Menu

Lakukan 5 Hal Ini untuk Menghilangkan Trauma Pasca Bencana

  Dibaca : 137 kali
Lakukan 5 Hal Ini untuk Menghilangkan Trauma Pasca Bencana
Aktifitas warga Lampung Selatan pasca bencana tsunami | Foto : Umi Rahmawati

Lampung.co – Bencana adalah kejadian yang mendadak dan kadang di luar nalar. Saat menjadi korban bencana, Anda bisa trauma dan terbayang dengan kejadian buruk yang menimpa diri dan keluarga. Konseling bisa dilakukan, tapi trauma healing pasca bencana tak akan berhasil jika Anda tidak mau membuka diri. Ini beberapa cara trauma healing pasca bencana yang bisa Anda coba.

1. Menulis Buku Harian
Buku harian bisa jadi tempat untuk mencurahkan emosi, alih-alih membuat status di media sosial. Saat menulis buku harian, tidak akan ada yang mencela dan semua rahasia Anda tersimpan dengan rapi. Tulislah semua emosi negatif, seperti kesedihan karena kehilangan tempat tinggal, penyesalan, kemarahan karena kurang waspada saat bencana, dan lain-lain.

Jika Anda merasa tidak berbakat jadi penulis, cobalah untuk menulis 2 baris saja setiap hari, lama-lama curahan hati akan semakin panjang. Saat kesusahan menulis, coretilah buku harian dengan gambar untuk menyalurkan emosi. Setelah menggambar atau menulis, Anda akan merasa lega dan perasaan negatif akan berkurang sedikit demi sedikit.

2. Menangis
Menangis bukan tanda kelemahan, apalagi ada anggapan jika laki-laki tidak boleh menangis. Air mata yang keluar akan mengurangi sedikit kesedihan dan membuat hati lebih lapang. Menangislah sepuas hati di kamar mandi, jika takut ketahuan orang lain. Jangan malu untuk menangis karena itu cara penanganan stres pasca bencana yang paling mudah untuk dilakukan.

3. Beribadah
Apapun agama Anda, beribadah bisa jadi obat trauma healing pasca bencana. Setelah jadi korban bencana, mungkin Anda justru menyalahkan Tuhan. Mengapa aku harus kehilangan keluargaku setelah tsunami? Apa salah dan dosaku? Percayalah, ini bukan karma atau hukuman, tapi skenario dari Tuhan untuk membuat Anda lebih sabar dan tabah.

Tetaplah beribadah dengan khusyuk menurut agama dan keyakinan Anda dan rasakan efeknya. Setelah beribadah, hati jadi terasa lebih tenang dan rasa trauma akan hilang sedikit demi sedikit. Di rumah ibadah, Anda akan bertemu dengan teman dan tetangga, saling bertegur sapa dan menguatkan hati satu sama lain karena jadi korban bencana alam.

4. Menghadiri Konseling
Jika ada bantuan konseling dan aksi sosial trauma healing pasca bencana yang datang ke daerah Anda, datangilah posko tersebut. Para psikolog profesional akan siap mendengarkan curahan hati Anda dan mengajari cara untuk mengurangi sakit hati dan trauma setelah kejadian dahsyat yang menimpa Anda. Jangan malu untuk meminta bantuan psikis.

Setelah mendapat nasehat dari psikolog, Anda siap untuk menyembuhkan diri sendiri. Percuma Anda mendapat bantuan konseling tapi tetap menutup diri dan tidak mau keluar dari zona nyaman kesedihan. Keluarkan air mata lalu kuatkan hati untuk melangkah menuju masa depan. Kesedihan tidak boleh bercokol terlalu lama karena mengurangi produktivitas.

5. Membantu Orang Lain
Jika Anda terus mengurung diri di kamar, maka tidak akan bisa sembuh dari trauma. Keluarlah dari rumah dan bawa beberapa botol air minum dan roti. Bagikan pada pengemis dan anak jalanan. Mereka akan tersenyum gembira dan rasakan perubahan pada hati Anda. Kegembiraan akan menular dan Anda bisa keluar dari trauma dengan cara menyenangkan.

Rasa takut setelah jadi korban bencana akan hilang, jika Anda membuka diri dan keluar dari kamar. Menangislah sepuasnya, lalu lanjutkan hidup Anda. Masih ada masa depan setelah bencana alam. Mintalah bantuan konseling untuk trauma healing pasca bencana, dan bantulah orang lain agar Anda bisa lebih bahagia dan melupakan kejadian buruk yang terjadi kemarin.

Iklan Baris

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Tags
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!
- Advertisement -


Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional