fbpx
Connect with us

Ekonomi

Bank Indonesia Masih Memproses Izin PayTren

Published

on

Izin PayTren

Lampung.co – Bank Indonesia (BI) masih menghentikan layanan pengisian ulang uang elektronik (e-money) kepunyaan PayTren. Perusahaan finansial teknologi transaksi pembayaran tersebut pun kini masih menunggu izin dari Bank Sentral.

“Mohon doa saja, yang penting dari kita sudah memenuhi segala apa yang dipersyaratkan dan yang diminta,” kata pendiri sekaligus Komisaris Utama PayTren Yusuf Mansur, Ahad (15/10), seperti dikutip dari republika.co.id.

Ia menambahkan, PayTren pun sudah memperbaiki segala hal yang BI minta untuk diperbaiki. Yusuf yakin dengan BI yang sedang memproses izin bagi PayTren.

“Biarkan proses BI menilai. Jangan sampai keganggu dengan segala pertanyaan kita. Yakin saja sama Allah dan baik sangka juga sama proses BI,” kata Yusuf.

Ia juga masih belum dapat menjawab kapan izin dari BI itu akan keluar.

“Allah dan Rasulnya mengajarkan untuk bersabar, berdoa, dan bertawakal,” tutur Yusuf.

Sebelumnya, BI telah menghentikan sementara layanan e-money PayTren lantaran total dana yang dikelola telah mencapai Rp 1 miliar. Meski demikian, Yusuf memastikan layanan PayTren lainnya semisal pembayaran listrik, pulsa, dan tiket masih dapat dilayani.

Sebelumnya memang telah dikabarkan bahwa sejumlah e-commerce sedang mengajukan izin untuk fitur isi ulang uang elektronik milik mereka, di antaranya Tokopedia, Shopee, dan Paytren. Hal itu disampaikan oleh Direktur Program Elektronifikasi Departemen Kebijakan dan Pengawasan Sistem Pembayaran BI, Pungky Purnomo Wibowo.

E-commerce itu belum boleh menyelenggarakan layanan isi ulang uang elektronik miliknya selama proses perizinan masih berlangsung.

“Yang wajib mengajukan permohonan izin sebagai penerbit adalah lembaga selain bank yang telah mengelola atau merencanakan pengelolaan dana float sebesar Rp 1 miliar atau lebih,” tutur Pungky.

Dana float maksudnya yaitu uang yang disimpan pada sisi kewajiban segera bank. Sebagai informasi, dana yang berada di uang elektronik disimpan dalam sisi kewajiban segera pada neraca bank.

Jika ada beberapa e-commerce atau lembaga selain bank yang telah menyelenggarakan kegiatan uang elektronik dan memiliki dana float senilai Rp 1 miliar atau lebih, maka lembaga tersebut harus mengajukan izin kepada BI sebagai otoritas sistem pembayaran. (Erwin/republika.co.id)

 813 total views,  9 views today



Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188

Berita

Restrukturisasi Kredit Jalan di Tempat, DPR Kritisi Pengawasan OJK

Published

on

Junaidi Auly
Anggota Komisi XI DPR RI Junaidi Auly | Foto: Ist.

Lampung.co – Anggota Komisi XI DPR RI asal Provinsi Lampung Junaidi Auly mengungkapkan dampak covid-19 telah memukul ekonomi Indonesia, bahkan hal tersebut terjadi bukan hanya di sektor formal tetapi juga di sektor informal.

Hal itu, kata dia, tentu memengaruhi kemampuan pelaku usaha dalam memenuhi kewajiban angsuran/cicilan ke sektor keuangan. Disamping itu potensi kredit macet dikhawatirkan akan meningkat signifikan, untuk itu penting stimulus bagi pelaku usaha khususnya UMKM.

Junaidi Auly melanjutkan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memang baru-baru ini mengeluarkan stimulus sebagai respon terhadap covid-19. Namun masih terdapat Industri yang belum mengimplementasikan kebijakan tersebut.

“Beberapa langkah stimulus restrukturisasi kredit/pembiayaan tersebut seperti jalan ditempat. Seharusnya restrukturisasi dapat benar-benar membantu jika benar-benar dieksekusi dan diawasi OJK,” kata diakepada wartawan, Minggu (5/4/2020).

Beberapa opsi stimulus restrukturisasi diantaranya penurunan suku bunga, perpanjangan jangka waktu, pengurangan tunggakan pokok, pengurangan tunggakan bunga, penambahan fasilitas kredit/pembiayaan, dan/atau konversi kredit/pembiayaan menjadi penyertaan modal sementara.

Politisi asal Lampung ini juga mengkritisi pengawasan OJK dalam rangka mendukung optimalisasi stimulus. “Saya berharap OJK harus benar-benar mengawal implementasi stimulus tersebut di lapangan, sehingga kondisi pelaku usaha saat ini bisa terbantu”, tutup Junaidi. (*)

 2,920 total views,  2,920 views today



Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Continue Reading

Berita

Gula Impor Masuk 150 Ribu Ton, Mentan: Stok Aman

Published

on

Syahrul Yasin Limpo
Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) | Foto: Ist.

Lampung.co – Kelangkaan kebutuhan sembilan bahan pokok atau sering disingkat Sembako di tengah pandemi Corona 19 saat ini juga mengakibatkan panic buying masyarakat di sejumlah daerah.

Salah satu yang termasuk dalam Sembako menurut Permendag 27/2017 adalah gula. Harga gula sendiri sempat menjadi sorotan Presiden Jokowi dalam rapat terbatas (Ratas) Kamis (2/4/2020) kemarin.

Tak hanya harga melambung tinggi yang menjadi persoalan, tapi kelangkaan juga terjadi termasuk di Provinsi Lampung karena diduga akibat penimbunan gula yang dilakukan oleh perusahaan.

Terkait masalah tersebut, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) meminta pabrik gula di Indonesia membantu ketersediaan gula konsumsi dan mempercepat pendistribusian ke masyarakat.

Hal itu diungkapkannya saat meninjau gudang raw sugar dan gudang produk milik PT. Permata Dunia Sukses Utama di Cilegon, Provinsi Banten, Jumat (3/4/2020) pagi.

“Kami yakin stok aman, kita punya persiapan 250.000 ton gula dari pabrik-pabrik yang ada, ditambah gula impor yang masuk hingga 150.000 ton,” kata SYL dikutip dari CNBC Indonesia.

Ia mengajak pabrik gula rafinasi untuk ikut membantu memenuhi kebutuhan gula masyarakat. “Kami minta untuk memproduksi gula pasir putih konsumsi dengan harga standard Rp. 12.500,” pintanya. (*)

 22,190 total views,  3,956 views today



Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Continue Reading

Berita

Perusahaan Timbun Gula, DPRD Lampung: Tidak Tepat Ambil Keuntungan Situasi Seperti Ini

Published

on

Mirzalie
Legislator Fraksi Partai Gerindra DPRD Provinsi Lampung, Mirzalie | Foto: Ist

Lampung.co – Komisi I DPRD Lampung menggelar hearing dengan Polda Lampung terkait permasalahan yang ada di Lampung, salah satunya temuan tim Mabes Polri soal penimbunan gula di Lampung yang menghebohkan masyarakat.

Legislator Fraksi Partai Gerindra DPRD Provinsi Lampung, Mirzalie meminta aparat bertindak tegas soal perusahaan yang melakukan penimbunan gula tersebut.

“Ini keuntungan, tapi mereka (perusahaan) tidak tepat kalau mengambil keuntungan dalam situasi (darurat wabah virus corona) seperti ini,” kata Mirzalie, Senin (23/3/2020).

Menurut dia, pihaknya memaklumi kalau berbicara bisnis, mengingat beberapa bulan lagi warga muslim akan menghadapi bulan Ramadhan dan Idul Fitri.

“Kalau indikasi penumpukan ini jelas orientasinya adalah keuntungan, kan begitu,” imbuhnya.

Jadi, kata dia, kita masih konsisten dengan pernyataan, apalagi dari pernyataan Polda bahwa tim itu menemukan bahwa ada penumpukan, hanya menunggu kewenangan penyelidikan dan penyidikan.

Dikatahui, Mabes Polri menyatakan telah menemukan dugaan penimbunan gula di Lampung oleh beberapa perusahaan dengan dengan jumlah yang besar, sekitar 70 – 100 ton. (*)

 14,385 total views,  69 views today



Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Continue Reading

Banyak Dibaca