Menu

Solusi Penanganan Sampah Plastik Yang Bernilai Ekonomis

  Dibaca : 290 kali
Solusi Penanganan Sampah Plastik Yang Bernilai Ekonomis
Hendro Wibowo menunjukan paving blok dari bahan sampah plastik hasil karyanya | Foto: Ist.

Lampung.co – Sebelumnya kita sudah mambahas masalah ancaman sampah plastik yang diperkirakan 6,3 miliar ton sampah plastik mengancam kehidupan di bumi.

Bahkan pada tahun 2016, Indonesia dinobatkan sebagai negara penyumbang sampah plastik ke laut terbesar kedua setelah Cina yang telah membunuh jutaan hewan laut setiap tahun.

Fakta ini mengingatkan kita bahwa sampah plastik di Indonesia sangat mengkhawatirkan. Namun tak sedikit masyarakat yang sudah mengelola sampah plastik menjadi bernilai ekonomis.

Diberitakan sebelumnya, UKM Maharipal UIN Raden Intan tanggulangi sampah plastik dengan metode Ecobricks. Lain lagi dengan Hendro Wibowo yang menyulapnya menjadi paving blok.

Dikutip dari Kompas, warga Perumnas Blok L, Desa Sukaluyu, Kecamatan Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang ini mengubah sampah plastik menjadi paving blok yang benilai ekonomis.

Inovasinya ini tidak hanya menggunakan sampah plastik yang sulit diatasi, tapi limbah styrofoam yang tidak bisa terurai secara alami ini juga turut dimanfaat dimanfaatkan oleh Hendro.

“Bahan bakunya menggunakan limbah atau sampah plastik nonekonomis, yang dicampur dengan limbah styrofoam dan pasir,” kata Hendro, Minggu (31/3/2019).

Paving blok dari plastik dinilai lebih kuat dan lentur dengan daya tekan ditaksir bisa mencapai 20 hingga 30 ton. Produk ini disebut lebih awat dari paving blok biasa karena tidak terkikis air.

Pembuatan paving blok dari sampah plastik, kata Hendro, sudah mulai menggaung sejak 2008. Satu buah paving blok membutuhkan lima sampai tujuh kilogram sampah plastik.

Angka tersebut menunjukan bahwa inovasi ini sangat efektif untuk mengatasi masalah sampah platisk. Terlebih jika paving blok ini telah diproduksi secara massal seperti harapan Hendro.

Sebab, kata Hendro, produksi massal dengan sentuhan teknologi tepat guna, paving ini mampu menurunkan beban penggunaan plastik dan bisa mengkaryakan masyarakat.

“Dari sisi ekonomi, paving ini cukup menjanjikan. Satu paving blok bisa dijual dengan harga Rp 7.000 hingga Rp 10.000 per blok,” jelas Hendro.

Dia mengaku sudah bergelut dengan sampah sejak 2010 lalu, namun penanganan sampah baru sebatas artifisial. Artinya, penanganannya baru sebatas pengorganisasian masyarakat.

Menurutnya pengorganisasian masyarakat untuk penanganan sampah baik untuk program jangka pendek. Dan hanya bisa mengangani sekian persen dari total sampah yang dihasilkan.

Iklan Baris
Wooww... Undangan Pernikahan Murah Hanya Rp. 950. Telp/WA: 0857-8976-8640

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Banner Ads

- Iklan Layanan Masyarakat -
-Marhaban Ya Ramadhan-


Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional