Menu

Ruang Gerak Rupiah Dipengaruhi Perkembangan Ekonomi Global

  Dibaca : 131 kali
Ruang Gerak Rupiah Dipengaruhi Perkembangan Ekonomi Global
Ilustrasi

Lampung.co – Penurunan nilai tukar rupiah yang terjadi beberapa waktu dinilai lantaran faktor eksternal, seperti perekonomian global. Sebab, ekonomi nasional masih dianggap relatif sehat.

Andry Asmoro, Ekonom Senior Bank Mandiri mengatakan, setiap penurunan pertumbuhan ekonomi di China sebesar 0,1 persen, maka dampaknya untuk Indonesia mencapai 0,11 persen.

Sementara, ekonomi Indonesia bakal terkena dampak sebesar 0,5 persen dari setiap penurunan ekonomi Amerika Serikat (AS) sebesar 0,1 persen.

Ia menjelaskan, Bank Dunia sendiri memprediksi ekonomi China pada tahun ini anjlok menjadi 6,5 persen dari tahun sebelumnya, yakni 6,7 persen. Bank Dunia bahkan menganggal ekonomi China kian susut pada 2018 nanti menjadi 6,3 persen.

Sementara, Bank Dunia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat mencapai 5,1 persen hingga akhir tahun ini dan semakin meningkat tahun depan menjadi 5,3 persen.

“Jadi, kalau waktu itu sempat (hampir) Rp13.600 per dolar AS, indikator utamanya kepada faktor eksternal, inflasi domestik September cukup baik 0,13 persen,” katanya, Rabu (4/10) seperti dikutip dari cnnindonesia.com.

Apabila diperhatikan, nilai tukar rupiah memang sempat menyentuh Rp13.542 per dolar AS pada Selasa (3/10) lalu. Sebelum itu, nilai tukar rupiah memang terlihat melemah pada minggu terakhir September.

Rinciannya, pada 25 September 2017 nilai tukar rupiah masih berada di kisaran Rp13.325 per dolar AS. Angka tersebut terus melemah hingga ke level Rp13.515 per dolar AS pada 28 September 2017.

Namun begitu, pergerakan nilai tukar rupiah kembali menguat 65 poin atau 0,48 persen pada perdagangan kemarin, Rabu (4/10) lalu, sehingga kembali ke level Rp13.477 per dolar AS.

Karena itu, Andry mengatakan, belum akan merevisi target pencapaian nilai tukar rupiah hingga pengujung tahun ini. Bank Mandiri masih menargetkan nilai di level Rp13.400 per dolar AS.

Ia menjelaskan, kondisi ekonomi Indonesia kini lebih dipengaruhi oleh AS dibandingkan waktu sebelumnya yang lebih dipengaruhi oleh China dan India. Sementara, Bank Dunia memperkirakan tingkat pertumbuhan ekonomi AS cenderung stagnan.

“Mungkin ini yang menimbulkan pasar bereaksi, lalu juga kebijakan rencana kenaikan suku bunga The Fed. Jadi, mungkin kenaikan suku bunga The Fed akan tertahan sampai dengan 2018,” tutup Andry.(Erwin/cnnindonesia.com)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Sekilas

Portal berita Lampung terbaru hari ini

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional