fbpx
Connect with us

Hukum

Kasus Illegal Logging di Lampung Memprihatikan

Published

on

Kasus Illegal Logging

Lampung.co – Kasus illegal logging di Lampung kian memprihatinkan. Bahkan, pihak Komisi II DPRD Lampung sampai-sampai mengadakan hearing (rapat dengar pendapat) bersama pihak pemerintah daerah dan Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Lampung di ruang rapat DPRD Lampung (Selasa, 4/10/2017).

Direktur Walhi Lampung Hendrawan mengatakan, di dalam hearing telah ia jelaskan bahwasannya ada tiga upaya yang telah dilakukan pihaknya bersama pemerintah. Menurutnya, diwaktu sebelumnya, persoalan illegal logging memang telah menjadi tanggapan serius.

“Kami akan mengupayakan yang terbaik untuk mencegah semakin maraknya penebangan pohon secara illegal ini. Karena illegal logging ini sangat merugikan negara,” kata dia kepada awak media.

Menurutnya, beberapa langkah yang bisa dilakukan di antaranya adalah, pertama, akan adanya upaya tindakan preventif pencegahan. Karena menurutnya sampai saat ini tindakan illegal dalam penebangan pohon masih sangat banyak terjadi.

Selanjutnya, pemerintah akan memonitoring keadaan hutan di Lampung sehingga akan meminimalisir adanya penebangan pohon illegal. “Ketiga, adanya tindakan hukum yang tegas dan tidak pandang bulu untuk menjerat pelaku illegal loging ini,” rincinya.

Kata Hendrawan, di Lampung sendiri sudah sangat banyak kasus mengenai illegal logging. Bahkan, pada bulan September ini saja Polda Lampung sudah meringkus 6 oknum yang melakukan penebangan pohon di hutan register 19 Langkapura.

“Sayangnya pihak kepolisian belum bisa menangkap pelaku tindakan kriminal illegal logging ini, karena terhambat beberapa aspek. Salah satunya, kurangnya jumlah masyarakat yang melihat kejadian ini untuk melaporkan ke pihak berwajib. Masyarakat inikan sering kena intimidasi dari preman yang sudah menjaga saat berlangsungnya penebangan tersebut,” kata dia.

Diterangkan lebih lanjut, Walhi juga sebelumnya sudah melakukan tindakan untuk menindak kasus ini dengan cara melaporkan ke pihak polda Lampung, Korem 043/ Gatam Lampung, dan kementrian lingkungan hidup. (Dhebi)

Bantu Kami Meningkatkan Kualitas Informasi, Klik disini

Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188

Berita

Pasca Pemilu 2019: Belasan Kotak Suara Dibakar, Panwas Dianiaya

Published

on

Kotak Suara Dibakar

Lampung.co – Belasan kotak suara DPRD pada pemilihan umum (Pemilu) tahun 2019 yang terbuat dari karton dibakar orang tak dikenal atau OTK.

Kasus pembakaran kotak suara terjadi di Desa Koto Padang, Kecamatan Tanah Kampung, Kota Sungai Penuh, Jambi, Kamis (184/2019) dini hari.

Pada kasus tersebut juga, terjadi penganiayaan terhadap seorang pengawas Kecamatan Pesisir Bukit, Kota Sungai Penuh, Jambi bernama Suardi.

Hingga saat ini penyebab pembakaran 15 kotak suara yang tersebar di tiga TPS itu masih dalam investigasi kepolisian.

Kapolda Jambi, Irjen Muchlis AS, mengatakan, pihaknya sudah memerintahkan Dirreskrimum AKBP Edi Faryadi untuk melakukan penyelidikan.

“Saat ini kita sedang melakukan lidik pelakunya dan beberapa pelaku telah teridentifikasi,” kata Muchlis dikutip dari detikNews, Jumat (19/4/2019).

Dia menerangkan bahwa KPU, Bawaslu dan Dirreskrimum beserta tim telah berada di lokasi dimana pembakarang kotak suara terjadi.

Muchlis mengaku, pihaknya juga tengah melakukan pengembangan apakah ada keterlibatan dengan panitia atau tidak.

Diketahui, peristiwa itu terjadi pada Kamis dini hari (18/4) pada pukul 04.00 WIB. Tiba-tiba listrik di TPS 1, 2 dan 3, di SDN 063/X1 Koto Padang, Sungai Penuh padam.

Kemudian terjadi lemparan batu ke atap TPS yang dilakukan oleh orang yang tidak dikenal yang diduga tim sukses salah satu Caleg.

Pada pukul 04.15 WIB tiba-tiba sekelompok massa langsung mendatangi TPS 1, 2, dan 3 dan langsung membakar 15 kotak suara yang berisi kertas suara di TPS tersebut. (*)

Bantu Kami Meningkatkan Kualitas Informasi, Klik disini

Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Continue Reading

Berita

Polda Lampung Amankan Narkoba ‘dari Kapolda Riau untuk Kapolda Banten’

Published

on

Irjen Purwadi Arianto

Lampung.co – Kepolisian Daerah (Polda) Lampung berhasil menggagalkan upaya penyelundupan Narkoba dari Riau menuju Banten.

Pengiriman paket Narkoba jenis sabu seberat 10 kg dan 200 butir ekstasi itu digagalkan Polda Lampung dan Polres Lampung Selatan.

Kapolda Lampung Irjen Pol Purwadi Arianto mengatakan paket Narkoba tersebut dikemas dalam kotak yang dibungkus kertas kado bertuliskan dari Kapolda Riau untuk Kapolda Banten.

Menurut Purwadi itu merupakan modus baru bandar narkoba untuk mengelabui para petugas dengan memberikan tekanan di lapangan.

“Saat ini para penyelundup narkoba itu sudah banyak menggunakan modus baru. Itu dilakukan untuk memberikan tekanan terhadap petugas,” kata dia, Selasa (12/3/2019)

“Tapi saya lihat anggota sangat baik dalam menangani perkara ini, mereka tidak mudah percaya dengan hal itu,” imbuh Purwadi dalam ekspose di Mapolres Lampung selatan itu.

Selain narkoba, kata dia, dua pengemudi Toyota Alphard bernama Okta Reski dan Said Muhammad Sayufi juga dihadirkan dalam ekspose tersebut. (*)

Bantu Kami Meningkatkan Kualitas Informasi, Klik disini

Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Continue Reading

Berita

Oknum Dosen UIN Raden Intan Terlapor Kasus Asusila Segera Diperiksa

Published

on

Pelecehan Seksual

Lampung.co – Proses hukum dugaan kasus asusila yang dilakukan oknum dosen UIN Raden Intan Lampung berinisial SH terhadap mahasiswinya EF terus berlanjut.

Kasubdit IV Remaja, Anak, dan Wanita (Renakta), Ditreskrimsus Polda Lampung AKBP I Ketut Seregi mengatakan sejumlah 14 saksi sudah diminta keterangan..

Dia menyatakan perkara tersebut telah terpenuhi unsur tindak pidananya, usai memeriksa 14 saksi, dan akhirnya perkara tersebut naik di tingkat penyidikan.

Dari total 14 saksi, Ketut Seregi menjelaskan, hampir seluruhnya sudah dimintai keterangan atau diperiksa di tingkat penyidikan.

“Kalau saksi yang lain sudah semua,” kata dia, Jumat (8/3/2019) kemarin.

Langkah selanjutnya, kata dia, pihaknya akan memeriksa terlapor SH, di tingkat penyelidikan. Menurutnya pemeriksaan akan dilakukan secepatnya.

Ketut Seregi berujar, jika seluruh pemeriksaan saksi di tingkat penyidikan selesai, maka pihaknya akan segera menggelar perkara di tingkat penyidikan untuk menentukan status tersangka.

Selain itu juga menentukan minimal dua alat bukti yang memperkuat perkara tersebut. “Kita jadwalkan minggu depan, terlapor diperiksa,” ujarnya.

Sebelumnya, Subdit IV Renakta, Ditreskrimum Polda Lampung menangani perkara dugaan asusila, dengan terlapor oknum dosen UIN Raden Intan Lampung berinisial SH.

Pelapor kasus tersebut yakni EF, yang merupakan mahasiswi kampus tersebut. Kejadian itu berlangsung pada (21/12/2018) lalu. (*)

Bantu Kami Meningkatkan Kualitas Informasi, Klik disini

Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Continue Reading

Banyak Dibaca