Menu

Forum DRD Akan Bahas Cara Dongkrak Harga Singkong di Indonesia

  Dibaca : 453 kali
Forum DRD Akan Bahas Cara Dongkrak Harga Singkong di Indonesia

Lampung.co – Pemerintah berusaha mencari jalan keluar agar harga ubi kayu (Manihot utilisima) seluruh Indonesia kembali bagus. Pencarian solusi ini dilakukan lewat rapat koordinasi (Rakor) Forum Dewan Riset Daerah (DRD) se-Indonesia selama sehari di Hotel Emersia, Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung, Kamis (Besok, Red) 26 Oktober 2017.

Rakor yang diadakan bertema “Revitalisasi Agribisnis Ubikayu Hulu-Hilir Menuju Kemandirian Pangan, Energi, dan Industri Nasional”, hal ini mengingat, harga singkong jatuh tiga tahun belakangan ini dari Rp. 2000 per kg jadi Rp. 500 – Rp. 700 per yang merata hampir di seluruh provinsi di Indonesia. Untuk itu, pemerintah diharap menemukan jalan keluarnya.

Rakor akan dibuka di Gedung Pascasarjana Universitas Bandar Lampung (UBL), Rabu (25/10/2017), pukul 19.30 dan pembahasannya di Hotel Emersia, Kamis (26/10/2017), pukul 08.30 s/d 16.30 WIB.

Diketahui, berdasarkan rillis yang diterima Lampung.co ada tiga kementrian yang akan hadir, Kemetrian Ristek Dikti, Kementrian Pertanian, dan Kementrian Industri. Para pembicara dari Lampung adalah Kepala Balitbangda Lampung Ir. Mulyadi Irsan, MT., Ketua DRD Lampung Prof. Dr. Ir. Hasriadi Mat Akin, M. P., Wakil Ketua DRD Lampung Dr. Andi Desfiandi, SE., MA, pakar pertanian dan guru besar Faperta Unila Prof. Dr. Ir. Abbas Zakaria, MS.
Kenapa pembahasan dilakukan di Lampung? Hal ini dikarenakan Lampung sempat menjadi produsen terbesar singkong di Indonesia. Lampung memasok 36 persen produksi ubi kayu nasional.
Ahmad Muslimin, panitia Rakor Forum DRD ini mengatakan, menurut data BPS, Indonesia produksi 23 juta ton singkong segar setara dengan 8 juta ton chips singkong atau 6,4 juta ton tepung singkong. Namun, tingginya produksi singkong, belum memakmurkan rakyat karena anjloknya harga saat ini.

Senada, Menurut Kepala Balai Penelitian dan Pengembangan (Balitbangda) Provinsi Lampung Dr.Ir. Mulyadi Irsan, M.T., salah satu jalan keluarnya adalah memberi nilai tambah terhadap singkong menjadi berbagai produk.

“Singkong dapat dijadikan tepung mocaf sebagai pengganti terigu sehingga harganya bisa terdongkrak beberapa kali lipat. Ubikayu merupakan sumber pati yang sangat baik untuk bahan baku pangan, energi, dan industri. Sampai saat ini terus berkembang riset dan inovasi menuju diversifikasi produk pangan olahan yang menggunakan bahan utama ubi kayu,” terangnya.

Di Brazil, menurutnya, ubi kayu menjadi energi terbarukan bio fuel ramah lingkungan dan tanpa polusi. “Pati ubikayu dapat jadi pangan olahan seperti roti, biskuit, kue basah, dll. Selain itu, ubi kayu bahan baku industri nonpangan (energi, kosmetik, bio-farmaka, bioplastik, dll),” kata dia.

Sementara, Dr. H. Andi Desfiandi Alfian, S.E, M.A berharap rakor minimal mengeluarkan tiga rekomendasi, yakni pertama adanya riset agribisnis ubikayu dari hulu-hilir skala nasional, kedua komoditas ubikayu menjadi salah satu komuditas strategis nasional, dan ketiga perlu penguatan jejaring kelembagaan riset dan inovasi agribisnis ubikayu. (Rls)

Iklan Baris
Wooww... Undangan Pernikahan Murah Hanya Rp. 950. Telp/WA: 0857-8976-8640

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Banner Ads

- Iklan Layanan Masyarakat -


Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional