Menu

World Bank dan IMF Turunkan Ekonomi Indonesia

  Dibaca : 393 kali
World Bank dan IMF Turunkan Ekonomi Indonesia

Lampung.co – Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution memperkirakan pertumbuhan ekonomi sampai akhir tahun ini mencapai 5,4%. Nilai ini lebih tinggi dari angka target Anggaran Pendapatan dan Belanja Pemerintah Perubahan (APBN-P) 2017 sebesar 5,2%.

“Pertumbuhan ekonomi tahun ini kalau kita melihat akan bergerak di angka mungkin mendekati 5,4%. Memang WB atau IMF misalnya menurunkan ke arah 5,2% itu mereka melihatnya lebih dari segi karena kita tidak adjust harga BBM, sehingga dianggap subsidinya agak terlalu besar. Makanya dia turunkan sedikit dari 5,3% menjadi 5,2% tadinya 5,4% juga mereka,” papar Darmin di Kantornya, Senin (16/10/2017) seperti dikutip dari okezone.com.

Menko Darmin yakin dengan pertumbuhan ini karena melihat sektor pendorong pertumbuhan semisal investasi hingga ekspor di tahun ini jauh lebih baik daripada tahun sebelumnya. Sementara dari sisi pengeluaran seperti konsumsi rumah tangga sampai belanja pemerintah juga lebih baik.

“Pertumbuhan sebenarnya investasi dan ekspor itu baik. Walaupun kalau bulanan (mtm) mungkin pertumbuhan tidak terlalu tinggi lagi, tapi kalau tahunan (yoy) masih tinggi pertumbuhan ekspornya. Pertumbuhan ekonomi itu dilihat dari sisi pengeluaran penentu utamanya adalah investasi, konsumsi rumah tangga, ekspor, impor dan belanja pemerintah,” tutur dia.

Sementara itu, meski tumbuh lebih baik tapi belanja pemerintah memang belum naik secara signifikan.

“Pertumbuhannya lebih tinggi dibanding tahun lalu dibanding tahun sebelumnya tapi tidak setinggi yang diharapkan,” sebutnya.

Di sisi lain, perkembangan ekonomi secara global juga ditengarai masih bagus baik secara global maupun domestik. Hal tersebut didorong oleh dua faktor yakni penerimaan pemerintah dan pertumbuhan kredit.

“Memang tidak terlalu menggembirakan dari segi pertumbuhan penerimaan pemerintah. Tumbuh lho, lebih baik dari tahun lalu, tapi tidak seperti yang diharapkan,” lanjut dia.

Sedangkan, untuk pertumbuhan kredit walau belum dapat mencapai dua digit tapi ia yakin dapat menopang pertumbuhan ekonomi walaupun untuk mencapai angka 5,4% dibutuhkan usaha keras.

“Kredit tumbuhnya kalo secara tahunan (yoy) bergerak pada 8%-9%. Artinya untuk menopang pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi seperti yang diperkirakan agak susah,” pungkasnya. (Erwin/okezone.com)

Iklan Baris
Wooww... Undangan Pernikahan Murah Hanya Rp. 950. Telp/WA: 0857-8976-8640

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Banner Ads

- Iklan Layanan Masyarakat -


Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional