Menu

Kebakaran Hutan dan Lahan, Butuh Waktu 80 Tahun Untuk Pemulihan

  Dibaca : 305 kali
Kebakaran Hutan dan Lahan, Butuh Waktu 80 Tahun Untuk Pemulihan
Ilustrasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) | Foto: Ist.

Lampung.co – Masalah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Indonesia seakan tiada hentinya. Jutaan hektar lahan terbakar di daratan pulau Sumatera dan Kalimantan, terutama di Riau, Jambi dan Kalimantan Tengah.

Pada tahun 2015, Mongabay Indonesia melalporkan, kebakaran hutan dan lahan di Indonesia diperkirakan mencapai luas 1,7 juta hektar, antara lain di Kalimantan 770.000 hektar, 35,9% di lahan gambut.

Sedang, di Sumatera (diluar Sumatera Selatan) seluas 593.000 hektar lahan terbakar, dengan 45,5% lahan gambut dan Sumatera Selatan 221.704 hektar.

Namun Provinsi Riau menjadi daerah paling rawan kasus Karhutla dibanding provinsi-provinsi lain di seluruh Indonesia. Bahkan terhitung sejak awal 2019 saja, tercatat 843 hektar lahan yang terbakar.

Dikutip dari Deutsche Welle, banyak sekali dampak kerusakan yang terjadi akibat terjadinya kebakaran hutan dan lahan tersebut, sehingga masalah ini harus menjadi perhatian penuh.

Mengganggu Siklus Alami
Meskipun para ilmuwan percaya abu pasca-kebakaran dapat memberikan sejumlah nutrisi ke tanah setelah kebakaran. Tetapi kekeringan yang berkepanjangan dan pemadaman kebakaran dapat mengganggu siklus alami.

Kehilangan Nutrisi Tanah
Selain itu juga, para ilmuwan mengatakan bahwa, pembersihan pasca-kebakaran dapat menyebabkan hilangnya nutrisi tanah yang penting dan memiliki dampak jangka panjang pada tanah hutan.

Selama kebakaran, suhu tanah bisa mencapai 500 derajat Celcius (932 derajat Fahrenheit), yang menyebabkan hilangnya nutrisi yang mendorong pertumbuhan, seperti fosfor, karbon organik, dan nitrat.

Ketika kebakaran terjadi berulang kali di tempat yang sama, bahkan lebih sulit bagi hutan untuk pulih. Tanpa nutrisi ini, tanah tidak dapat mendukung pertumbuhan tanaman.

Kerusakan Ekosistem
Tanah adalah bagian vital dari ekologi hutan karena unsur utama dari hampir semua kehidupan darat. Karhutla mempengaruhi pertumbuhan dan kelangsungan hidup tanaman.

Tanah yang merupakan rumah bagi segala macam serangga, burung, dan mamalia musnah akibat Karhutla. Dan butuh waktu setengah abad lebih bagi tanah untuk tumbuh kembali.

Waktu Pemulihan Lama
Persoalan Karhutla ini tidak hanya menjadi masalah saat terjadinya kebakaran, akan tetapi pemulihannya juga membutuhkan waktu puluhan tahun, bahkan berabad-abad.

Para peneliti dari Australian National University (ANU) menemukan bahwa hutan membutuhkan waktu yang lama untuk pulih dari kebakaran. Termasuk memulihan kehidupan di bawah tanah.

Menurut penelitian, diperlukan setidaknya 80 tahun setelah kebakaran hutan dan 30 tahun setelah penebangan agar tanah dan hutan sepenuhnya pulih.

Para peneliti tersebut telah menguji lebih dari 700 sampel tanah yang telah mengalami sembilan jenis kerusakan berbeda termasuk kebakaran hutan dan penebangan liar di lebih dari 80 lokasi di tenggara Australia.

Iklan Baris
Jasa pembuatan website untuk lembaga atau bisnis. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Banner Ads

- Iklan Layanan Masyarakat -
-Selamat Hari Raya Idul Fitri 1440 H-


Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional