fbpx
Connect with us

Ekonomi

PTDI, Pindad dan PAL Indonesia Diusulkan Pindah ke Lampung

Published

on

BUMN Pindah ke Lampung

Lampung.co – Pabrik PT Dirgantara Indonesia (Persero) (PTDI), PT Pindad (Persero), dan PT PAL Indonesia (Persero) kabarnya direncanakan akan dialihtempatkan ke Lampung. Rencana pemindahan pabrik ketiga industri strategis itu lantaran masih ada lahan luas di wilayah Lampung untuk didirikan pabrik.

Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis dan Media Kementerian BUMN, Fajar Harry Sampurno, menerangkan rencana itu belum dibicarakan serius. Bahkan, dia mengaku mengetahui rencana itu dari media massa.

“Belum ada. Kita belum diberitahu, kita tahunya dari media,” ujar Harry di Kementerian BUMN, Jakarta Pusat, Jumat (29/9/2017) sebagaimana yang dikutip oleh detik.com.

Harry menyebutkan, belum ada kajian lahan untuk lokasi pemindahan ketiga pabrik industri strategis itu ke Lampung. Rencana pemindahan pabrik BUMN strategis itu pun disebut baru usulan awal.

“Lahan belum ada kajian. Hanya usulan awal. Kita butuhkan lahan sama sekali belum ada komunikasi,” imbuh Harry.

Ia juga mengakui ada rencana pemanfaatan lahan untuk galangan kapal di daerah lain. Hanya saja rencana ini belum dikaji lebih jauh.

“Memang ada rencana pemanfaatan lahan khususnya untuk galangan kapal,” papar Harry.

Sebelumnya, Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu berencana mengalihtempatkan semua industri pertahanan mulai dari PT Pindad, PT Dirgantara Indonesia (DI) dan PT PAL ke Lampung. Bahkan pihaknya sudah menyiapkan 10 ribu hektar lahan untuk merealisasikan rencana itu.

Alasannya, melihat kebutuhan industri pertahanan yang kian maju, maka perlu ada satu tempat yang cukup besar sehingga dapat mengembangkan industri pertananan nasional secara maksimal.

“Industri pertahanan makin lama makin maju. Dibuat modern. (Maka) perlu tempat besar,” jelas Ryamizard di kantor PT Pindad, Jalan Gatot Subroto, Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (18/9/2017).

Ryamizard mencontohkan saat PT DI melakukan uji coba untuk produksi pesawatnya. Landasan pacu yang dimiliki PTDI relatif tak panjang hanya sekira 2,5 kilometer. Selain itu di sekitar lokasi juga ada banyak pemukiman. Sehingga sewaktu melakukan uji terbang bisa berisiko membahayakan penduduk.

“Contoh PTDI di sini. Landasan 2,5 kilometer. Pertama kali terbang, kalau (sukses) terbang enggak masalah. Tapi kalau (gagal) mendarat lagi kan mendarat di rumah orang. Jadi kita perlu membuat 5 kilometer,” pungkasnya. (Erwin/detik.com)

178 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

Bantu Kami Meningkatkan Kualitas Informasi, Klik disini

Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Lampung Masuk Daftar 10 Provinsi UMP Terendah Tahun 2020

Published

on

Uang Rupiah

Lampung.co – Meskipun Upah Minimum Provinsi (UMP) Lampung pada di tahun 2019 ke tahun 2020 mengalami kenaikan sebesar 8.51 persen, tapi masih masuk dalam daftar 10 UMP terendah dari 34 provinsi di Indonesia.

Kenaikan upah minimum regional 2020 telah ditetapkan sebesar 8,51 persen oleh Kementerian Ketenagakerjaan, UMP Lampung tahun 2020 menjadi Rp 2.431.324 dari Rp 2.240.646 di tahun 2019.

Hal itu Mengacu pada Surat Edaran Menteri No. B-M/308/HI.01.00/2019, para gubernur di 34 provinsi seluruh Indonesia wajib mengumumkan kenaikan UMP di daerah masing-masing pada 1 November 2019 lalu.

Adapun untuk Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK), selambat-lambatnya ditetapkan dan diumumkan pada 21 November 2019. Namun sudah banyak beredar informasi kenaikan UMK tahun 2020 mendatang.

Berikut daftar 10 provinsi yang memiliki Upah Minimum Provinsi (UMP) terendah untuk 2020 termasuk provinsi Lampung didalamnya:
1. Jawa Tengah dari Rp1.605.396 pada 2019, menjadi Rp1.742.015 pada 2020,
2. Jawa Timur dari Rp1.630.059 pada 2019, menjadi Rp1.768.777 pada 2020,
3. Jawa Barat dari Rp1.668.372 pada 2019, menjadi Rp1.810.350 pada 2020,
4. NTT dari Rp1.793.293 pada 2019, menjadi Rp1.945.902 pada 2020,
5. DI Yogyakarta dari Rp1.570.922 pada 2019, menjadi Rp2.004.000 pada 2020,
6. Nusa Tenggara Barat (NTB) dari Rp2.012.610 pada 2019, menjadi Rp2.183.883 pada 2020,
7. Bengkulu dari Rp2.040.000 pada 2019, menjadi Rp2.213.604 pada 2020,
8. Sulawesi Tengah dari Rp 2.123.040 pada 2019, menjadi Rp2.303.710 pada 2020,
9. Kalimantan Barat dari Rp2.211.500 pada 2019, menjadi Rp2.399.698 pada 2020,
10. Lampung dari Rp 2.240.646 pada 2019, menjadi Rp 2.431.324 pada 2020.

Selanjutnya, daftar UMP lengkap 34 provinsi di Indonesia:
11. Banten dari Rp 2.267.965 menjadi sekitar Rp 2.460.968 pada 2020.
12. Sumatera Barat dari Rp 2.289.228 menjadi sekitar Rp 2.484.041 pada 2020.
13. Bali dari Rp 2.297.967 menjadi sekitar Rp 2.493.523 pada 2020.
14. Sumatera Utara dari Rp 2.303.403 menjadi sekitar Rp 2.499.422 pada 2020.
15. Sulawesi Tenggara dari Rp 2.351.870 menjadi sekitar Rp 2.552.014 pada 2020.
16. Sulawesi Barat dari Rp 2.369.670 menjadi sekitar Rp 2.571.328 pada 2020.
17. Gorontalo dari sekitar menjadi4.020 menjadi sekitar Rp 2.586.900 pada 2020.
18. Maluku dari sekitar Rp 2.400.664 menjadi sekitar Rp 2.604.960 pada 2020.
19. Jambi dari sekitar Rp 2.423.889 menjadi sekitar Rp 2.630.161 pada 2020.
20. Maluku Utara dari sekitar Rp 2.508.092 menjadi sekitar Rp 2.721.530 pada 2020.
21. Kalimantan Selatan dari sekitar Rp 2.651.781 menjadi sekitar Rp 2.877.447 pada 2020.
22. Riau dari sekitar Rp 2.662.025 menjadi sekitar Rp 2.888.563 pada 2020.
23. Kalimantan Tengah dari sekitar Rp 2.663.435 menjadi sekitar Rp 2.903.144 pada 2020.
24. Kalimantan Timur dari sekitar Rp 2.747.561 menjadi sekitar Rp 2.981.378 pada 2020.
25. Kalimantan Utara dari sekitar Rp 2.765.463 menjadi sekitar Rp 3.000.803 pada 2020.
26. Kepulauan Riau dari sekitar Rp 2.769.683 menjadi sekitar Rp 3.005.383 pada 2020.
27. Sumatera Selatan dari sekitar Rp 2.804.453 menjadi sekitar Rp 3.043.111 pada 2020.
28. Sulawesi Selatan dari sekitar Rp 2.860.382 pada 2019 menjadi sekitar Rp 3.103.800 pada 2020.
29. Aceh dari sekitar Rp 2.916.810 pada 2019 menjadi sekitar Rp 3.165.030 pada 2020.
30. Papua Barat dari sekitar Rp 2.934.500 pada 2019 menjadi sekitar Rp 3.134.600 pada 2020.
31. Bangka Belitung dari sekitar Rp 2.976.705 pada 2019 menjadi sekitar Rp 3.230.022 pada 2020.
32. Sulawesi Utara dari sekitar Rp 3.051.076 pada 2019 menjadi sekitar Rp 3.310.723 pada 2020.
33. Papua dari sekitar Rp 3.240.900 pada 2019 menjadi sekitar Rp 3.516.700 pada 2020.
34. DKI Jakarta dari sekitar Rp 3.940.973 pada 2019 menjadi sekitar Rp 4.267.349 pada 2020.

Meski diputuskan UMP nasional sebesar 8,51 persen, tapi daerah dengan UMP/UMK pada 2015 masih di bawah nilai Kebutuhan Hidup Layak (KHL) diwajibkan menyesuaikan paling lambat pada penetapan upah minimum 2020.

Hal itu diatur dalam Pasal 63 Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 Tahun 2015 mengenai pengupahan.

Dalam hal ini, disebutkan ada tujuh provinsi yang harus menyesuaikan UMP sama dengan KHL yaitu Kalimantan Tengah, Gorontalo, Sulawesi Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Papua Barat, Maluku, dan Maluku Utara. (*)

24,248 kali dilihat, 90 kali dilihat hari ini

Bantu Kami Meningkatkan Kualitas Informasi, Klik disini

Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Continue Reading

Berita

Consina Store Lampung Resmi Dibuka, Ini Kata Aktor Adhin Abdul Hakim

Published

on

Adhin Abdul Hakim

Lampung.co – Atas dorongan dari Consiners, sebutan untuk konsumen setia Consina, Consina dengan bangga membuka Consina Store Lampung di Jl. Z.A pagar alam, depan kampus Unila, Sabtu (2/11/2019).

Grand Opening Consina Store Lampung yang merupakan gerai pertama di Lampung dan ke 48 secara Nasional Ini diresmikan langsung oleh Owner Consina, Disyon Toba.

Tidak kalah menarik grand opening ini juga dimeriahkan oleh berbagai kegiatan menarik seperti sharing sessions dengan Adhin Abdul Hakim dan Jasmine. Selain itu ada, live music, game dan lainnya.

Aktor asal Indonesia Adhin yang merupakan salah satu Brand Ambassador Consina menerangkan, semua produk outdoor lokal memiliki kualitas baik dan setiap brand ada keunggulannya masing-masing.

“Nah salah satu keunggulan dari Consina selain safety juga memiliki warna yang beragam yang sangat instagramnable yang cocok sekali untuk para pencinta foto,” kata pemeran film 212 The Power of Love itu.

Sebagai trendsetter sekaligus pemimpin dalam pangsa pasar outdoor modern di Indonesia, bintang film Hayya ini melanjutkan, Consina didukung oleh teknologi dan sumber daya manusia yang professional.

Owner Consina, Disyon Toba memastikan bahwa Consina terus maju dan berkembang meningkatkan kualitas produknya melalui inovasi untuk memberikan yang terbaik bagi para pelanggan. (rsa)

9,176 kali dilihat, 75 kali dilihat hari ini

Bantu Kami Meningkatkan Kualitas Informasi, Klik disini

Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Continue Reading

Berita

Anggaran Subsidi BBM, Gas Elpiji dan Listrik Dipangkas Pemerintah

Published

on

Sri Mulyani

Lampung.co – Alokasi anggaran untuk subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM), gas elpiji 3 kilogram, maupun listrik turun Rp12,6 triliun yang sebelumnya dari dari Rp137,5 triliun menjadi Rp124,9 triliun.

Penurunan tersebut setelah Menteri Keuangan Sri Mulyani mengubah alokasi anggaran subsidi energi pada RAPBN 2020 dengan rincian subsidi BBM turun Rp115,6 miliar dan subsidi LPG turun Rp2,6 triliun.

Kemudian, ada penurunan kurang bayar kewajiban subsidi energi pemerintah tahun lalu sebesar Rp2,5 triliun, sehingga total anggaran subsidi BBM dan LPG turun Rp5,2 triliun.

Lalu, pemangkasan yang terbesar pada anggaran subsidi listrik sebesar Rp7,4 triliun. Menurut Sri Mulyani, perubahan anggaran subsidi energi terjadi karena perkembangan ekonomi global.

“Anggaran subsidi turun akibat penurunan asumsi ICP ((Indonesian Crude Oils Price), lifting minyak dan gas, serta penurunan cost recovery,” ujar Sri Mulyani di Gedung DPR/MPR, Jakarta, Jumat (6/9/2019).

Asumsi ICP, kata dia, berubah dari US$65 per barel menjadi US$63 per barel. Ini terjadi karena ada perubahan pergerakan harga minyak mentah dunia di pasar internasional.

Kemudian, asumsi lifting minyak berubah dari 734 ribu menjadi 755 ribu barel minyak per hari. Namun, asumsi lifting gas tetap sesuai proyeksi awal sebesar 1,19 juta kiloliter setara minyak per hari.

Lalu, cost recovery juga turun dari US$11,58 miliar menjadi US$10 miliar. “Ini sudah diputuskan di Komisi VII lalu diteruskan di Panja Anggaran,” tandasnya. (*)

5,646 kali dilihat, 41 kali dilihat hari ini

Bantu Kami Meningkatkan Kualitas Informasi, Klik disini

Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Continue Reading

Banyak Dibaca