini berkomunikasi ke keluarganya di Indonesia.

Rupanya, WN Filipina tersebut bekerja di majikan yang sama dengan Turini di Arab Saudi. Melalui komunikasi itu akhirnya KBRi mendapat kontak majikan Turini.

Melalui komunikasi tersebut, KBRI berhasil mendapatkan kontak majikan Turini, yang kemudian diketahui bernama Feihan Mamduh Alotaibi, menantu dari majikan lama, Aun Niyaf Aun Alotaibi.

“Majikan lama sendiri sudah meninggal sepuluh tahun yang lalu,” ujar Agus.

Agus menerangkan, selama bekerja dalam kurun waktu 21 tahun, Turini belum pernah menerima gaji, dan tidak memiliki akses komunikasi dengan keluarga di Indonesia.

KBRI kemudian melakukan negosiasi dengan Feihan. Akhirnya, tanggal 2 April 2019, dengan bantuan Kantor Polisi Dawadmi, tim KBRI Riyadh bisa bertemu dengan Turini.

Pada saat itu KBRI melakukan negosiasi langsung dengan Feihan, di kampung pedalaman Saudi. Letaknya sekitar 27 kilometer dari Riyadh. Dan, negosiasi berjalan alot.

“Namun dengan pendekatan ala santri, taqdimul adab, alhamdulillah majikan luluh hatinya dan bersedia membayarkan hak-hak gaji Turini sebesar 150.000 riyal atau setara Rp 550 juta,” ucap Agus.

Terkait dengan denda overstay Turini selama 21 tahun akan dibebankan kepada Kafil atau majikan. Majikan juga harus menanggung tiket Turini yang akan terbang ke Indonesia.

Turini dijadwalkan terbang ke Indonesia hari ini, Minggu (21/7/2019) dengan didampingi oleh staff KBRI berwarga negara Saudi, Muhammad al-Qarni yang terlibat langsung dalam penyelamatan Turini. (*)

2,915 kali dilihat, 9 kali dilihat hari ini

Bantu Kami Meningkatkan Kualitas Informasi, Klik disini

Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Continue Reading

Banyak Dibaca