Menu

Kesenjangan Sosial Ekonomi di Indonesia Berpotensi Semakin Meningkat

  Dibaca : 1943 kali
Kesenjangan Sosial Ekonomi di Indonesia Berpotensi Semakin Meningkat
Ilustrasi

Lampung.co – Pergelaran Seminar Nasional dan Sidang Pleno Pengurus Pusat Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia ke XIX di Swiss-Bel Hotel, Bandar Lampung, Lampung, dibuka secara resmi pada Rabu (18/10) malam. Ketua Umum PP ISEI Muliaman D Hadad memaparkan tema besar acara itu adalah kesenjangan sosial ekonomi.

“Topik yang dibahas tahun ini sangat tepat, yaitu ekonomi dalam mengatasi kesenjangan,” kata Muliaman.

Bekas ketua dewan komisioner Otoritas Jasa Keuangan ini menuturkan, kesenjangan di Tanah Air meliputi dua aspek penting, yakni kesenjangan antarpopulasi dan kesenjangan pendapatan antardaerah.

Kemudian Muliaman mengutip laporan Bank Dunia berjudul “Indonesia’s Rising Divide“. Dalam laporan tersebut dikatakan Indonesia mengalami lonjakan kesenjangan sosial ekonomi secara drastis. Terhitung hanya 20 persen penduduk Indonesia yang bisa menikmati manfaat pertumbuhan ekonomi dalam satu dekade ini.

Dalam laporan itu juga diungkapkan, Indonesia menghadapi masalah konsentrasi kesejahteraan paling tinggi di dunia. Hanya 10 persen masyarakat Indonesia terkaya menguasai sekira 77 persen kekayaan negara.

“Pendapatan kekayaan ini terkadang dikenai pajak yang lebih rendah dibandingkan pendapatan pekerja,” sebut Muliaman.

Itu artinya, Indonesia diprediksi akan menghadapi permasalahan kesenjangan sosial ekonomi yang makin parah di masa mendatang. Ketidaksamaan kesempatan, ketidaksamaan dalam pekerjaan, terkonsentrasinya aset pada kelompok kaya, dan rendahnya resiliensi. Itulah di antara penyebab meningkatnya kesenjangan.

“Masalah kesenjangan sosial ekonomi saat ini sudah sangat dibutuhkan terobosan dalam penanganannya. Kesenjangan sosial ekonomi menjadi persoalan bersama. Meski pertumbuhan ekonomi cukup tinggi di atas rata-rata setiap tahunnya, jangan membuat terlena,” tambah dia.

Dia melanjutkan penjelasannya, secara spesifik ISEI akan mengutarakan ide ataupun gagasan untuk diusulkan kepada pemerintah. Dengan itu diharapkan kesenjangan sosial ekonomi dapat dikurangi.

Pada acara yang sama, Rabu (18/10), Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menilai masalah kesenjangan sosial ekonomi di Tanah Air semakin kompleks. Padahal, angka kemiskinan terus dipangkas dari 24 persen pada 1999 sampai menjadi 10,64 persen pada Maret 2017.

Menteri Darmin mengungkapkan, pemerintah sudah mengeluarkan kebijakan ekonomi dalam mengentaskan masyarakat dari kemiskinan. Kebijakan-kebijakan itu, antara lain, bantuan tunai bersyarat (Program Keluarga Harapan) sampai penyediaan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).

“Hal lain yang tidak kalah penting adalah pembangunan infrastruktur sebagai konektivitas,” ujar mantan gubernur Bank Indonesia ini. (Red)

Iklan Baris
Jasa pembuatan website untuk lembaga atau bisnis. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Banner Ads

- Iklan Layanan Masyarakat -
-Selamat Hari Raya Idul Fitri 1440 H-


Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional