fbpx
Connect with us

Profil

Shaela Hani, Presenter Cantik Si Tukang Make Up

Published

on

Shaela Hani

Lampung.co – Orangnya ramah dan mudah bergaul. Senyumnya saat menyapa lepas tak dipaksakan. Shaela Hani, namanya. Dara asal Kota Metro ini merupakan salah satu presenter salah satu televisi swasta untuk konten lokal Lampung.

Shaela lahir 19 Oktober 1993. Lulusan S1 ilmu komunikasi Unila ini telah malang melintang di dunia entertain sebagai presenter. Ia juga pernah menjadi public relation di sebuah hotel di Lampung. Bahkan, ia juga pernah menyabet juara 2 kategori presenter dalam ajang Lampung Got Talent (Lampung Fair 2012).

Saat berbincang dengan Lampung.co, Shaela mengatakan, dirinya sejak kecil memiliki cita-cita sebagai penyiar radio. “Tapi malah sampai sekarang nggak pernah kesampean, nggak sengaja coba-coba pas kuliah daftar di tv dan keterima,” ceritanya.

Selain itu ia juga bercerita ia sempat memutuskan untuk berhenti dari dunia presenter dan bekerja di hotel sebagai public relation. Tapi tak lama ia kembali memutuskan untuk menggeluti sebagai presenter. “Tapi nggak hanya presenter aja. Sekarang ke make up juga. Ya inilah semua yang ditekuni berawal dari hobi, jarang cocok di makeupin sama orang. Akhirnya suka makeup sendiri kalau ada acara gitu. Namanya hobi kan harus disalurkan ke hal yang positif, ya jadilah MUA,” kata dia.

Shaela Hani pun menceritakan tentang pengalamanya make up seseorang klien pertamanya. “Klien pertama waktu itu makeup perpisahan SMA. Sekarang klien sudah mulai bertambah. Ada yg tau dari instagram maupun dari mulut ke mulut,” ujarnya sambil tersenyum.

Ia tak mematok tarif make upnya dengan harga tinggi. “Harga makeup graduation dan party start dari Rp. 150 ribu. Pre wedding mulai dari Rp. 250 ribu. Bisa makeup wedding dan sewa kebaya Juga,” tutup pemilik hansbeauty make up tersebut yang juga mengatakan ia kerap menerima permintaan untuk memberikan pelatihan make up. (Goy)

 9,039 kali dilihat,  4 kali dilihat hari ini

Tim Redaksi media online Lampung.co menerbitkan berita-berita khusus, termasuk berita advertorial. Hubungi tim redaksi melalui email redaksi@lampung.co atau WhatsApp 0811-790-1188

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Berita

Komisioner KPU Termuda, Juniantama Ade Putra: Saya Ingin Majukan Demokrasi di Pringsewu

Published

on

Juniantama Ade Putra

Lampung.co – Sejumlah 75 anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) 15 Kabupaten/Kota se Provinsi Lampung dilantik KPU RI di Jakarta, Kamis (21/11/2019) lalu. Mereka berangkat dari Kantor KPU Lampung sejak Rabu (20/11/2019) malam.

Masing-masing daerah diisi oleh lima orang komisioner pilihan melalui beberapa tahapan proses seleksi yang cukup panjang. Mulai dari tes CAT, tes psikologi, tes kesehatan dan wawancara.

Tak terkecuali Juniantama Ade Putra, Ssos. yang lolos seleksi untuk menjadi Komisioner KPUD Kabupaten Pringsewu periode 2019-2024. Dari lima orang yang terpilih, dia memduduki urutan empat.

Lampung.co mencoba menelusuri jejak tokoh pemuda bumi Jejama Secancanan yang lahir di bulan Juni 1989 itu. Ternyata pria yang belum genap usia 31 tahun tersebut sudah aktif dan di organisasi sejak masih duduk di bangku perkuliahan.

Selama mengenyam pendidikan di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Lampung (Unila) Indra -sapaan akrabnya- tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).

Tak hanya berkiprah dikampusnya saja, ditengah kesibukannya menjalani rutinitas perkuliahan, dia juga pernah menjadi pengurus HMI cabang Kota Bandar Lampung periode 2011-2012.

Keluar dari dunia kampus, modal pengalaman organisasi yang mumpuni, Indra dipercaya untuk memegang pucuk pimpinan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Pringsewu periode 2018-2021.

Tidak hanya sampai disitu, membawa visi untuk memajukan demokrasi di Kabupaten Pringsewu, putra sulung dari lima bersaudara ini mengikuti proses seleksi dan terpilih menjadi anggota KPU periode 2019-2024.

“Dengan pengalaman yang ada, saya ingin berkontribusi untuk memajukan demokrasi di Pringsewu. Mohon doa agar tetap amanah dan istiqomah dalam mengemban amanah ini,” kata Indra kepada Lampung.co, Senin (25/11/2019).

Karena karirnya di usia yang baru memasuki kepala tiga, warga Pekon/Desa Tanjung Rusia, Kecamatan Pardasuka, Kabupaten Pringsewu tersebut tercatat sebagai Komisioner KPU termuda di Provinsi Lampung. (doy)

 38,562 kali dilihat,  21 kali dilihat hari ini

Continue Reading

Berita

Selly Hobat, Ladies Grasstrack asal Lampung Tuai Prestasi Nasional

Published

on

Selly Hobat

Lampung.co – Nama Selly Marselia atau lebih akrab dipanggil Selly Hobat memang tak sementreng sosok presenter olahraga Selly Adelia yang juga salah satu anggota geng Girls Squad.

Tapi setidaknya Selly yang berasal dari Lampung Barat ini memiliki gelutan yang sama dengan Selly Girls Squad yaitu dunia olahraga.

Selly Hobat merupakan sedikit dari wanita yang hobi menggeluti dunia olahraga ekstrim Grasstrack. Sesuai dengan nama bekennya “Hobat” singkatan dari Hobi Bareng Anak Trail.

Kenal dunia ekstrim sejak masih tinggal di Tribudi Makmur, Kebun Tebu, Lampung Barat, Selly Hobat kini dijuluki Ratu Penguasa Grasstrack Kelas Wanita karena berbagai prestasi yang telah diraihnya.

Wanita cantik dan energik ini sedang mengenyam pendidikan di Universitas Siliwangi Tasikmalaya mengambil program studi Pendidikan Jasmani (Penjas) sehingga banyak menorehkan prestasi di pulau Jawa.

“Iya sekarang aku di Jabar, lagi kuliah. Kalau untuk motor sih aku udah hobi sejak di Lampung Barat,” ujarnya saat berbincang dengan Lampung.co melalui pesan elektronik, Senin (24/9/2018).

Meski sudah mengenal dunia trail sejak masih tinggal di Lampung Barat, Ladies grasstracker andalan tim CDRT 58 ini mulai menuai prestasi sejak tinggal di Jawa Barat.

“Kalo di Lambar aku baru kenal sama grasstrack, Dan setelah ke Jabar sering banget ikutan event, dan Alhamdulilah setiap event yang diikutin selalu naik podium. Kalaupun tidak podium pasti ada kendala di motor,” jelasnya

Selly Marselia

Ladies grasstrack Selly Marselia alias Selly Hobat | Foto: Hereuy Photography

Saat disinggung soal prestasi yang paling berkesan, wanita yang suka meneber senyum tipis ini mengaku sedikit kebingungan meski kemudian terungkap dengan sedikit desakan.

“Yang paling berkesan ya? Yang paling berkesan sih banyak. Yang terakhir aja, Kejurda Banten seri 2, disana aku keluar sebagai juara umum dengan total poin full 50,” terangnya.

Namun ternyata bukan perolehan juara umum katagori Open Wanita tersebut yang menjadi alasan event itu menjadi berkesan.

“Berkesannya dikarenakan perjalanan yang amat sangat jauh dan melelahkan. Kebetulan waktu itu aku sampe kosan jam 8 pagi dan harus tetap masuk kuliah jam 8.30. Ga ada jeda waktu buat istirahat,” imbuhnya.

Menurut Ladies grasstrack yang mengaku akan istirahat nge-track setelah menikah ini, wanita itu tidak lemah, tidak hanya bisa melakukan hal-hal yang mudah dan tidak hanya dandan atau ke mall saja.

“Wanita juga bisa melakukan yang laki-laki lakukan karena sebenarnya wanita itu kuat,” tutup Selly Hobat.

Diketahui, Selly Marselia alias Selly Hobat meraih juara umum Open Wanita Kejurda Grasstrack IMI Banten 2018 Seri 2 pada 8-9 September 2018 lalu. (doy)

 14,161 kali dilihat,  9 kali dilihat hari ini

Continue Reading

Berita

Meski Tunanetra, Remaja Putri 11 Tahun Asal Lampung Ini Hafidzah Quran

Published

on

rina maulida

Lampung.co – Meski memiliki keterbatasan fisik tak menjadi hambatan remaja putri asal Lampung berusia 11 tahun ini untuk menghapalkan Al Quran.

Kini, Rina Maulida si remaja penyandang tunanetra dikenal sebagai Hafidzah Quran. Seperti yang ditayangkan di Selamat Pagi Indonesia Metro TV dilansir Lampung.co saat menyaksikan siaran tentang Rina Maulida.

Terlihat, keterbatasan fisik yang terjadi pada putri pasangan Ridwan dan Zulina Wati, warga Desa Condong, Kalianda, Lampung Selatan tersebut tak menghalanginya untuk menghapal Al-Quran setiap hari.

Bahkan, dalam kurun waktu empat tahun Rina belajar mengaji dan menghafalkannya, kini dirinya telah hafal 30 Juz Al-Quran.

Rina memang sudah mengalami keterbatasan sejak kecil dalam membaca dan menulis. Kelainan pada kedua bola mata yang dialami Rina sejak kecil, kini haya bisa digunakannya untuk melihat apa yang ada dihadapannya tak lebih dari jarak 1 meter saja.

Rina yang dikenal sosok yang baik, ramah dan mandiri ini, kalau menonton televisi, Rina lebih menyukai menyaksikan acara keagamaan.

Baginya memang tak ada alasan untuk tidak belajar Agama Islam, apalagi untuk menghapalkan Al Quran. Rina pun belajar mengaji dengan guru ngajinya yang bernama Zaenab, di TPA Al Islan yang tak jauh dari rumahnya.

Sebagai guru ngaji, Ustadzah Zaenab membimbing Rina dengan tekun dan sabar. Sampai akhirnya Rina setiap harinya dapat menghapal 3 sampai 5 ayat suci Al Quran.

Untuk membantu menghapalkan ayat-ayat Al Quran peran sang ibunda saat dirumah juga dengan telaten memberikan bimbingan kepada anaknya tersebut untuk melakukan pengulangan atas apa yang telah dihapalkannya di TPA.

“Rina kalau pulang ngaji ketika mau tidur dihapalkannya lagi ayat-ayat yang telah didapatkannya,” terangnya.

Kini, meski telah hafal 30 juz ayat suci Al Quran, Rina tak berhenti untuk belajar dan terus mengasah hapalannya. Sang guru pun terus memberikan bimbingan kepada Rina hingga diharapkan Rina dapat fasih melantunkan ayat suci Al Quran. (*/goy)

 11,051 kali dilihat,  11 kali dilihat hari ini

Continue Reading

Banyak Dibaca