fbpx
Connect with us

Ekonomi

3 Tahun Menjabat, JK: Pertumbuhan Ekonomi Masih di Bawah 7 Persen

Published

on

Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla

Lampung.co – Masa pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla (JK) telah memasuki tahun ketiga. Jusif Kalla yakin di sisa 2 tahun pemerintahannya ekonomi Indonesia bakal membaik.

“Kita harap untuk pertumbuhan akhir semester kedua ini dan 2018 diharapkan cukup baik dicapai,” ujar JK.

Dia mengungkapkan, dalam tiga tahun ini beberapa survey sudah mengungkap hasil kepuasan masyarakat yang berada di atas 60 persen terhadap pemerintah. Walaupun target pertumbuhan ekonomi 7 persen tak tercapai. Namun, hal itu juga dipengaruhi oleh ekonomi dunia yang tengah tidak baik.

“Kita optimis tahun depan ini karena ekonomi dunia membaik,” kata JK.

“Menurut IMF akhir 2017 sampai 2018 itu terbaik. Tentu efeknya ke komoditi,” lanjutnya.

“Sekarang batu bara telah kembali ke 160 lebih, sawit juga sudah mulai membaik. Dua komoditas itu yang paling mempengaruhi ekonomi kita, ekspor kita,” tambah dia.

JK menilai, Indonesia memerlukan banyak lapangan kerja dan juga iklim perdagangan yang baik.

“Kita butuh pendapatan masyarakat (dan) produktivitas naik,” tukas JK.

Wakil Presiden Jusuf Kalla mengharapkan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan lebih baik lagi ke depannya.

Seperti diketahui, pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) baru saja genap berusia 3 tahun. Namun selama 3 tahun itu, banyak yang sudah dikerjakan untuk memenuhi janji-janji kampanye. Meski, tidak sedikit yang meleset dari janji dan tidak dapat direalisasikan pemerintah.

Di antara janji kampanye yang sulit diwujudkan yaitu pertumbuhan ekonomi di angka 7 persen. Kondisi pertumbuhan ekonomi saat ini masih berkutat di level 5 persen. Hal itu berarti masih defisit 2 persen guna menggenapi pertumbuhan ekonomi 7 persen sebagaimana dinyatakan dalam kampanye. Meski tersisa waktu 2 tahun lagi, rasanya nyaris mustahil janji tersebut bakal bisa ditepati. Sebab, situasi dan kondisi dalam tren sedang tidak menentu.

”Saya rasa tidak mungkin 7 persen. Bisa mempertahankan 5,1 persen saat ini sudah luar biasa. Itu sudah oke mengingat tantangan ekonomi luar biasa,” ujar Rektor Universitas Paramadina, Firmanzah.

Mantan Dekan Fakultas Ekonomi UI itu menambahkan, pemerintah menghadapi banyak tantangan. Di antaranya, jamak diketahui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018 mesti ditutupi dengan utang luar negeri. Keadaan itu tidak sehat kalau dibiarkan. Pemerintah mesti mewaspadai utang karena dapat mengancam fiskal. (Erwin/detik.com)

 1,722 kali dilihat,  3 kali dilihat hari ini



Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188

Berita

Komite IV DPD RI Sambut Baik Kerja Sama Japnas dengan OJK Lampung

Kolaborasi memang dibutuhkan pada masa sekarang. Japnas dan OJK bisa saling menguatkan

 5,658 kali dilihat,  17 kali dilihat hari ini

Published

on

Abdul Hakim
Anggota DPD RI asal daerah pemilihan Lampung Abdul Hakim | Foto: Ist.

Lampung.co – Anggota DPD RI daerah pemilihan Lampung Abdul Hakim merespons penjajakan kerja sama antara Jaringan Pengusaha Nasional (Japnas) Lampung dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Lampung.

Anggota Komite IV itu mengatakan, kolaborasi memang dibutuhkan pada masa sekarang. Japnas dan OJK bisa saling menguatkan. “Tujuannya, membangun ekonomi daerah ini supaya lebih berkembang,” kata Abdul Hakim, Sabtu (9/10/2021).

Abdul Hakim menjelaskan, soal keuangan, UMKM, koperasi, dan dana desa memang menjadi fokus kerjanya di Komite IV DPD RI. Maka itu, setiap perkembangan lembaga negara yang menjadi mitra Komite IV ia upayakan merespons dengan baik.

Dia juga juga mengatakan, pihaknya berusaha menjembatani antara setiap pemangku kepentingan. Tujuannya, agar ada sinergi sehingga kerja bersama bisa dilakukan sampai hasilnya optimal.

“Sejauh ini OJK sudah banyak melakukan pendampingan kepada pengusaha, khususnya mereka yang baru memulai dalam bentuk UMKM. OJK juga selama ini menjadi mitra yang baik bagi Komite IV,” ujarnya.

Dirinya berharap ingin Japnas memanfaatkan akses yang ada untuk penguatan anggota. “Sehingga pengembangan bisnis semua anggota Japnas makin besar,” tandasnya. (*)

 5,659 kali dilihat,  18 kali dilihat hari ini



Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Continue Reading

Berita

Majukan Perekonomian Lampung, Japnas Jajaki Kerja Sama dengan OJK

Japnas merasa mempunyai tanggung jawab dalam memajukan ekonomi Lampung. Kerja yang kolaborasi, kata Hendri, kini sudah menjadi kebutuhan untuk kemaslahatan bersama.

 5,455 kali dilihat,  17 kali dilihat hari ini

Published

on

OJK Lampung
OJK Lampung | Foto: Ist.

Lampung.co – Jaringan Pengusaha Nasional (Japnas) Lampung menjajaki kerja sama dengan Otoritas Jasa Keungan (OJK) Lampung. Demikian disampaikan Ketua Japnas Lampung Hendri Irawan.

Japnas merasa mempunyai tanggung jawab dalam memajukan ekonomi Lampung. Kerja yang kolaborasi, kata Hendri, kini sudah menjadi kebutuhan untuk kemaslahatan bersama.

Hendri mengatakan, pihaknya sudah membangun e-commerce dalam bentuk japnas.com dan japnas.org. Dia juga memaparkan beberapa anggota Japnas juga sedang persiapan untuk melantai di pasar saham dalam penerbitan saham perdana atau IPO.

Kepala OJK Lampung Bambang Hermanto merespons peluang kerja sama dengan Japnas. Bambang mengatakan, pihaknya juga membutuhkan kerja sama dengan seluruh pengusaha. Soal restrukturisasi, ia mengatakan, diperpanjang sampai dengan 2023.

“Ini diharapkan mendukung program para pengusaha dalam mengembangkan bisnisnya di tengah masih berlangsungnya pandemi covid-19,” kata Bambang.

Bambang mengaku, OJK juga siap memberikan akses pelatihan dan pendampingan untuk para pengusaha. Pihaknya juga sudah meneken kerja sama dengan Kementerian dan Bank Indonesia.

“Kami harap debitur dibuat cluster-nya. Sehingga produksinya bisa nyaman dan mudah dalam penjualan. Kami harap juga bisa bareng mengadakan program. OJK yang mengkonsolidasikan perbankan, pembelinya bisa dari Japnas,” ujar Bambang.

Bambang juga menjelaskan, pihaknya sudah menginisiasi Forum Ekspor Lampung (Fela). Ini dibuat untuk mempermudah pelaku usaha dalam meningkatkan akses ekspor. (*)

 5,456 kali dilihat,  18 kali dilihat hari ini



Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Continue Reading

Berita

Dinas Koperasi Diminta Proaktif Berikan Pendampingan Kepada UMKM

Abdul Hakim meminta Dinas Koperasi proaktif dalam memberikan pendampingan kepada UMKM. Dengan begitu ada sinergi yang bisa dibangun untuk optimalisasi ekonomi desa.

 8,170 kali dilihat,  17 kali dilihat hari ini

Published

on

Abdul Hakim
Abdul Hakim melakukan kunjungan kerja di Dinas Koperasi Provinsi Lampung | Foto: Ist.

Lampung.co – Anggota DPD RI asal daerah pemilihan Lampung Abdul Hakim melakukan kunjungan kerja di Dinas Koperasi Provinsi Lampung, Selasa (5/10/2021). Senator Lampung itu diterima Kepala Dinas Samsurizal dan Sekretaris Dinas A Rozali.

Anggota Komite IV itu mengatakan, ia sedang berupaya mendorong dan memfasilitasi terbentuknya Kampus Desa Emas di seluruh Lampung. Kampus Desa Emas, ujar Abdul Hakim, adalah perwujudan dari Gerakan Desa Emas yang diinisiasi Yayasan Desa Emas yang dipimpin Aries Mufti.

Di Lampung, Abdul Hakim didapuk sebagai salah seorang dewan pembina. Dia menjelaskan, gerakan Desa Emas merupakan ikhtiar mewujudkan kemandirian desa dengan mengangkat potensi ekonomi di tiap desa.

“Sedangkan Kampus Desa Emas adalah instrumen mendidik para patriot desa sebagai pelopor kebaikan dan pengembangan ekonomi kreatif di desa masing-masing sesuai dengan potensi wilayah,” jelasnya.

Abdul Hakim menambahkan, ia juga selalu mendorong agar UMKM di tiap desa membentuk koperasi sehingga berbadan hukum dan bisa mengakses permodalan dan pendampingan dari banyak lembaga.

“Dengan berkoperasi, usaha masyarakat akan lebih kuat karena dikerjakan secara bersama-sama,” kata Hakim. Dia meminta Dinas Koperasi proaktif dalam memberikan pendampingan kepada UMKM. Dengan begitu ada sinergi yang bisa dibangun untuk optimalisasi ekonomi desa.

“BUMDes yang ada juga bisa dioptimalkan untuk mengangkat ekonomi desa. Maka itu, dibutuhkan peran dari banyak pemangku kepentingan untuk melejitkan perekonomian desa,” tandasnya. (*)

 8,171 kali dilihat,  18 kali dilihat hari ini



Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Continue Reading

Banyak Dibaca