fbpx
Connect with us

Lifestyle

Tips Kerja Lebih Produktif dengan Memanfaatkan Fitur dari Google

Sistem hybrid working menjadi norma umum di tahun baru ini. Guna meningkatkan efektivitas kerja, berikut delapan tips agar lebih produktif dengan memanfaatkan fitur dari google

 4,618 kali dilihat,  2 kali dilihat hari ini

Published

on

Lowongan Kerja
Ilustrasi | Foto: Ist.

Lampung.co – Sistem hybrid working menjadi norma umum di tahun baru ini. Meskipun sistem ini sudah mulai diterapkan oleh sebagian besar orang sejak tahun lalu, transisinya bukan proses yang mudah dan cukup memakan waktu.

Guna meningkatkan efektivitas dalam proses transisi ini, berikut delapan tips memaksimalkan fitur Google yang bisa dicoba untuk tahun 2023 yang lebih produktif!

Manajemen waktu

Anda memiliki jadwal yang padat? Manfaatkan fitur kategorisasi warna pada Google Kalender untuk mengatur pembagian waktu kerja Anda. Dengan memberi warna (color code) pada setiap kegiatan, Anda bisa lebih menyeimbangkan penggunaan waktu antar aktivitas untuk mencapai tujuan Anda.

Atur informasi waktu dan lokasi kerja

Anda bisa menambahkan informasi lokasi tempat Anda bekerja, sehingga rekan kerja Anda dapat menjadwalkan waktu rapat tatap muka jika diperlukan.

Luangkan waktu untuk diskusi

Gunakan fitur “Slot janji temu” di Google Kalender untuk menyediakan waktu berdiskusi dengan rekan kerja Anda. Fitur ini mirip seperti fitur pemberitahuan ‘Out of Office’ (berada di luar kantor), di mana Anda juga bisa menambahkan jadwal luang Anda untuk rapat.

Anda juga bisa membagikan versi Web dari Google Kalender untuk memudahkan pihak eksternal menjadwalkan waktu temu melalui halaman pemesanan tanpa perlu bolak-balik mengirimkan email persetujuan.

Cek to-do list dengan jelas

Aktifkan fitur Tugas di Google Kalender sehingga Anda tetap dapat melihat daftar pekerjaan yang harus diselesaikan. Anda dapat melacak tugas yang sudah melewati batas waktu dan Anda dapat menjadwal ulang deadline tugas jika belum diselesaikan. Fitur ini membantu Anda untuk mengetahui tanggung jawab dan menyelesaikan tugas setiap hari dengan cermat.

Saring email yang masuk untuk menentukan skala prioritas

Atur email masuk di akun Gmail Anda dengan mengaktifkan fitur filter. Misalnya, jika Anda mendapatkan banyak pesan masuk yang berupa buletin atau iklan, dengan menggunakan filter pada kata kunci “berhenti berlangganan”, email yang mengandung kata tersebut tidak akan langsung masuk di halaman utama inbox.

Anda bisa mencarinya dan membacanya nanti ketika sudah memiliki waktu luang. Selain itu, Anda juga dapat menambahkan filter untuk menandai email dari atasan untuk memastikan skala prioritas.

Mengirim email dengan lebih cepat

Gmail kini memungkinkan Anda membuat draft pesan lebih cepat dengan fitur Smart Compose dan Smart Replay, yang memberikan saran untuk melengkapi kalimat Anda. Kedua fitur ini dapat menghemat waktu mengetik.

Pastikan Anda juga menggunakan fitur Hover Action pada Gmail untuk menghapus atau menandai email di kotak masuk sebagai pesan yang belum dibaca, sehingga Anda bisa kembali membacanya ketika Anda sudah memiliki waktu luang.

Mengikuti jadwal rapat

Salah satu keistimewaan tentang fleksibilitas adalah gagasan untuk mengikuti waktu rapat tertentu pada waktu luang. Sekarang Google Meet memungkinkan Anda menonton rekaman rapat jika Anda melewatkannya, misalnya pada saat bepergian atau di zona waktu yang berbeda.

Selain itu, Anda juga dapat menggunakan fitur transkrip otomatis yang bisa membuat transkrip meeting dari Google Meet langsung di Google Docs. Dengan fitur ini, Anda bisa mendapatkan intisari rapat tanpa perlu menonton ulang rekaman video.

Berkolaborasi lebih efektif secara online

Untuk membuat Google Docs baru, Anda bisa mengetik doc.new di tab browser Anda, atau ketik “@” di dokumen untuk melihat daftar orang dan konten terkait.

Semoga delapan tips ini dapat membantu menghemat waktu dan meningkatkan produktivitas Anda di tahun depan!

 4,619 kali dilihat,  3 kali dilihat hari ini

Rodi Ediyansyah merupakan salah satu editor media online Lampung.co yang bertugas mencari, menyunting dan menerbitkan naskah berita atau artikel dari penulis. Kontak rhodoy@lampung.co

Lifestyle

Tebak Karakter Laki-laki dari Cara Memakai Jam Tangan

Uniknya, jam tangan bisa memberikan informasi mengenai kepribadian seseorang, yakni dalam hal posisi pergelangan tangan tempat jam dikenakan.

 2,999 kali dilihat,  2 kali dilihat hari ini

Published

on

Jam Tangan
Ilustrasi Jam Tangan | Foto: Ist.

Lampung.co – Jam tangan bisa dibilang mulai menjelma menjadi aksesoris yang wajib dimiliki, baik bagi wanita maupun pria. Hal ini dikarenakan selain berfungsi sebagai fashion statement, jam tangan juga memiliki kegunaan untuk menunjukkan waktu bagi pemakainya.

Uniknya, jam tangan bisa memberikan informasi mengenai kepribadian seseorang, yakni dalam hal posisi pergelangan tangan tempat jam dikenakan. Berdasarkan letak jam tangan tersebut, kepribadian seseorang bisa dilihat, termasuk kepribadian seorang pria.

4 Karakter Pria Berdasarkan Jam Tangan

Orang-orang cenderung memakai jam tangan di tangan yang tidak dominan. Jadi, jika mereka adalah pengguna tangan kanan, maka otomatis mereka akan mengenakan jam tangan di pergelangan tangan sebelah kiri. Begitu pula sebaliknya dengan orang kidal yang akan menggunakan jam tangan di pergelangan tangan kanannya yang tidak dominan.

Pemakaian jam tangan di pergelangan tangan kanan atau kiri sendiri menyimpan banyak arti, yakni menunjukkan karakter. Begitu pun pada pria. Kepribadian pria berdasarkan jam tangannya ini akan dibahas secara lengkap dalam ulasan di bawah ini!

1. Di Tangan Kiri Menghadap Atas

Jika Anda merupakan pengguna tangan kanan, maka, tentu, Anda akan mengenakan jam di pergelangan tangan kiri. Jika Anda memposisikan kepala jam tangan untuk menghadap ke atas, maka Anda merupakan sosok yang ceria, acuh tak acuh, dan cukup santai menjalani hidup.

Anda bukanlah orang yang mengejar kesempurnaan karena memiliki pola pikir yang sederhana dan anti ribet. Anda juga bukan orang yang suka pilih-pilih dalam bekerja, sekalipun pekerjaan itu membuat tangan Anda “kotor”.

2. Di Tangan Kiri Menghadap Bawah

Selain menggunakan jam tangan dengan posisi kepala jam menghadap ke atas, pengguna tangan kanan juga bisa memposisikan permukaan jam yang menunjukkan waktu itu ke arah bawah. Jika Anda merupakan pengguna tangan kanan yang juga menyukai posisi jam tangan ini, maka ini menunjukkan bahwa Anda adalah sosok yang sangat bertanggung jawab.

Meskipun begitu, biasanya, Anda adalah orang yang mudah tersinggung dengan ucapan orang lain sehingga cenderung menutup diri dalam pergaulan. Anda juga kerap disebut sebagai orang yang cerewet dalam urusan pekerjaan karena selalu menimbang banyak hal.

3. Di Tangan Kanan Menghadap Atas

Berkebalikan dengan pengguna tangan kanan, orang yang kidal akan memakai jam tangan di kanan. Jika Anda merupakan seseorang yang kidal dan menyukai posisi kepala jam tangan menghadap ke atas, maka Anda adalah orang yang spontan.

Anda memiliki semangat hidup yang tinggi dan selalu tampak riang kendatipun sedang menghadapi banyak masalah. Anda juga merupakan orang yang energik dan ramah serta tidak pilih-pilih teman.

4. Di Tangan Kanan Menghadap Bawah

Posisi jam tangan yang terakhir ini adalah salah satu alternatif posisi jam tangan lainnya yang bisa diaplikasikan oleh para orang-orang kidal yang otomatis akan memakai jam tangan di kanan. Jika Anda merupakan salah satu orang yang suka memakai jam di tangan kanan dengan posisi kepala jam menghadap ke bawah, maka Anda adalah orang yang sensitif dalam pergaulan.

Anda perfeksionis dan disiplin soal waktu sehingga sangat menunjukkan kesan bahwa Anda merupakan sosok yang sangat bertanggung jawab, dapat dipercaya, dan serius dalam bekerja.

Baik memakai jam tangan di kanan atau kiri, selera jam Anda tetap menjadi penentu gaya akhir Anda. Biasanya kaum pria cenderung memilih jam tangan yang bisa menunjukkan citra jantan dan gagah.

Jam tangan Caterpillar bisa menjadi salah satu pilihan jika Anda menginginkan kesan yang tangguh. Jika Anda tertarik untuk membeli jam tangan Caterpillar ini dan sedang mencari e-commerce terpercaya, Anda bisa berkunjung ke Blibli, salah satu aplikasi belanja online paling terpercaya dan terlengkap di Indonesia.

 3,000 kali dilihat,  3 kali dilihat hari ini

Continue Reading

Berita

Media Sosial Berdampak Buruk Pada Anak, Ini Saran Psikolog Kepada Orang Tua

Published

on

Media Sosial

Lampung.co – Beberapa tahun terakhir, pertumbuhan angka pengguna media sosial seperti facebook atau twitter meningkat dengan sangat pesat bak jamur di musim hujan.

Pengguna aktif media sosial tersebut berasal bukan hanya dari kalangan orang dewasa melainkan juga anak-anak usia sekolah dasar dan remaja.

Data yang dirilis socialbakers.com menyebutkan bahwa pengguna facebook di Indonesia untuk rentang usia 13-15 tahun adalah 10% dari total jumlah pengguna facebook di Indonesia.

Media sosial dan internet memang menjadi tantangan baru bagi orangtua di era informasi ini. Sosial media memiliki efek buruk pada kematangan emosional anak.

Seorang ahli saraf terkemuka dari Inggris, Baroness Susan Greenfield mengatakan sosial media membuat anak-anak memiliki mental seperti anak berusia tiga tahun.

Menurutnya, terlalu sering menggunakan media sosial dan video game membuat anak-anak tidak dapat berkomunikasi satu sama lain dan berpikir untuk diri mereka sendiri.

“Ini terjadi karena mereka terus mencari sesuatu untuk mengalihkan perhatian mereka,” kata Baroness Susan Greenfield dikutip dari kompas.com.

Menurut seorang psikolog anak Saskhya Aulia Prima, anak baru boleh memiliki akun media sosial pribadi pada usia 13 tahun.

Idealnya, lanjutnya, malah ketika anak sudah berusia 16 tahun. Hanya saja, terkadang anak susah dibatasi dalam menggunakan media sosial.

Ketimbang orang tua melarang dan anak membuat akun secara sembunyi-sembunyi, Saskhya mengatakan, lebih baik dipertahankan prinsip keterbukaan dengan menjalin komunikasi.

“Orang tua bisa memerhatikan rekomendasi media sosial dan game yang akan digunakan anak,” ujar Saskhya dipetik dari republika.co.id.

Orang tua pun diajurkan untuk masuk dalam daftar teman anak di akun media sosialnya. Jangan lupa pula untuk mendampingi anak ketika mereka sedang berselancar di dunia maya.

Sashkya menyarankan agar ayah dan ibu sering berdiskusi dengan anak sebelum dan setelah buah hatinya menggunakan media sosial.

Dengan begitu akan tercipta ruang pemahaman mengenai sudut pandang anak dalam menilai sesuatu dan anak bisa memahami batasan yang diminta orang tuanya.

“Kasih tahu juga untuk tidak sembarangan unggah sesuatu di internet, hindari mereka menggunakan webcam dengan orang asing,” ujar psikolog dari Tiga Generasi ini.

Selain itu, Saskhya mengingatkan orang tua untuk memberi tahu anak agar tidak memberikan sandi akun media sosialnya kepada siapa pun.

Bahkan, ketika orang tua menginginkan sandi tersebut, maka mereka wajib meminta izin pada anak karena hal tersebut merupakan hal pribadi. (*)

 5,252 kali dilihat,  3 kali dilihat hari ini

Continue Reading

Banyak Dibaca