Menu

Pentingnya Skeptisisme Dalam Menentukan Pilihan Politik

  Dibaca : 246 kali
Pentingnya Skeptisisme Dalam Menentukan Pilihan Politik
Ilustrasi Politik | Foto: Ist.

Lampung.co – Skeptisisme merupakan sebuah paham yang memandang segala sesuatu selalu tidak pasti. Dalam penggunaan sehari-hari skeptisisme bisa berarti suatu sikap keraguan atau disposisi untuk keraguan baik secara umum atau menuju objek tertentu.

Bisa juga dikatakan sebagai sebuah metode mendapatkan pengetahuan melalui keraguan sistematis dan terus menerus melakukan poses pengujian. Selain itu, metode intelektual kehati-hatian dan pertimbangan yang ditangguhkan, atau kritik yang karakteristik skeptis.

Dalam bukunya The Black Swan, Nassim Nicholas Taleb mengungkapkan bahwa Skeptisisme memang lebih berkembang di kalangan intelektual. Hal ini tidak lepas dari semakin maraknya kebohongan dan kemunafikan serta kepercayaan dan integritas yang diragukan.

Skeptisisme ini sangat penting dalam mengatasi masalah ‘Efek Halo’ yang selalu memberikan kesan menyeluruh terhadap seseorang karena menggeneralisasi salah satu karakteristiknya. Efek Halo ini melahirkan fanatisme akut yang sering membuat seseorang cendrung ‘Cherry Picking’.

Cherry Picking merupakan logical fallacy atau kesalahan logika, dimana seseorang membangun argumentasi hanya berdasar atas pendapat atau data yang menyokong apa yang diklaimnya saja, tanpa mempertimbangkan keseluruhan data yang sebagiannya membantah klaimnya tersebut.

Dari uraian diatas, Skeptisisme ini memiliki pengaruh yang cukup signifikan dalam menentukan perilaku politik seseorang. Karena dengan Skeptisisme, seseorang akan lebih objektif dalam berpandangan terhadap suatu masalah sehingga bisa jernih dalam menentukan pilihan.

Sudijono Sastroatmodjo (1995) dalam bukunya Perilaku Politik mengatakan perilaku politik adalah tindakan yang dilakukan oleh pemerintah ataupun masyarakat berkaitan dengan tujuan dari suatu masyarakat, kebijakan untuk mencapai suatu tujuan, serta sistem kekuasaan yang memungkinkan adanya suatu otoritas untuk mengatur kehidupan masyarakat kearah pencapaian tujuan tersebut.

Sementara Ramlan Surbakti (1992) dalam bukunya Memahami Ilmu Politik memandang perilaku politik sebagai kegiatan yang berkenaan dengan proses pembuatan dan pelaksanaan keputusan politik.

Sebagai insan politik setiap warga negara Indonesia tentunya tak lepas dari tindakan politik. Dengan demikian perilaku politik merupakan tindakan masyarakat atau pemerintah yang berkaitan dengan kepentingan atau pencapaian tujuan keputusan politik.

Oleh karena itu, untuk mencapai keputusan politik yang terbaik kita harus melakukan poses pengujian dengan penuh kehati-hatian dan pertimbangan dalam mengambil tindakan. Katakanlah dalam hal menentukan pilihan terhadap kontestan politik yang akan menentukan masa depan bangsa selama lima tahun kedepan.

Seseorang harus lepas dari jebakan fanatisme dalam menentukan pilihan pada kontestasi politik karena termakan opini tanpa kritik. Termasuk juga hal yang bersifat pragmatis dengan membenarkan hasil yang bermanfaat secara praktis seperti politik uang.

Iklan Baris
Wooww... Undangan Pernikahan Murah Hanya Rp. 950. Telp/WA: 0857-8976-8640

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Tags
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Banner Ads

- Iklan Layanan Masyarakat -
-Marhaban Ya Ramadhan-


Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional