Menu

Lagu Daerah Lampung Cangget Agung dan Sang Bumi Ruwa Jurai

  Dibaca : 2143 kali
Lagu Daerah Lampung Cangget Agung dan Sang Bumi Ruwa Jurai
Ilsutrasi Siger | Foto Ist.

Lampung.co – Sebelum menuju lirik lagu daerah Lampung Cangget Agung dan Sang Bumi Ruwa Jurai, ada baiknya kita bahas dulu tentang kedua lagu Lampung ini. Karena dua lagu ini bukan hanya sekedar lagu, tapi masing-masing memiliki makna dan pesan penting khususnya untuk masyarakat Lampung.

Hampir semua daerah di Indonesia memiliki lagu daerah, termasuk juga Lampung. Dari sekian banyak lagu daerah Lampung, ada dua lagu yang sangat populer yakni Cangget Agung dan Sang Bumi Ruwa Jurai.

Kedua lagu yang diciptakan oleh pencipta yang sama ini sampai saat kini masih sering didengar di acara-acara khusus seperti pernikahan dan juga upacara adat Lampung. Jika diartikan kedalam bahasa Indonesia dan dimaknai, ada pesan yang disampaikan dari lirik kedua lagu ini.

Lagu daerah merupakan lagu atau musik yang berasal dari suatu daerah tertentu dan menjadi populer dinyanyikan baik oleh rakyat daerah tersebut maupun rakyat lainnya. Lagu tersebut menjadi salah satu kekayan budaya yang dimiliki oleh masing-masing daerah.

Lagu-lagu ini menceritakan tentang keadaan lingkungan, budaya, adat istiadat setempat dan Mengandung nilai-nilai kehidupan, unsur-unsur kebersamaan sosial, serta keserasian dengan lingkungan hidup sekitar. Berikut ini adalah pemaknaan dari dua lagu daerah Lampung Sang Bumi Ruwa Jurai dan Cangget Agung.

1. Lagu Daerah Lampung Sang Bumi Ruwa Jurai

Makna dari lagi ini yakni di satu daerah Lampung terdapat dua kelompok yakni Pesisir (Saibatin) dan Pepadun. Lagu ini juga dalam tafsiran lain dimaknai dengan adanya penduduk asli (Suku Lampung) dan pendatang (Suku lain yang datang ke Lampung).

Kedua komponen besar tersebut kemudian ingin disatukan dalam sebuah kalimat penuh arti “Sang Bumi Ruwa Jurai”. Selain itu lagu ini juga menceritakan betapa melimpahnya sumberdaya seperti kopi, lada dan cengkeh yang menandakan simbol kemakmuran hasil perkebunan Lampung.

Masyarakat adat Lampung Sibatin atau Pesisir adalah mereka yang tinggal di daerah pesisir Lampung. Kelompok ini mendiami mendiami beberapa wilayah yang terbentang dari timur, selatan, hingga barat dengan cakupan persebaran Lampung Timur, Lampung Selatan, Bandar Lampung, Pesawaran, Tanggamus, dan Lampung Barat serta Pesisir Barat.

Sedangkan untuk masyarakat adat Lampung Pepadun mendiami daerah pedalaman atau daerah dataran tinggi Lampung. Berdasarkan sejarah perkembangannya, masyarakat Pepadun awalnya berkembang di daerah Abung, Way Kanan, dan Way Seputih (Pubian).

Untuk penafsiran lagu yang bermakna adanya dua kelompok yakni suku asli dan pendatang karena adanya Suku Lampung yang merupakan penduduk asli (pribumi) dan juga suku-suku lain sebagai pendatang. Apalagi Lampung menjadi daerah penerima transmigran dari Pulau Jawa. Dalam buku Transmigrasi di Indonesia 1905-1985 (1986), Slamet Poerboadiwidjojo menulis, ditulis bahwa pada tahun 1905 Desa Gedong Tataan (Pesawaran) menjadi desa inti pertama yang dijadikan desa tujuan program transmigran.

Lirik Lagu Sang Bumi Ruwa Jurai;

Jak ujung Danau Ranau
Teliu mit Way Kanan
Sampai pantai lawok jaoh
Pesisir khik Pepadun
Jadi sai dilom lamban
Lampung sai kaya-khaya
Kik khaam haga bukhasa
Hujau ni pemandangan
huma lada di pumatang
Api lagi cengkeh ni
Telambun beruntaian
Tanda ni kemakmukhan
Lampung sai…
Sang bumi ruwa jurai
Lampung sai…
Sang bumi ruwa jurai
####
Cangget bakha bulaku
Sembah jama saibatin
Sina gawi adat sikam
Manjau rik sebambangan
Tari khakot khik melinting
Cikhi ni ulun Lampung
Cangget bakha bulaku
Sembah jama saibatin
Sina gawi adat sikam
Manjau rik sebambangan
Tari khakot khik melinting
Cikhi ni ulun Lampung
Lampung sai…
Sang bumi ruwa jurai
Lampung sai…
Sang bumi ruwa jurai
Lampung sai…
Sang bumi ruwa jurai
Lampung sai…
Sang bumi ruwa jurai
#####

2. Lagu Daerah Lampung Cangget Agung

Lagu yang diciptakan oleh Syaiful Anwar ini, menceritakan tentang kekayaan adat budaya Lampung dan ajakan pemuda-pemudi Lampung untuk melestarikan budaya Lampung. Lagu ini menjadi salah satu yang cukup digemari, intonasi nadanya dan lirik lagu yang mudah di apal munkin adalah pengaruhnya.

Pada salah penggalan lirik Adat budayo Lampung, Nayah temmen ragem wawaino artinya bahwa , Adat budaya Lampung memiliki banyak sekali ragam dan kebaikannya. Di akhir lirik lagu ditutup dengan lirik ajakan Lapah gham jamo-jamo, Ngelestareiko adat Lampung yang artinya mari kita bersama-sama melestarikan adat Lampung. Ditafsirkan bahwa penggalan ini adalah ajakan untuk melestarikan adat dan budaya Lampung.

Lirik Lagu Cangget Agung;

Sesat agung sai wawai
Talo butabuh takhi cangget
Gawi adat tanno tegow
cakak pepadun

Adat budayo Lampung
Nayah temon ragom wawai no
Jepana, gerudo no
rata sebatin

Cangget agung 2x
Muli batangan
Dilom kutomaro 2x
Mejeng busanding

Gawi adat lampung 2x
Jak zaman tohow
Lapah kham jamo-jamo
Ngelestariko adat lampung

Kedua lagu daerah Lampung ini hingga kini masih sering terdengar di acara-acara pernikahan, terutama saat pernikahan mempelai yang bersuku Lampung. Demikianlah informasi terkait lagu daerah Lampung Cangget Agung dan Sang Bumi Ruwa Jurai. Semoga bisa menjadi bahan referensi bagi anda.

Iklan Baris
Jasa pembuatan website untuk lembaga atau bisnis. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Banner Ads

- Iklan Layanan Masyarakat -
-Selamat Hari Raya Idul Fitri 1440 H-


Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional