fbpx
Connect with us

Hiburan

Perjuangan Melahirkan Selama 28 Jam, Acha Septriasa Mohon Maaf Pada Ibu

Published

on

Acha Septriasa

Lampung.co – Acha Septriasa telah menjadi seorang ibu dari bayi perempuan cantik yang lahir di Australia pada 20 September kemarin jam 21.14 waktu setempat. Kabar kelahirannya ini pun hangat dibicarakan. Berita melahirkan dan perjuangannya yang mengharukan pun mulai tersiar di berbagai media.

Seperti yang dilansir di situs berita tribunnews.com, Acha Spetriasa harus melalui proses panjang yang cenderung mengharukan demi melahirkan sang buah hati tercinta. Tak tanggung-tanggung, ia melewatinya selama 28 jam dalam persalinan normal.

“Normal berjuang selama 28 jam.” kata ibu Acha, Rita Emza.

Proses yang panjang dan menyakitkan ini dilalui Acha Septriasa bukan tanpa alasan. Pasalnya, rumah sakit di Australia selalu mengusahakan dan mengutamakan agar setiap ibu hamil melahirkan dengan normal. Disebutkan bahwa pasien belum bisa bertandang ke rumah sakit jika belum sampai pada pembukaan tujuh.

“Kalau di sini memang harus normal walau sakit. Kasihan sih. Kalau belum pembukaan tujuh kita belum boleh ke rumah sakit. Ntar datang, ntar balik lagi, ntar datang, ntar balik lagi,” jelasnya.

Hal itulah yang diakui menyebabkan kelahiran anak pertama Acha ini terkesan berat. Merasakan beratnya proses melahirkan itu membuat Acha sadar betapa berat sang ibu melahirkannya dahulu dan betapa besar jasa seorang ibu dalam kehidupannya. Istri dari Vicky Kharisma ini pun meminta maaf kepada sang ibu.

Seperti yang dikutip dari liputan6.com, sang ibu dari artis peran ini mengungkapkan, “Iya Acha-nya tuh sampai, “Mah, Mah, Mah, maafin Acha. Ternyata sakitnya begini rasanya. Acha pikir cuma gendut aja,” kisahnya pada media.

Kabar dari proses mengharukan kelahiran Acha ini juga disinyalir disebabkan oleh keadaan rahimnya yang tebal. Kendati demikian, Acha, sang perempuan tangguh ini sudah berhasil melalui masa-masa itu.

Ia dikaruniai seorang bayi perempuan cantik dengan berat 3220 gram di RS Royal Hospital for Woman Sydney. Para keluarga dan penggemarnya pasti sedang menantikan kehadirannya ke Indonesia. (Eca/tribunnews.com/liputan6.com)

45 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

Bantu Kami Meningkatkan Kualitas Informasi, Klik disini

Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Cerita Artis Anisa Rahma Urus Hewan Kurban di Lumbung Ternak Wakaf

Published

on

Anisa Rahma

Lampung.co – Trimo, peternak kambing Lumbung Ternak Wakaf (LTW) binaan Global Wakaf, dengan senang hati menyambut artis Anisa Rahma bersama suaminya, Anandito Dwi Sepdiawan, di peternakannya di Desa Sambongrejo, Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora.

Ditemani Trimo, Anisa memberi makan satu per satu ternak sambil bertanya seluk-beluk beternak kepada Trimo. Usai memberi makan ternak, Trimo lanjut mengajak Anisa dan Anandito, atau yang akrab disapa Dito, naik ke atas kandang ternak.

Menenteng selang air dan sabun, mereka dengan hati-hati mencoba memandikan ternak Trimo pada Rabu (10/7/2019) sore itu. Sebelum hewan ini menjadi kurban yang terbaik, ternyata memang harus dirawat dengan cara yang baik serta makanan yang bagus.

Bagi Trimo, dari ternak yang bersih itu daging yang akan dikonsumsi pun akan menjadi hidangan yang sehat juga.“Kebersihannya juga diperhatikan juga oleh pak Trimo. Kandangnya bersih, tidak ada lumut. Kebersihan ini berpengaruh juga terhadap kesehatan ternak,” jelas Anisa.

Senada dengan Anisa, Dito juga sangat terkesan dengan bagaimana cara Trimo merawat ternaknya. Dito yang ikut membersihkan empat dari 200 ekor ternak kambing juga mendapat pengalaman baru hari itu. Ternyata tidak sesulit yang dibayangkannya.

“Tadinya khawatir, saya pikir bakal ditendang atau diseruduk. Tapi ternyata tidak karena masih umur satu tahun juga. Jadi masih lucu-lucu. Saya ikut sikat kambingnya dengan sabun juga. Kalau sudah mencoba, asik sebenarnya,” ujar Dito seraya tertawa.

Nantinya 200 kambing di kandang Trimo akan menjadi suplai hewan kurban untuk Global Qurban dan akan didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan. Maslahat yang luas ini, bagi Dito, menjadi salah satu keuntungan berkurban di Global Qurban.

“Pastinya manfaatannya jadi lebih luas, ya. Karena biasanya kita berkurban di masjid dekat rumah, dibagikan ke tetangga-tetangga yang kurang mampu. Tapi, ternyata ada masyarakat, yang tidak kita sadari, lebih membutuhkan,” ucapnya.

“Misalnya, masyarakat di luar negeri (negara konflik) atau pun luar kota yang tidak terjamah oleh kita,” imbuh Dito.

Anisa juga senang dengan ide memberdayakan warga setempat yang berada di sekitar Lumbung Ternak Wakaf karena LTW ini memang menggunakan sumber daya manusia atau warga yang ada di desa tersebut saja.

“Sumber daya manusianya itu masyarakat setempat, ya, seperti pak Trimo ini kan, yang benar-benar membantu perekonomiannya. Jadi bagusnya di situ,” jelas Anisa.

Terus, lanjutnya, saat Iduladha warga setempat atau tetangga-tetangganya juga mendapatkan manfaat karena masing-masing dari warga ini mendapatkan satu kilogram dagingnya dari Lumbung Ternak Wakaf itu.

Diakui oleh Anisa dan Dito, makna kurban memang bukan semata untuk tabungan mereka di akhirat kelak tetapi bagaimana hewan-hewan yang telah dikurbankan dapat bermanfaat bagi kehidupan orang lain.

“Yang kita kurbankan akan bermanfaat di akhirat kelak, tabungan kita juga di surga, tapi selain itu kita juga bisa memberikan manfaat untuk orang-orang yang ada di sekitar kita,” kata Anisa.

“Karena itu salah satu perintah Allah juga kan (membantu orang lain). Kita ingin melaksanakan perintah dari Allah, sebagai hamba-Nya,” sambung Dito. (*)

413 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Bantu Kami Meningkatkan Kualitas Informasi, Klik disini

Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Continue Reading

Berita

Benarkah Ini Alasan Utama Wanita Enggan Dipoligami?

Published

on

Poligami

Lampung.co – Meskipun ada wanita yang ikhlas dipoligami, namun sebagian besar para istri enggan untuk dimadu dengan berbagai alasan. Bahkan ada yang tak bisa memberikan alasan.

Salah satunya selebgram Rachel Vennya ketika ditanya netizen soal poligami saat membuka question & answers belum lama ini.

“Ayah boleh poligami nggak bun? Alasannya?” demikian pertanyaan mendalam dari netizen kepada Rachel yang saat itu berada disamping suaminya.

Suami Rachel, Niko Al Hakim ketika itu pun terlihat memanfaatkan pertanyaan tersebut. Dia menunjukkan ekspresi mengangkat kedua alisnya.

“Karakter aku ini nggak cocok kalau di rumah ini ada wanita lain,” ucap Rachel menjawab pertanyaan itu dengan serius.

Bukannya membela, tapi justru memberikan celetukan. “Kan beda rumah,” celetuk Niko lagi-lagi bikin Rachel gemes.

Rachel pun kemudian menimpali celetukan Niko. “Tetep nggak cocok karena aku bisa saja samperin ke rumahnya,” jawab Rachel dikutip dari matamata.com.

Namun keduanya yang menikah pada 7 Januari 2017 dan memutuskan untuk hijrah serta mendalami agama Islam ini sama-sama menegaskan kalau tidak menentang poligami dalam Islam.

Meski begitu, Rachel Vennya menegaskan jika dirinya tak siap dipoligami karena khawatir akan terjadi hal yang tak diinginkan dengan wanita lain pilihan suaminya.

Seturut dengan Shireen Sungkar, istri Teuku Wisnu ini mengaku tidak menentang dan membenci poligami. Namun dirinya tak sanggup dan tak ingin diduakan.

“Ketika berbicara mengenai poligami, isu yang berkembang bukan semata tentang hati yang terbagi. Lebih kompleks dari itu,” kata dia dikutip dari Intisari-Online.com.

Hasil survei Dr. Raddawi menemukan bahwa banyak dari wanita yang dipoligami merasa diabaikan dan cemburu. Perasaan ini memancing emosi negatif berkembang dalam diri wanita tersebut.

Dia mengungkapkan, saat pria yang poligami memiliki kewajiban untuk memperlakukan setiap istri dengan keadilan, kewajaran, dan kesetaraan.

“Buktinya banyak responden yang mengaku bahwa kondisi itu tak terjadi pada dirinya,” ungkap Dr. Raddawi. (*)

405 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Bantu Kami Meningkatkan Kualitas Informasi, Klik disini

Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Continue Reading

Berita

Ini Misi Deddy Corbuzier Masuk Islam atau Mualaf

Published

on

Deddy Corbuzier

Lampung.co – Pesulap profesional keturunan Tionghoa Deodatus Andreas Deddy Cahyadi Sunjoyo atau lebih dikenal Deddy Corbuzier dikabarkan sudah mantap menjadi mualaf.

Keyakinannya itu bulat setelah mempelajari tentang agama Islam dengan mendalam selama delapan bulan kepada salah satu pemuka agama, Miftah Maulana Habiburrahman atau Gus Miftah.

Pengucapan Shayahadat rencananya akan ditayangkan langsung di acara Hitam Putih yang ia pandu tanggal 21 Juni 2019 mendatang. Acara tersebut dimulai pukul 18.00 WIB, di Trans7.

Menurut Gus Miftah yang juga dikabarkan akan menuntun Deddy mengucapkan Shayahadat, bukan perkara mudah untuk menjelaskan tentang Islam kepada Deddy Corbuzier.

Sebab, kata dia, salah satu mentalis yang populer di Indonesia bahkan dunia ini dikenal kritis dan selalu meminta jawaban yang pasti dan jelas.

Menurutnya, Deddy Corbuzier orangnya cerdas, yang semuanya serba harus nalar. Oleh karena itu, dirinya harus bicara yang bisa diterima oleh akal.

“Karena saya tahu Deddy itu orangnya rasional, ya saya harus bicara agama Islam secara rasional yang bisa diterima oleh akal dia,” ujar Gus Miftah, dikutip dari Liputan6.com.

Gus Miftah menambahkan, setelah memeluk agama Islam, Deddy Corbuzier punya misi tersendiri. Ia berniat mengangkat kaum marjinal dan menyejahterakannya.

“Salah satu misi dia mau masuk Islam itu ‘kalau saya harus menjadi orang Islam, saya harus menjadi pembela kaum marjinal’,” ujar Gus Miftah menirukan ucapan Deddy Corbuzier. (*)

541 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Bantu Kami Meningkatkan Kualitas Informasi, Klik disini

Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Continue Reading

Banyak Dibaca