Menu

Ini Jenis-jenis Pelecehan Seksual Yang Dapat Menjerat Kasus Asusila

  Dibaca : 454 kali
Ini Jenis-jenis Pelecehan Seksual Yang Dapat Menjerat Kasus Asusila
Ilustrasi Pelecehan Seksual | Foto: Ist.

Lampung.co – Akhir-akhir ini marak sekali terjadi kasus pelecehan seksual, baik yang terbilang kasus berat maupun ringan, termasuk yang dianggap sebagai candaan. Masalah ini semestinya harus menjadi perhatian penuh.

Beberapa waktu terakhir, seorang ayah perkosa anak kandung di Bandar Lampung. Bahkan di Pringsewu, terjadi kasus incest terhadap perempuan berkebutuhan khusus oleh ayah dan saudara kandungnya.

Yang terbaru, oknum Dosen Fakultas Ushuludin UIN Raden Intan Lampung dilaporkan berbuat asusila terhadap mahasiswi bimbingannya sendiri. Belum lagi kasus-kasus pelecehan seksual lainnya.

Deretan kasus-kasus diatas, menunjukan bahwa keluarga dan lembaga pendidikan seolah-olah bukan lagi tempat yang benar-benar dipastikan aman, terutama bagi perempuan dari intaian pelecehan seksual.

Bahkan yang khusus untuk anak-anak,  Komisi Nasional Perlindungan Anak Indonesia (Komnas PAI) menyebut 82% pelaku kekerasan seksual terhadap anak adalah orang terdekat.

Belum lagi yang terjadi dalam pergaulan sehari-hari serta dilingkungan tempat kerja. Terlebih komunikasi di media sosial yang memberikan ruang tak terbatas bagi siapapun untuk saling berkomunikasi.

Menurut Komnas Perempuan, pelecehan seksual merujuk pada tindakan bernuansa seksual yang disampaikan melalui kontak fisik maupun non-fisik, yang menyasar pada bagian tubuh seksual seseorang.

Tindakan ini termasuk siulan, main mata, komentar atau ucapan bernuansa seksual, mempertunjukkan pornografi dan keinginan seksual, colekan, gerakan atau isyarat bersifat seksual.

Hal ini berlaku meskipun pelaku hanya sekedar mengungkapkan ketertarikan seksual dan keinginan romantis semata ataupun sekedar bercanda. Jadi pelecehan seksual bukan semata tentang seks.

Kebanyakan pelecehan seksual dilakukan oleh laki-laki terhadap perempuan. Namun, ada juga kasus pelecehan perempuan terhadap laki-laki, serta tak sedikit yang dilakukan terhadap sesama jenis.

Dikutip Kompas dari laman hello SEHAT, jenis-jenis pelecehan seksual menurut katagorinya terbagi menjadi lima jenis, yaitu;

Pelecehan gender
Pernyataan dan perilaku seksis yang menghina atau merendahkan wanita. Contohnya termasuk komentar yang menghina, gambar atau tulisan yang merendahkan wanita, lelucon cabul atau humor tentang seks atau wanita pada umumnya.

Perilaku menggoda
Perilaku seksual yang menyinggung, tidak pantas, dan tidak diinginkan. Contohnya termasuk mengulangi ajakan seksual yang tidak diinginkan, memaksa untuk makan malam, minum, atau kencan, mengirimkan surat dan panggilan telepon yang tak henti-henti meski sudah ditolak, serta ajakan lainnya.

Penyuapan seksual
Permintaan aktivitas seksual atau perilaku terkait seks lainnya dengan janji imbalan. Rencana mungkin dilakukan secara terang-terangan atau secara halus.

Pemaksaan seksual
Pemaksaan aktivitas seksual atau perilaku terkait seks lainnya dengan ancaman hukuman. Contohnya seperti evaluasi kerja yang negatif, pencabutan promosi kerja, dan ancaman pembunuhan.

Pelanggaran seksual
Pelanggaran seksual berat (seperti menyentuh, merasakan, atau meraih secara paksa) atau penyerangan seksual.

Sementara, menurut laman yang sama, jenis pelecehan seksual menurut perilakunya, dibagi menjadi 10 jenis, yakni komentar seksual tentang tubuh, ajakan seksual, sentuhan seksual, grafiti seksual.

Selain itu juga isyarat seksual, lelucon kotor seksual, menyebarkan rumor tentang aktivitas seksual orang lain, menyentuh diri sendiri secara seksual di depan orang lain.

Bahkan berbicara tentang kegiatan seksual sendiri di depan orang lain, serta menampilkan gambar, cerita, atau benda seksual.

Saat seseorang merasa dilecehkan, ada banyak strategi yang dapat dilakukan. Yang terpenting adalah mengatakan ‘tidak’ secara tegas terhadap peleceh seksual. Selain itu juga terdapat beberapa saran, diantaranya;

Pertama, beri tahu seseorang yang paling dipercaya tentang peristiwa yang menimpa Anda, jangan menyimpannya untuk diri sendiri. Dengan berdiam diri, masalah Anda tidak akan terselesaikan.

Kedua, mencari tahu siapa yang bertanggung jawab untuk menangani pelecehan di daerah atau wilayah Anda. Hampir semua organisasi memiliki kebijakan untuk kasus pelecehan seksual.

Ketiga, jika Anda mengalami tekanan psikologis yang parah, Anda mungkin dapat berkonsultasi pada psikolog atau terapis yang profesional akan kesehatan mental dan mengerti masalah yang disebabkan oleh pelecehan seksual.

Iklan Baris
Jasa pembuatan website untuk lembaga atau bisnis. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Tags
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Banner Ads

- Iklan Layanan Masyarakat -
-Selamat Hari Raya Idul Fitri 1440 H-


Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional