Menu

Minuman Beralkohol Lebih Kejam dari Penyakit TBC, Ini Faktanya

  Dibaca : 157 kali
Minuman Beralkohol Lebih Kejam dari Penyakit TBC, Ini Faktanya
Ilustrasi Minuman Beralkohol Wine | Foto: Ist.

Lampung.co – Minuman beralkohol (Minol) merupakan minuman yang mengandung etanol. Etanol adalah bahan psikoaktif dan mengkonsumsinya dapat menyebabkan penurunan kesadaran.

Bila dikonsumsi berlebihan, minuman beralkohol dapat menimbulkan efek samping ganggguan mental organik (GMO), yaitu gangguan dalam fungsi berpikir, merasakan, dan berprilaku.

Karena sifat adiktif alkohol itu, orang yang meminumnya lama-kelamaan tanpa sadar akan menambah takaran/dosis sampai pada dosis keracunan atau mabuk.

Mereka yang terkena GMO biasanya mengalami perubahan perilaku, seperti misalnya ingin melakukan tindakan kekerasan.

Selain itu juga tidak mampu menilai realitas, terganggu fungsi sosialnya, dan terganggu pekerjaannya. Perubahan fisiologis juga terjadi, seperti berjalan limbung atau muka merah.

Perubahan psikologis yang dialami oleh konsumen misalnya mudah tersinggung, bicara mengawur, atau kehilangan konsentrasi.

Tak hanya sampai disitu, mengkonsumsi minuman beralkohol yang berlebihan juga bisa menyebabkan kematian. Bahkan kasus kematian akibat alkohol ini tidak sedikit.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia WHO, setiap tahunnya di dunia lebih banyak orang tewas akibat konsumsi alkohol daripada akibat AIDS, TBC dan kejahatan dengan kekerasan.

WHO memperingatkan dampak fatal dari konsumsi alkohol. Sekitar 3,3 juta jiwa tewas di tahun 2012 sehubungan dengan konsumsi alkohol yang berlebihan, demikian dinyatakan WHO.

Konsumsi alkohol yang berlebihan meningkatkan risiko timbulnya lebih dari 200 penyakit, termasuk siroris hati, tuberkolosis dan beberapa jenis kanker.

Selain itu, konsumsi alkohol yang tidak bertanggung jawab merupakan salah satu penyebab terjadinya kecelakaan dan tindak kekerasan.

Direktur WHO di bidang penyalahgunaan alkohol, Shekhar Saxena mengatakan, konsumsi alkohol merupakan masalah serius.

Menurut laporan WHO, masyarakat Eropa menduduki urutan tertinggi dalam hal konsumsi minuman beralkohol.

Rata-rata setiap warga Eropa meminum 10,9 liter alkohol murni per tahun, diikuti oleh warga di benua Amerika, 8,4 liter.

Sementara di Asia, Jepang merupakan negara teratas dalam konsumsi alkohol, di mana penduduknya mengkonsumsi 6,8 liter alkohol murni setiap tahunnya.

Sementara di Jerman, pertahunnya rata-rata setiap orang mengkonsumsi 11,8 liter alkohol murni atau sebanding dengan 500 botol bir.

Berikut fakta dan mitos seputar minuman keras (Miras) dilansir dari laporan Deutsche Welle Indonesia yang terbit tanggal 31 Agustus 2015;

Konsumsi Alkohol Memicu Penyakit
Hasil riset terbaru WHO tunjukkan fakta, konsumsi di atas 15 liter alkohol murni per tahun, memicu munculnya lebih 200 penyakit kronis diantarnya kanker dan sirosis hati.

Setiap tahunnya lebih 3,3 juta orang meninggal sebagai dampak konsumsi minuman beralkohol berlebihan.

Juara menenggak alkohol sedunia adalah warga Belarusia (17,5 liter) dan Rusia (15,1 liter) biasanya berupa minuman keras vodka.

Segelas Anggur Jaga Kesehatan?
Riset ilmiah terbaru menepis asumsi minum satu atau dua gelas anggur dalam sehari dapat menjaga kesehatan yang sudah dianut beberapa dekade itu.

Mitos kuno yang menyebut minum satu atau dua gelas anggur sehari, bisa menjaga kesehatan jantung dan memperpanjang umur itu merupakan hasil penelitian lama yang dianggap bias.

Pasalnya dalam riset terdahulu, tidak dibedakan antara bukan peminum dan bekas peminum yang menghentikan kebiasaannya.

Orang Asia Tak Tahan Alkohol
Pada kebanyakan etnis di Asia enzim yang bertugas melakukan metabolisme alkohol dalam tubuh relatif tidak terlalu aktif.

Artinya orang Asia akan lebih cepat mabuk dan tak tahan minuman beralkohol. Walau ada kecenderungan lain, warga Jepang dan Cina mungkin lebih terbiasa dengan minuman beralkohol.

Perempuan Lebih Mudah Mabuk
Ukuran badan dan komposisi tubuh memainkan peranan utama dalam toleransi alkohol pada perempuan.

Tubuh perempuan mengandung lebih banyak lemak, hingga alkohol lebih terkonsentrasi. Selain itu perempuan memproduksi lebih sedikit enzim metabolisme alkohol.

Sementara tubuh pria mengandung lebih banyak air, dan menyebarkan alkohol ke seluruh tubuh. Jadi toleransi alkohol kaum perempuan lebih rendah.

Sulit Kendalikan Emosi
Alkohol memicu peminumnya menjadi lebih enerjik dan lebih gampang gembira, karena berfungsi sebagai represan.

Kerugiannya, akibat inhibitor sistem saraf pusat itu, peminum alkohol sulit mengendalikan emosinya dan lambat reaksi motoriknya.

Itu sebabnya acara akbar semacam laga sepakbola bisa lebih meriah akibat penonton mengkonsumsi alkohol dan juga lebih mudah rusuh karena emosi sulit dikontrol. (*)

Iklan Baris
Jasa pembuatan website untuk lembaga atau bisnis. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Tags
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Banner Ads

- Iklan Layanan Masyarakat -
-Selamat Hari Raya Idul Fitri 1440 H-


Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional