fbpx
Connect with us

Hukum

Waspada!!! Ini Modus Penipuan Baru di Lampung

Published

on

Modus Penipuan

Lampung.co – Pedagang warung kelontong di Lampung harap waspada, beredar modus penipuan baru melalui iming-iming penambahan modal dengan cara pembelian satu paket obat.

Hal tersebut sudah beberapa kali mengincar pedagang-pedagang kecil warung kelontong di Provinsi Lampung. Salah satu kejadian yang masih hangat pada pukul 17.00 WIB, Senin (15/01/2018) di Kelurahan Simbarwaringin, Kecamatan Trimurjo, Lampung Tengah. Toko Dedi salah satu korbanya. Dan setelah itu beredar kabar beberapa toko di kelurahan yang sama juga mengalami nasih yang sama, penipuan berkedok jualan obat-obatan.

“Obatnya merek grafadon, obat pereda nyeri bisa untuk sakit gigi dan kepala, macam-macamlah. Di apotik katanya harganya Rp37 ribuan. Tapi caranya yang iming-iming itu yang akhirnya membuat banyak yang tergiur dan mengeluarkan uang Rp400 ribu, dengan bayar tersebut nantinya seminggu kemudian akan diberikan spanduk dan uang Rp1,8 juta untuk uang promosi sama etalse gratis. Makanya saya tergiur. Eh gak taunya penipuan,” kata Fitri penjaga Toko Dedi.

Beraninya lagi, para penipu yang menggunakan plat kendaraan BG dan mobil avanza putih tersebut masih berusaha menyasar ke beberapa toko lainnya. Bahkan beberapa kali di tolak toko dan masih mampir ke beberapa toko yang tak jauh disekitarnya. “Ciri-cirinya itu tinggi besar, gemuk dan putih. Bersih badanya. Persis kaya sales. Cara bicaranya juga,” terang Fitri kepada Lampung.co.

Fitri menyadari dirinya ditipu setelah saudaranya yang punya toko tak jauh dari rumahnya menghampiri dan menayakan tentang orang yang menawarkan obat dengan iming-iming memberikan modal uang Rp1,8 juta dan etalase dengan hanya mempromosikan produk dan membeli produk seharga Rp400 ribu.

“Saya sadar ketika mbk saya yang punya toko datang dan tanya ke saya. Soalnya dia juga ditawarkan hal serupa. Tapi dia sempat cek ke puskesmas harga obatnya. Ketika tahi harga tak wajar jadi tak beli,” tukasnya.

Sri Maisih pemilik Toko Yoga juga mengatakan hal yang sama. Sri mengakui sempat tergoda dengan penawaran si oknum tersebut. “Bayangkan di kampung diiming-iming 1,8 juta mas ditambah etalase buat wadah barang-barang. Itu karena kita memasang spanduk iklan. Pikir saya hanya itu awalnya. Tapi kok ada syarat pembelian obat. Nah karena gak sedikit, saya pun cek ke puskes, karena ini warung kan dekat sekali dengam puskes,” terangnya.

Sri juga menerangkan, selama menjelaskan, si oknum tersebut tampak memperhatikan puskesmas dan wajahnya pucat gemetar secara tiba-tiba. “Saya coba ke puskes bilang mau cari hutangan. Tapi saya tanya harga. Nah ketika saya balik dan bilang gak jadi beli, orang tersebut buru-buru pergi dengan pucat. Bahkan anak saya yang perempuan perhatikan bolak-balik si oknum bilang ‘aduh’ dan makin gugup,” ceritanya lagi kepada Lampung.co

Bahkan menurutnya kejadian ini bukan sekali. Setelah tahu toko Dedi ditipu, beberapa orang yang ditelusuri Lampung.co juga mengalami hal yang sama. Bahkan ada yang jutaan rupiah diberikan secara kontan. Modusnya pun sama, yakni dengan menawarkan kerjasama pemasangan spanduk sponsor dengan nominal bayaran yang menggiurkan ditambah etalase. Namun syaratnya melakukan pembelian obat. Namun beberapa minggu hari yang dijanjikan si oknum tak kunjung datang. (Goy)

 6,254 kali dilihat,  4 kali dilihat hari ini



Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188

Tim Redaksi media online Lampung.co menerbitkan berita-berita khusus, termasuk berita advertorial. Hubungi tim redaksi melalui email redaksi@lampung.co atau WhatsApp 0811-796-2288

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Berita

Begal Sadis di Lampung Utara Dilumpuhkan, 16 Motor Diamankan

Dari hasil pengembangan Polres Lampung Utara sudah mengamankan 16 unit sepeda motor berbagai jenis. Untuk korban atau masyarakat yang kehilangan motornya bisa datang Kepolres Lampung Utara untuk mengecek sepeda motornya

 3,438 kali dilihat,  1,058 kali dilihat hari ini

Published

on

Begal
Begal sadis diamankan Polres Lampung Utara | Foto: Ist.

Lampung.co – Sepak terjang dua orang residivis pelaku pencurian dengan kekerasan (begal) yang terkenal sadis saat melakukan aksinya akhirnya terhenti di tangan Tim gabungan Tekab 308 Polda Lampung dan Polres Lampung Utara.

Para pelaku melakukan aksi curas di Dusun Talang Kepayag Desa Pengaringan Abung Barat pada hari Selasa 12 Oktober dengan korban ibu berserta anak yang mengalami luka bacok dan luka tusuk, untuk korban masih di rawat di rumah sakit.

Kapolres Lampung Utara menjeleskan, setelah 4 hari melakukan penyelidikan, Tim gabungan Tekab 308 Polda Lampung dan Polres Lampung Utara berhasil mengamankan pelaku K (31) saat berada Desa Talang Tebak Bukit Kemuning dan FY (35) di Desa Muara Aman Bukit Kemuning pada hari Sabtu 16 Oktober 2021 sekitar pukul 04.00Wib.

“Saat dilakukan penangkapan para pelaku melakukan perlawanan aktif menggunakan senjata tajam sehingga kita lakukan tindakan tegas terukur. Untuk pelaku K (31) di rawat di Rs. Ryacudu Kotabuimi dan untuk pelaku FY (35) meninggal dunia setelah sempat dilakukan perawatan,” kata Kapolres Lampung Utara AKBP Kurniawan Ismail, S.H., S.I.K., M.I.K. saat menggelar Konferensi Pers di dampingi Kasat Reskrim AKP Eko Rendi,, S.H. dan Kapolsek Abung Barat Iptu Ono Karyono.

Lanjut Kapolres, selain itu petugas juga mengamankan barang bukti 1 unit sepeda motor Honda Beat warna hitam, 1 unit sepeda motor Honda Beat warna Putih Biru, 1 unit sepeda motor Honda Vario warna hitam, 3 unit Hp dan 2 bilah sajam jenis Sangkur dan Laduk berikut pelaku AB (24) warga Bukit Kemuning penadah hasil Curas.

Dari pengembangan para pelaku juga telah melakukan curas di Dusun Talang Belimbing Desa Pekurun Udik dan curas Simpang Kinciran Abung Tengah. Kapolres Lampung Utara menghimbau kepada masyarkat yang melihat orang yang mencurigakan atau kejadian curas, curat atau curanmor segara lapor ke polisi, kita akan segera tindak lanjuti.

“Dari hasil pengembangan Polres Lampung Utara sudah mengamankan 16 unit sepeda motor berbagai jenis. Untuk korban atau masyarakat yang kehilangan motornya bisa datang Kepolres Lampung Utara untuk mengecek sepeda motornya,” imbuh Kapolres Lampung Utara AKBP Kurniawan Ismail, S.H., S.I.K., M.I.K. (*)

 3,439 kali dilihat,  1,059 kali dilihat hari ini



Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Continue Reading

Berita

Parah, Pria 51 Tahun di Lampung “Anuin” Bocah Balita

“Setelah sampai rumah, korban kembali mengeluhkan sakit pada kelaminnya. Korban juga menceritakan telah dicabuli menggunakan tangan pelaku,” ungkap Ramon.

 9,716 kali dilihat,  10 kali dilihat hari ini

Published

on

Kasus Asusila
Ilustrasi Kasus Asusila | Foto: Ist.

Lampung.co – Seorang pria berinisial LM (51) warga Kecamatan Wonosobo, Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung diamankan polisi atas dugaan kasus pencabulan terhadap bocah Balita usia 2 (dua) tahun.

Kasatreskrim Polres Tanggamus, Iptu Ramon Zamora mengatakan, pelaku ditangkap atas laporan tetangganya sendiri berinisial P (23) yang tak lain merupakan ibu kandung korban setelah mengetahui anak kandungnya berinisial F (2) diduga dicabuli LM.

“Penangkapan terhadap pelaku sesuai laporan P pada tanggal 10 September 2021, usai anaknya menceritakan dugaan perbuatan yang dilakukan oleh LM ketika bermain ke rumah tersangka yang berjarak 15 meter dari rumahnya,” jelas Ramon, Senin (13/9/2021).

Dia menambahkan, tersangka ditangkap tanpa perlawanan saat berada di rumahnya pada Sabtu (11/9/21) pukul 10.00 WIB. Laporan korban, lanjutnya, dikuatkan keterangan saksi-saksi dan barang bukti permulaan yang cukup.

“Dalam perkara dugaan tindak pidana pencabulan terhadap anak dibawah umur tersebut, Polres Tanggamus juga mengamankan barang bukti pakaian yang digunakan oleh korban maupun tersangka,” ujarnya.

Iptu Ramon menjelaskan, kelakuan bejat LM terungkap pada saat P menjemput korban yang bermain di rumah tersangka pada tanggal 10 September 2021 lalu, sekitar pukul 09.30 WIB. Di perjalanan, korban mengeluhkan rasa sakit.

“Setelah sampai rumah, korban kembali mengeluhkan sakit pada kelaminnya. Korban juga menceritakan telah dicabuli menggunakan tangan pelaku,” ungkap Ramon.

Untuk memastikan keterangan korban, ibunya memeriksakan ke korban ke RS sebab atas kejadian tersebut korban mengalami trauma dan sakit pada bagian kemaluan. Selanjutnya, ibu korban melaporkan dugaan tindak pidana tersebut ke Polres Tanggamus.

Kasat menambahkan, berdasarkan bukti permulaan yang cukup dan TKP, dugaan tindak pidana tersebut dilakukan oleh tersangka ketika korban bermain di ruang televisi. Saat kejadian, istri tersangka berada di rumah tetangganya.

“Diduga perbuatan yang dilakukan tersangka ketika di rumahnya tidak ada orang lain saat korban bermain di lantai di ruangan tengah depan televisi,” imbuh Ramon.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, saat ini tersangka dan barang bukti ditahan di Polres Tanggamus guna proses penyidikan lebih lanjut. Tersangka dijerat Pasal 76D dan atau 76E UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas UU No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

“Pelaku pencabulan terhadap anak dipidana penjara paling sedikit lima tahun dan paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp5 miliar,” tandas Ramon. (*)

 9,717 kali dilihat,  11 kali dilihat hari ini



Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Continue Reading

Berita

Hati-hati Penipuan Modus Bantuan Masjid, Pelaku Catut Nama Walikota

“Saya sudah dapat informasi itu juga, penipu pakai foto saya. Dalihnya mau memberikan bantuan untuk masjid,” ujar Deddy.

 3,693 kali dilihat,  8 kali dilihat hari ini

Published

on

Kasus Penipuan
Ilustrasi Kasus Penipuan | Foto: Ist.

Lampung.co – Tindak kejahatan dengan modus penipuan sangat meresahkan masyarakat, terutama pengguna teknologi digital. Setelah SMS, kini para penipu beraksi dengan memanfaatkan aplikasi perpesanan dan panggilan WhatsApp.

Berbagai macam motif penipuan yang mereka lakukan, mulai dari meminta uang, pengambilalihan akun WhatsApp, penawaran hadiah, menang kuis, hingga mengaku dari pihak bank. Para penipu mengelabui korban dengan berbagai cara, seperti menggunakan foto tertentu, dan lain sebagainya

Dikutip dari CNN Indonesia, kasus modus penipuan digital yang terungkap sepanjang 2019 sebanyak 1.617 kasus. Angka tersebut berdasarkan data Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri.

Modus penipuan WhatsApp ini muncul dalam banyak bentuk dan mungkin saja bervariasi seiring waktu. Bahkan bantuan untuk pembangunan masjid dari pemerintah saja dijadikan modus penipuan. Hal ini terjadi di Kota Bandar Lampung.

Tak tanggung-tanggung, nama Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana dan wakilnya, Deddy Amarullah, dicatut oleh diduga pelaku penipuan dalam menjalankan aksinya. Hal itu diungkapkan oleh Sugito, warga Bandar Lampung.

Dipetik dari Lampost.co, Sugito mengaku mendapat pesan WA dan dimintai nomor rekening dengan dalih akan ditransfer bantuan. “Terus saya dikirim foto bukti transfer atas nama Wali Kota Eva Dwiana sebesar Rp18,5 juta,” ungkapnya, Minggu (12/9/2021).

Tapi, lanjutnya, penipu tersebut meminta dirinya mengirim uang kembali karena ada kelebihan donasi yang penipu ini kirim. “Sedangkan, waktu saya cek di rekening tidak ada uang masuk. Merasa janggal, saya pun dirinya tidak menanggapinya,” kata dia.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Bandar Lampung, Deddy Amarullah mengaku sudah mengetahui bahwa foto dirinya dimanfaatkan penipu untuk mengelabui korban dengan modus bantuan bantuan mushola dan masjid.

“Saya sudah dapat informasi itu juga, penipu pakai foto saya. Dalihnya mau memberikan bantuan untuk masjid,” ujar Deddy. Dengan penggunaan foto untuk penipuan itu, Deddy merasa nama baiknya tercoreng.

“Mungkin nanti saya akan melaporkannya ke Polresta atau Polda Lampung, agar pelaku ditindak tegas secara hukum,” tegasnya. (*)

 3,694 kali dilihat,  9 kali dilihat hari ini



Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Continue Reading

Banyak Dibaca