fbpx
Connect with us

Hiburan

Nassar dan Duo Intan Goyang Warga Metro

Published

on

Nassar dan Duo Intan

Lampung.co – Nassar KDI ‘menggebrak’ ribuan peserta jalan sehat bersama Arinal Djunaidi di Lapangan 22 Hadimulyo, Kota Metro pada Minggu (19/11/201) pagi. Tak butuh waktu lama, artis jebolan Kontes Dangdut Indonesia (KDI) ini langsung membuat ribuan pasang mata yang hadir di lokasi seolah tak berkedip, mereka turut bernyanyi, berjingkrak dan berjoget, sesekali ribuan warga berteriak memanggil ‘Nassar’. ‘Nassar’ dan memberi tepuk tangan.

Lewat lagu pembuka ‘Hitam’ disusul Samballado, Keramat dan lagu lainnya Nassar piawai ‘menguasai’ panggung. Diketahui, jalan sehat bersama Arinal ini Tim Jaringan Arinal Djunaidi Berkarya (JAYA) menghadirkan artis ibu kota, Nassar KDI.

Sebab, sebelumnya juga duet Duo Intan dengan lagu “Sayang” dari Via Vallen membuat suasana pagi hari di Lapangan 22 Hadimulyo, Kota Metro semakin heboh. Ribuan peserta Jalan Sehat bersama Arinal Djunaidi larut dengan lantunan lagu sembari bergoyang ria.

“Ae ae ae ae,” begitu sesekali Duo Intan yang disambut sorakan ribuan peserta jalan sehat. Bukan hanya pandai membawakan lagu dan bernyanyi, Duo Intan juga sering memperlihatkan aksi goyang aktraktif untuk memancing peserta jalan sehat untuk mengikuti gerakan keduanya. Keduanya juga mengajak Arinal dan Walikota Metro Pairin untuk bernyanyi. Sejumlah penonton maupun peserta jalan sehat juga banyak yang mengambil foto aksi Duo Intan, beberapa juga asik berselfie.

Dikesempatan dan ditempat yang sama, Arinal ajak masyarakat Metro, untuk terus berbakti pada orang tua terutama pada Ibu. Karena segala sesuatu dalam hidup adalah restu ibu. “Ibu adalah segalanya bagi saya, saya bisa berdiri disini juga berkat Ibu,” kata Arinal, dari atas panggung bersama Nasaar.

Arinal, kemudian meminta Nassar menyanyikan lagu “Keramat”, lagu H Roma Irama, yang berisi pesan tentang ibu adalah keramat dunia.  Arinal juga bersalawat dipandu Nasaar bersama ribuan warga kota Metro yang membanjiri lapangan 22 Hadimulyo, Metro Barat, Minggu pagi. Acara diselenggarakan Jaringan Arinal Berjaya itu sesekali diselingi pengundian, dipandu MC Donpeci dan Amel. (Rls)

36 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

Bantu Kami Meningkatkan Kualitas Informasi, Klik disini

Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188

Berita

Cerita Artis Anisa Rahma Urus Hewan Kurban di Lumbung Ternak Wakaf

Published

on

Anisa Rahma

Lampung.co – Trimo, peternak kambing Lumbung Ternak Wakaf (LTW) binaan Global Wakaf, dengan senang hati menyambut artis Anisa Rahma bersama suaminya, Anandito Dwi Sepdiawan, di peternakannya di Desa Sambongrejo, Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora.

Ditemani Trimo, Anisa memberi makan satu per satu ternak sambil bertanya seluk-beluk beternak kepada Trimo. Usai memberi makan ternak, Trimo lanjut mengajak Anisa dan Anandito, atau yang akrab disapa Dito, naik ke atas kandang ternak.

Menenteng selang air dan sabun, mereka dengan hati-hati mencoba memandikan ternak Trimo pada Rabu (10/7/2019) sore itu. Sebelum hewan ini menjadi kurban yang terbaik, ternyata memang harus dirawat dengan cara yang baik serta makanan yang bagus.

Bagi Trimo, dari ternak yang bersih itu daging yang akan dikonsumsi pun akan menjadi hidangan yang sehat juga.“Kebersihannya juga diperhatikan juga oleh pak Trimo. Kandangnya bersih, tidak ada lumut. Kebersihan ini berpengaruh juga terhadap kesehatan ternak,” jelas Anisa.

Senada dengan Anisa, Dito juga sangat terkesan dengan bagaimana cara Trimo merawat ternaknya. Dito yang ikut membersihkan empat dari 200 ekor ternak kambing juga mendapat pengalaman baru hari itu. Ternyata tidak sesulit yang dibayangkannya.

“Tadinya khawatir, saya pikir bakal ditendang atau diseruduk. Tapi ternyata tidak karena masih umur satu tahun juga. Jadi masih lucu-lucu. Saya ikut sikat kambingnya dengan sabun juga. Kalau sudah mencoba, asik sebenarnya,” ujar Dito seraya tertawa.

Nantinya 200 kambing di kandang Trimo akan menjadi suplai hewan kurban untuk Global Qurban dan akan didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan. Maslahat yang luas ini, bagi Dito, menjadi salah satu keuntungan berkurban di Global Qurban.

“Pastinya manfaatannya jadi lebih luas, ya. Karena biasanya kita berkurban di masjid dekat rumah, dibagikan ke tetangga-tetangga yang kurang mampu. Tapi, ternyata ada masyarakat, yang tidak kita sadari, lebih membutuhkan,” ucapnya.

“Misalnya, masyarakat di luar negeri (negara konflik) atau pun luar kota yang tidak terjamah oleh kita,” imbuh Dito.

Anisa juga senang dengan ide memberdayakan warga setempat yang berada di sekitar Lumbung Ternak Wakaf karena LTW ini memang menggunakan sumber daya manusia atau warga yang ada di desa tersebut saja.

“Sumber daya manusianya itu masyarakat setempat, ya, seperti pak Trimo ini kan, yang benar-benar membantu perekonomiannya. Jadi bagusnya di situ,” jelas Anisa.

Terus, lanjutnya, saat Iduladha warga setempat atau tetangga-tetangganya juga mendapatkan manfaat karena masing-masing dari warga ini mendapatkan satu kilogram dagingnya dari Lumbung Ternak Wakaf itu.

Diakui oleh Anisa dan Dito, makna kurban memang bukan semata untuk tabungan mereka di akhirat kelak tetapi bagaimana hewan-hewan yang telah dikurbankan dapat bermanfaat bagi kehidupan orang lain.

“Yang kita kurbankan akan bermanfaat di akhirat kelak, tabungan kita juga di surga, tapi selain itu kita juga bisa memberikan manfaat untuk orang-orang yang ada di sekitar kita,” kata Anisa.

“Karena itu salah satu perintah Allah juga kan (membantu orang lain). Kita ingin melaksanakan perintah dari Allah, sebagai hamba-Nya,” sambung Dito. (*)

292 kali dilihat, 5 kali dilihat hari ini

Bantu Kami Meningkatkan Kualitas Informasi, Klik disini

Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Continue Reading

Berita

Benarkah Ini Alasan Utama Wanita Enggan Dipoligami?

Published

on

Poligami

Lampung.co – Meskipun ada wanita yang ikhlas dipoligami, namun sebagian besar para istri enggan untuk dimadu dengan berbagai alasan. Bahkan ada yang tak bisa memberikan alasan.

Salah satunya selebgram Rachel Vennya ketika ditanya netizen soal poligami saat membuka question & answers belum lama ini.

“Ayah boleh poligami nggak bun? Alasannya?” demikian pertanyaan mendalam dari netizen kepada Rachel yang saat itu berada disamping suaminya.

Suami Rachel, Niko Al Hakim ketika itu pun terlihat memanfaatkan pertanyaan tersebut. Dia menunjukkan ekspresi mengangkat kedua alisnya.

“Karakter aku ini nggak cocok kalau di rumah ini ada wanita lain,” ucap Rachel menjawab pertanyaan itu dengan serius.

Bukannya membela, tapi justru memberikan celetukan. “Kan beda rumah,” celetuk Niko lagi-lagi bikin Rachel gemes.

Rachel pun kemudian menimpali celetukan Niko. “Tetep nggak cocok karena aku bisa saja samperin ke rumahnya,” jawab Rachel dikutip dari matamata.com.

Namun keduanya yang menikah pada 7 Januari 2017 dan memutuskan untuk hijrah serta mendalami agama Islam ini sama-sama menegaskan kalau tidak menentang poligami dalam Islam.

Meski begitu, Rachel Vennya menegaskan jika dirinya tak siap dipoligami karena khawatir akan terjadi hal yang tak diinginkan dengan wanita lain pilihan suaminya.

Seturut dengan Shireen Sungkar, istri Teuku Wisnu ini mengaku tidak menentang dan membenci poligami. Namun dirinya tak sanggup dan tak ingin diduakan.

“Ketika berbicara mengenai poligami, isu yang berkembang bukan semata tentang hati yang terbagi. Lebih kompleks dari itu,” kata dia dikutip dari Intisari-Online.com.

Hasil survei Dr. Raddawi menemukan bahwa banyak dari wanita yang dipoligami merasa diabaikan dan cemburu. Perasaan ini memancing emosi negatif berkembang dalam diri wanita tersebut.

Dia mengungkapkan, saat pria yang poligami memiliki kewajiban untuk memperlakukan setiap istri dengan keadilan, kewajaran, dan kesetaraan.

“Buktinya banyak responden yang mengaku bahwa kondisi itu tak terjadi pada dirinya,” ungkap Dr. Raddawi. (*)

287 kali dilihat, 10 kali dilihat hari ini

Bantu Kami Meningkatkan Kualitas Informasi, Klik disini

Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Continue Reading

Berita

Ini Misi Deddy Corbuzier Masuk Islam atau Mualaf

Published

on

Deddy Corbuzier

Lampung.co – Pesulap profesional keturunan Tionghoa Deodatus Andreas Deddy Cahyadi Sunjoyo atau lebih dikenal Deddy Corbuzier dikabarkan sudah mantap menjadi mualaf.

Keyakinannya itu bulat setelah mempelajari tentang agama Islam dengan mendalam selama delapan bulan kepada salah satu pemuka agama, Miftah Maulana Habiburrahman atau Gus Miftah.

Pengucapan Shayahadat rencananya akan ditayangkan langsung di acara Hitam Putih yang ia pandu tanggal 21 Juni 2019 mendatang. Acara tersebut dimulai pukul 18.00 WIB, di Trans7.

Menurut Gus Miftah yang juga dikabarkan akan menuntun Deddy mengucapkan Shayahadat, bukan perkara mudah untuk menjelaskan tentang Islam kepada Deddy Corbuzier.

Sebab, kata dia, salah satu mentalis yang populer di Indonesia bahkan dunia ini dikenal kritis dan selalu meminta jawaban yang pasti dan jelas.

Menurutnya, Deddy Corbuzier orangnya cerdas, yang semuanya serba harus nalar. Oleh karena itu, dirinya harus bicara yang bisa diterima oleh akal.

“Karena saya tahu Deddy itu orangnya rasional, ya saya harus bicara agama Islam secara rasional yang bisa diterima oleh akal dia,” ujar Gus Miftah, dikutip dari Liputan6.com.

Gus Miftah menambahkan, setelah memeluk agama Islam, Deddy Corbuzier punya misi tersendiri. Ia berniat mengangkat kaum marjinal dan menyejahterakannya.

“Salah satu misi dia mau masuk Islam itu ‘kalau saya harus menjadi orang Islam, saya harus menjadi pembela kaum marjinal’,” ujar Gus Miftah menirukan ucapan Deddy Corbuzier. (*)

347 kali dilihat, 5 kali dilihat hari ini

Bantu Kami Meningkatkan Kualitas Informasi, Klik disini

Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Continue Reading

Banyak Dibaca