fbpx
Connect with us

Ekonomi

Tarif Cukai Naik, Harga Rokok Akan Semakin Mahal

Published

on

Tarif Cukai Rokok Naik

Lampung.co – Keputusan pemerintah menaikkan tarif cukai rokok pada tahun depan mengakibatkan emiten rokok mesti memasang strategi harga untuk bertahan. Meskipun begitu, hingga saat ini, mereka belum menentukan kenaikan harga rokok karena masih menunggu terbitnya peraturan menteri keuangan (PMK).

Menurut para pelaku industri ini, kenaikan tarif cukai rokok akan memberatkan kinerja perusahaan. Hal itu memang tercermin dari volume penjualan rokok yang kian mengalami penurunan.

Terhitung pada semester I-2017, total volume penjualan rokok di Indonesia berada di angka 146,6 miliar batang, turun nyaris 9% dibandingkan dengan penjualan di periode sama pada tahun lalu, 160,8 miliar.

Ketua Departemen Media Center Asosiasi Masyarakat Tembakau Indonesia (AMTI), Hananto Wibisono menyatakan, tarif cukai rokok yang terus-menerus naik tidak berdampak pada prevalensi rokok yang mengalami penurunan. Justru sebaliknya, “Akibat cukai naik, pastinya akan membuat harga rokok semakin mahal,” ujar dia seperti dikutip dari kontan.co.id, Jumat (20/10).

Sebagaimana diketahui, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati bakal menaikan cukai rokok 10% pada tahun depan. Hal itu dikarenakan aspek kesehatan supaya konsumsi rokok terus dikendalikan konsumsi serta juga menambah pundi kas negara.

Hananto juga mengatakan, daya beli masyarakat yang rendah tidak serta merta membuat konsumen berhenti merokok. Justru, konsumen akan mencari produk rokok yang lebih murah, bahkan rokok yang tak bercukai.

Hal tersebut tidak menutup kemungkinan bakal membuat masyarakat kembali pada tradisi melinting rokok dan negara tidak mendapatkan pemasukan dari cukai.

Mengenai harga eceran rokok, Hananto mengaku belum dapat memberi perhitungan karena masih menunggu peraturan menteri keuangan.

Sementara Analis OSO Sekuritas, Riska Afriani menilai, kenaikan tarif cukai rokok memang akan berdampak negatif pada emiten rokok. Namun itu tidak terlalu signifikan.

“Kalau naiknya harga tidak begitu besar, pola konsumsi perokok tidak akan terganggu,” sebut dia.

Riska berpendapat, emiten rokok besar tidak akan terlalu dipengaruhi kenaikan tarif cukai rokok. Karena, kata dia, mereka akan mengeluarkan produk baru sebagai bentuk strategi untuk bertahan.

Sejumlah emiten juga memilih untuk tetap mempertahankan harga atau menaikkan harga hanya sedikit untuk menjaga target pasarnya.

“Sejauh emiten punya strategi untuk mempertahankan marginnya, imbasnya tidak akan terlalu signifikan,” tutur Riska. (Erwin/kontan.co.id)

 1,869 kali dilihat,  6 kali dilihat hari ini



Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Berita

Komite IV DPD RI Sambut Baik Kerja Sama Japnas dengan OJK Lampung

Kolaborasi memang dibutuhkan pada masa sekarang. Japnas dan OJK bisa saling menguatkan

 5,660 kali dilihat,  19 kali dilihat hari ini

Published

on

Abdul Hakim
Anggota DPD RI asal daerah pemilihan Lampung Abdul Hakim | Foto: Ist.

Lampung.co – Anggota DPD RI daerah pemilihan Lampung Abdul Hakim merespons penjajakan kerja sama antara Jaringan Pengusaha Nasional (Japnas) Lampung dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Lampung.

Anggota Komite IV itu mengatakan, kolaborasi memang dibutuhkan pada masa sekarang. Japnas dan OJK bisa saling menguatkan. “Tujuannya, membangun ekonomi daerah ini supaya lebih berkembang,” kata Abdul Hakim, Sabtu (9/10/2021).

Abdul Hakim menjelaskan, soal keuangan, UMKM, koperasi, dan dana desa memang menjadi fokus kerjanya di Komite IV DPD RI. Maka itu, setiap perkembangan lembaga negara yang menjadi mitra Komite IV ia upayakan merespons dengan baik.

Dia juga juga mengatakan, pihaknya berusaha menjembatani antara setiap pemangku kepentingan. Tujuannya, agar ada sinergi sehingga kerja bersama bisa dilakukan sampai hasilnya optimal.

“Sejauh ini OJK sudah banyak melakukan pendampingan kepada pengusaha, khususnya mereka yang baru memulai dalam bentuk UMKM. OJK juga selama ini menjadi mitra yang baik bagi Komite IV,” ujarnya.

Dirinya berharap ingin Japnas memanfaatkan akses yang ada untuk penguatan anggota. “Sehingga pengembangan bisnis semua anggota Japnas makin besar,” tandasnya. (*)

 5,661 kali dilihat,  20 kali dilihat hari ini



Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Continue Reading

Berita

Majukan Perekonomian Lampung, Japnas Jajaki Kerja Sama dengan OJK

Japnas merasa mempunyai tanggung jawab dalam memajukan ekonomi Lampung. Kerja yang kolaborasi, kata Hendri, kini sudah menjadi kebutuhan untuk kemaslahatan bersama.

 5,457 kali dilihat,  19 kali dilihat hari ini

Published

on

OJK Lampung
OJK Lampung | Foto: Ist.

Lampung.co – Jaringan Pengusaha Nasional (Japnas) Lampung menjajaki kerja sama dengan Otoritas Jasa Keungan (OJK) Lampung. Demikian disampaikan Ketua Japnas Lampung Hendri Irawan.

Japnas merasa mempunyai tanggung jawab dalam memajukan ekonomi Lampung. Kerja yang kolaborasi, kata Hendri, kini sudah menjadi kebutuhan untuk kemaslahatan bersama.

Hendri mengatakan, pihaknya sudah membangun e-commerce dalam bentuk japnas.com dan japnas.org. Dia juga memaparkan beberapa anggota Japnas juga sedang persiapan untuk melantai di pasar saham dalam penerbitan saham perdana atau IPO.

Kepala OJK Lampung Bambang Hermanto merespons peluang kerja sama dengan Japnas. Bambang mengatakan, pihaknya juga membutuhkan kerja sama dengan seluruh pengusaha. Soal restrukturisasi, ia mengatakan, diperpanjang sampai dengan 2023.

“Ini diharapkan mendukung program para pengusaha dalam mengembangkan bisnisnya di tengah masih berlangsungnya pandemi covid-19,” kata Bambang.

Bambang mengaku, OJK juga siap memberikan akses pelatihan dan pendampingan untuk para pengusaha. Pihaknya juga sudah meneken kerja sama dengan Kementerian dan Bank Indonesia.

“Kami harap debitur dibuat cluster-nya. Sehingga produksinya bisa nyaman dan mudah dalam penjualan. Kami harap juga bisa bareng mengadakan program. OJK yang mengkonsolidasikan perbankan, pembelinya bisa dari Japnas,” ujar Bambang.

Bambang juga menjelaskan, pihaknya sudah menginisiasi Forum Ekspor Lampung (Fela). Ini dibuat untuk mempermudah pelaku usaha dalam meningkatkan akses ekspor. (*)

 5,458 kali dilihat,  20 kali dilihat hari ini



Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Continue Reading

Berita

Dinas Koperasi Diminta Proaktif Berikan Pendampingan Kepada UMKM

Abdul Hakim meminta Dinas Koperasi proaktif dalam memberikan pendampingan kepada UMKM. Dengan begitu ada sinergi yang bisa dibangun untuk optimalisasi ekonomi desa.

 8,172 kali dilihat,  19 kali dilihat hari ini

Published

on

Abdul Hakim
Abdul Hakim melakukan kunjungan kerja di Dinas Koperasi Provinsi Lampung | Foto: Ist.

Lampung.co – Anggota DPD RI asal daerah pemilihan Lampung Abdul Hakim melakukan kunjungan kerja di Dinas Koperasi Provinsi Lampung, Selasa (5/10/2021). Senator Lampung itu diterima Kepala Dinas Samsurizal dan Sekretaris Dinas A Rozali.

Anggota Komite IV itu mengatakan, ia sedang berupaya mendorong dan memfasilitasi terbentuknya Kampus Desa Emas di seluruh Lampung. Kampus Desa Emas, ujar Abdul Hakim, adalah perwujudan dari Gerakan Desa Emas yang diinisiasi Yayasan Desa Emas yang dipimpin Aries Mufti.

Di Lampung, Abdul Hakim didapuk sebagai salah seorang dewan pembina. Dia menjelaskan, gerakan Desa Emas merupakan ikhtiar mewujudkan kemandirian desa dengan mengangkat potensi ekonomi di tiap desa.

“Sedangkan Kampus Desa Emas adalah instrumen mendidik para patriot desa sebagai pelopor kebaikan dan pengembangan ekonomi kreatif di desa masing-masing sesuai dengan potensi wilayah,” jelasnya.

Abdul Hakim menambahkan, ia juga selalu mendorong agar UMKM di tiap desa membentuk koperasi sehingga berbadan hukum dan bisa mengakses permodalan dan pendampingan dari banyak lembaga.

“Dengan berkoperasi, usaha masyarakat akan lebih kuat karena dikerjakan secara bersama-sama,” kata Hakim. Dia meminta Dinas Koperasi proaktif dalam memberikan pendampingan kepada UMKM. Dengan begitu ada sinergi yang bisa dibangun untuk optimalisasi ekonomi desa.

“BUMDes yang ada juga bisa dioptimalkan untuk mengangkat ekonomi desa. Maka itu, dibutuhkan peran dari banyak pemangku kepentingan untuk melejitkan perekonomian desa,” tandasnya. (*)

 8,173 kali dilihat,  20 kali dilihat hari ini



Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Continue Reading

Banyak Dibaca