fbpx
Connect with us

Blog

Ini Bahaya Bayi Menghisap Jempol; Jangan Dilarang, Begini Cara Menyikapinya

Published

on

Bayi Menghisap Jempol

Lampung.co – Bayi menghisap jempol atau ibu jari merupakan sesuatu yang lumrah mereka lakukan untuk membuat dirinya merasa lebih nyaman.

Banyak bayi suka mengisap jempol yang berfungsi seperti dot untuk anak kecil. Meskipun mungkin bisa dikatakan sebagai kebiasaan yang normal, tapi memiliki resiko yang harus diperhatikan.

Secara umum tangan merupakan salah satu organ tubuh yang paling aktif bagi seorang bayi, semua yang bisa dijangkau akan digenggamnya. Dia tidak tahu itu mengandung bakteri atau tidak.

Oleh karena itu, anak kecil yang mengisap jempol yang telah memegang sesuatu yang mengandung bakteri tentu beresiko bagi kesehatannya.

Kemudian Infeksi juga umum terjadi bagi anak yang suka menggigit kuku atau mengisap jarinya. Bakteri yang ada di mulut masuk ke dalam kulit dan akan menyebabkan infeksi.

Jempol si kecil nantinya akan memerah, bengkak, sakit jika disentuh, dan butuh penanganan dari dokter demi menghindari adanya infeksi lebih lanjut.

Selain itu juga terlalu banyak mengisap ibu jari dapat menyebabkan masalah gigi jika dilakukan melewati usia lima tahun.

Bahkan anak-anak yang lebih tua dan masih mengisap jempolnya akan dianggap sebagai anak yang tidak bersih, berlagak seperti bayi, atau terlihat jorok. Ini masalah sosial.

Bunda sadar akan hal itu, tetapi tidak mudah untuk menghentikan kebiasaan yang satu ini karena memaksanya untuk berhenti juga berpengaruh pada psikologis anak.

Dilansir Times Of India, ada beberapa cara yang harus dilakukan para orang tua dalam menyikapi kebiasaan anak menghisap jempol tersebut tersebut:

  • Cobalah batasi waktu anak Anda menghisap jempol. Jelaskan kepadanya bahwa kegiatan ini hanya untuk waktu tidur siang.
  • Jangan menyerang atau mengkritik mereka karena melakukannya. Sebaliknya, ikuti penegasan positif dan pujilah mereka ketika tidak mengisap jempol.
  • Bicaralah dengan anak Anda tentang masalah mengisap ibu jari. Bantu anak memahami bahwa Anda ada untuk membantu kapanpun mereka membutuhkan.
  • Jangan melarang anak mengisap jempol karena ketika mereka sedih atau terluka, mereka membutuhkan zona nyaman mereka. Dengan melarang anak pada saat-saat seperti itu, Anda membuat dia trauma. Jika anak Anda menghisap ibu jari sebagai respons terhadap stres atau kemarahan, kenali itu dan cobalah untuk memberinya penghiburan dengan cara lain seperti dengan memberikan pelukan atau kata-kata yang meyakinkan.
  • Jangan gunakan hal-hal yang buruk dan tidak enak pada ibu jari sehingga anak Anda berhenti mengisapnya. Ini adalah kebiasaan yang kejam untuk diikuti.
  • Anak-anak menyalin semuanya, terutama yang mereka sukai. Berikan anak Anda contoh karakter kartun favoritnya dan beri tahu mereka bagaimana mereka tidak mengisap jempol mereka.
  • Menggunakan sarung tangan hanya akan menyebabkan lebih banyak kecemasan pada anak Anda. Jangan lakukan itu.
  • Harap diingat bahwa seorang anak akhirnya tumbuh dari kebutuhan untuk mengisap jempol ketika dia siap. Meskipun sebagian besar dari Anda tidak akan percaya, lebih baik dibiarkan begitu saja karena anak-anak pada akhirnya meninggalkan kebiasaan itu.

Demikian delapan hal yang bisa menjadi pertimbangan para bunda menghadapi masalah bayi menghisap jempol. (*)

235 kali dilihat, 6 kali dilihat hari ini

Bantu Kami Meningkatkan Kualitas Informasi, Klik disini

Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188

Rodi Ediyansyah merupakan salah satu editor media online Lampung.co yang bertugas mencari, menyunting dan menerbitkan naskah berita atau artikel dari penulis.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Blog

Benarkah Penggunaan AC Berlebih Jadi Penyebab Bell’s Palsy

Published

on

Penyakit Bell’s Palsy

Lampung.co – Bell’s Palsy adalah gangguan pada saraf wajah yang menyebabkan wajah seperti “melorot”. Di Indonesia sendiri kasusnya terbilang jarang, kurang dari 150 ribu per tahun. Belakangan beredar kabar di masyarakat tentang penyebab Bell’s Palsy yang diakibatkan oleh penggunaan AC. Benarkah demikian? Berikut ulasannya untuk Anda.

Definisi
Bell’s Palsy adalah salah satu penyakit saraf pada wajah yang menyebabkan kelumpuhan salah satu sisi wajah. Kondisi ini terjadi akibat disfungsi saraf fasialis yang mengontrol otot-otot wajah akibat peradangan, bengkak atau tertekan. Berbeda dengan stroke, kelumpuhan penyakit ini disertai kesulitan menggerakan otot wajah, seperti tidak bisa meniup atau menutup mata.

Gangguan saraf tersebut menyebabkan sisi wajah menjadi turun dan terlihat seperti melorot. Kondisi ini dapat menyerang secara tiba-tiba dan kebanyakan kasus bersifat sementara. Ada yang hilang dalam waktu beberapa hari, minggu hingga tahun. Bahkan, 10—30 persen dari total kasus tidak dapat disembuhkan sama sekali.

Benarkah Penggunaan AC Memicu Kondisi ini?
Menurut seorang fisioterapis dari Canadian Specialist Hospital, Maria Kristiani dikutip dari Khaleej Times, tingginya penggunaan pendingin ruangan dapat memicu terjadinya kelumpuhan saraf wajah. Meskipun Penyebab Bell’s Palsy belum diketahui secara pasti, transisi temperatur dari panas di luar ruangan ke ruang dingin ber-AC dapat memicu kerusakan saraf wajah.

Perubahan temperatur drastis juga kerap terjadi pada orang yang mandi menggunakan air hangat lalu langsung masuk ke ruangan yang dingin. Hal ini ditengarai menjadi penyebab aktifnya virus. Resiko ini dapat menjadi meningkat pada orang dengan faktor resiko tinggi, seperti penderita diabetes, wanita hamil dan orang dengan HIV/AIDS.

Penyebab Bell’s Palsy lain
Penyebab pasti penyakit Bell’s Palsy memang belum diketahui, namun beberapa studi menunjukan bahwa penyakit ini erat kaitannya dengan infeksi virus, seperti virus herpes, epstein-Barr, Adenovirus, rubella, virus gondok, virus influenza dan Coxsackievirus. Virus-virus tersebut menyebabkan peradangan pada saraf wajah yang akan menyebabkan kelumpuhan saraf.

Faktor Resiko
Siapapun dapat terkena masalah saraf wajah ini, namun resikonya lebih tinggi pada orang yang berusia 15—45 tahun. Selain itu, beberapa kondisi tertentu dapat meningkatkan resiko, seperti kehamilan, orang dengan HIV/AIDS, penderita diabetes, infeksi pernapasan—seperti influenza—dan riwayat anggota keluarga yang pernah mengidap penyakit ini.

Gejala
Gejala penyakit ini umumnya muncul secara tiba-tiba dan membaik dalam waktu beberapa minggu. Adapun gejala umum, antara lain adalah kulit wajah turun dan tampak melorot pada satu atau kedua sisi wajah, mengeluarkan air liur, sensitif terhadap suara, nyeri pada rahang atau di belakang telinga, sakit kepala dan sulit menunjukan ekspresi wajah atau menutup mata.

Penanganan
Cara Penganan yang paling tepat tentu saja dengan berkonsultasi ke dokter, meskipun pasien dengan gejala ringan umumnya akan membaik tanpa pengobatan. Jika gejalanya cukup parah, biasanya dokter akan memberikan obat golongan kortikosteroid untuk mengurangi peradangan saraf. Terkadang juga dokter akan memberikan obat antivirus dan obat pereda nyeri.

Meskipun kasusnya jarang, pasien yang tidak dapat pulih total akan disarankan untuk menjalani operasi untuk meredakan tekanan pada permukaan saraf atau meningkatkan pergerakan permukaan wajah. ketika berkonsultasi ke dokter, beritahukan kondisi kesehatan Anda terutama hal yang menjadi faktor resiko untuk mempermudah diagnosa.

Jadi, berdasarkan penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa penggunaan AC dapat menjadi penyebab Bell’s palsy, terutama pada orang yang memiliki faktor resiko tinggi. Jika Anda mengalami gejala di atas disertai tinnitus (telinga berdengung), vertigo, sulit mendengar, tubuh melemah, mata merah atau iritasi, segera konsultasikan ke dokter.

734 kali dilihat, 734 kali dilihat hari ini

Bantu Kami Meningkatkan Kualitas Informasi, Klik disini

Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Continue Reading

Blog

Pantai Walur Krui, Destinasi Wisata Keluarga Favorit di Pesisir Barat Lampung

Published

on

Pantai Walur

Lampung.co – Salah satu pantai yang tidak boleh anda lewatkan ketika berkunjung ke Krui Pesisir Barat Lampung adalah Pantai Walur. Garis pantai yang landai dengan pasir putihnya akan mampu memanjakan mata anda ketika berada disini.

Pantai ini juga terkenal dengan kesejukan udaranya, hal ini karena banyaknya pohon kelapa yang tumbuh di sekitar pantai. Selain pohon kelapa, tumbuh juga Pohon Waru dan berbagai macam pepohonan pantai yang membentuk tegakan hijau di bibir pantai.

1. Alamat dan Rute Perjalanan ke Pantai Walur
Alamat Pantai Walur yakni di Desa Walur, Kecamatan Pesisir Tengah, Kabupaten Pesisir Barat. Pantai ini terletak tak jauh dari pusat Kota Krui, jaraknya hanya sekitar lima km dengan waktu tempuh sekitar 10 menit.

Jika ingin lebih singkat, bisa menggunakan rute menyusuri pantai dari Kota Krui atau pantai di sekitarnya seperti Pantai Labuhan Jukung.

Jika dari kota Bandar Lampung, bisa menggunakan Jalur Lintas Barat atau Jalur Lintas Tengah untuk mencapai Pesisir Barat. Namun Jalur Lintas Barat lebih direkomendasikan karena jaraknya lebih dekat.

Jika melalui Kota Agung (Jl Lintas Barat) jarak yang akan anda tempuh yakni sejauh 221,5 km. Waktu tempuh normal sekitar 5 jam 30 menit. Adapun rutenya yakni Bandar Lampung – Pringsewu – Kota Agung – Bengkunat – Pantai Walur.

Sedangkan jika anda melalui Kotabumi (Jl Lintas Tengah) jarak yang akan anda tempuh yakni sekitar 263 km dengan waktu tempuh sekitar 7 jam perjalanan. Adapun rutenya yakni Bandar Lampung – Bandar Jaya – Kotabumi – Bukit Kemuning – Liwa – Pantai Walur.

Untuk transportasi umum bisa menggunakan bus dari Terminal Rajabasa tujuan ke Pesisir Barat atau juga travel untuk langsung menuju lokasi. Untuk tarif bus sekitar Rp. 80.000, sedangkan tarif travel sekitar Rp. 120.000.

Saat ini juga sudah anda bus yang melayani rute dari Bandara Raden Intan ke Krui Pesisir Barat. Bus tersebut melayani perjalanan satu kali dalam sehari untuk tujuan Krui dari bandara yakni pada pukul 11:00 WIB.

Jika memulai perjalanan dari Pelabuhan Bakauheni, bisa mencari bus tujuan Krui. Namun bus tersebut terkadang jarang dijumpai. Jika demikian maka bisa mencari bus tujuan Terminal Rajabasa untuk kemudian melanjutkan perjalanan ke Krui Pesisir Barat.

2. Harga Tiker Masuk Pantai Walur
Untuk harga tiket masuk pantai ini belum ada alias gratis, pengunjung hanya dikenai biaya parkir kendaraan sebesar Rp. 5.000 untuk mobil dan Rp. 2.000 untuk motor.

3. Apa yang Bisa Dilakukan di Pantai Walur
Sampai di pantai ini, pengunjung akan disambut dengan hamparan pasir putih yang sangat luas. Selain itu sambutan dari jejeran pohon kelapa juga seolah memanggil anda. Pepohonan di pantai ini membuat suasana sejuk yang nyaman untuk bermain di pantai.

Pengunjung bisa mandi dan bermain air laut karena ombak di pantai ini tidak terlalu tinggi. Suasana pantai yang teduh dan hijaunya hamparan rumput akan membuat kegiatan mantai anda menyenagkan.

Pantai ini juga tidak terlalu ramai oleh pengunjung sehingga cocok untuk yang sedang mencari sauasana menenagkan. Hembusan angin laut yang menerpa bagian bibir pantai pun akan terasa semakin sejuk dan menyenangkan.

Setelah puas bermain di pantai, anda juga bisa menikmati sunset yang cukup indah karena deretan pantai di Pesisir Barat tak luput dari jingga sore hari ini, termasuk juga Pantai Tanjung Setia yang terkenal juga dengan wisata selancarnya.

4. Penginapan di Pantai Walur
Bagi pengunjung yang ingin menginap, ada banyak penginapan yang tersedia di sekitar lokasi ini. Tarif permalam cukup terjangkau yakni mulai dari Rp.100.000 sampai Rp. 400.000 per malam untuk satu kamar. Mayoritas penginapan juga telah memberikan fasilitas sarapan.

Pantai ini memberikan suasana berbeda dengan pantai-pantai lainnya di Pesisir Barat. Sehingga patut anda jadikan sebagai daftar kunjungan liburan. Demikianlah informasi terkait Pantai Walur Krui Pesisir Barat Lampung ini. Semoga bisa menjadi referensi untuk liburan anda.

Foto: Pasirpantai.com

9,516 kali dilihat, 4,006 kali dilihat hari ini

Bantu Kami Meningkatkan Kualitas Informasi, Klik disini

Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Continue Reading

Blog

Mengenal Jenis Penyakit Degeneratif yang Kerap Dialami Lansia

Published

on

Penyakit Degeneratif

Lampung.co – Memasuki usia senja, penyakit degeneratif kerap menghampiri. Penyakit ini menyebabkan kondisi jaringan dan organ tubuh makin memburuk seiring dengan berjalannya waktu. Proses penuaan merupakan salah satu penyebabnya, karena performa organ tubuh yang mengalami penurunan. Penyakit ini bisa dibagi ke dalam beberapa jenis, seperti 4 penyakit di bawah ini.

1. Penyakit Jantung
Penyakit jantung atau penyakit kardiovaskular merupakan penyakit yang tak bisa disembuhkan. Selain karena faktor usia, penyakit jantung juga dipicu oleh gaya hidup yang tak sehat. Makanya, bisa ditemukan pasien penyakit jantung yang usianya cukup muda. Penyakit ini menyebabkan penyempitan pembuluh darah, sehingga dapat memicu serangan jantung, nyeri dada, dan juga stroke.

Walau tak bisa diobati, namun pengobatan penyakit jantung bisa sedikit meringankan gejala yang dirasakan. Gejala umum dari penyakit jantung sendiri adalah nyeri dan sesak di dada, napas pendek, serta mati rasa di lengan dan kaki. Dengan mengenali gejala umum ini, tentu saja pengobatan bisa dilakukan sedini mungkin. Pola hidup sehat merupakan salah satu kunci pengobatan penyakit ini.

2. Osteoporosis
Osteoporosis merupakan penyakit yang menyebabkan tulang menjadi lemah dan rapuh. Bahkan saking rapuhnya, tulang bisa menjadi patah hanya karena penderitanya batuk. Patahnya tulang yang disebabkan oleh osteoporosis, biasanya terjadi di bagian panggul, pinggang, dan punggung. Dilansir dari Mayo Clinic, osteoporosis berisiko tinggi dialami wanita yang telah melewati masa menopause.

Mengapa lansia kerap mengalami penyakit osteoporosis? Jawabannya karena massa tulang berkurang lebih cepat di usia tua. Saat masih muda, tulang yang telah tua dan massanya berkurang, bisa diganti ke yang baru dengan cepat, berbeda saat tubuh mulai renta. Salah satu bentuk pencegahan penyakit ini adalah mencukupi asupan kalsium setiap harinya semenjak masih muda.

3. Alzheimer
Alzheimer merupakan jenis penyakit degeneratif yang menyerang sistem saraf manusia. Penyakit ini memang sangat kerap dialami saat seseorang memasuki usia lanjut. Penyakit ini terus berproses seiring berjalannya waktu, menyebabkan penurunan pada jumlah sel-sel otak dan mematikannya. Gejala awal Alzheimer seperti lupanya seseorang atas aktivitas atau peristiwa yang baru saja dilaluinya.

Semakin parah penyakit Alzheimer yang diderita, ditandai dengan semakin memburuknya kualitas ingatan. Pasien Alzheimer akan kerap mengulang-ulang pertanyaan, serta pernyataan yang sebelumnya diucapkannya. Mereka juga bisa tersesat, walau berada di tempat yang familiar. Selain itu, mereka juga akan melupakan nama dan kadang tak mengenali anggota keluarganya sendiri.

4. Kanker
Kanker dikenal sebagai salah satu penyakit paling mematikan. Penyakit ini disebabkan karena pertumbuhan sel abnormal di tubuh, yang dapat menghancurkan jaringan tubuh normal. Walau awalnya menyerang satu organ saja, kanker bisa dengan mudah menyebar ke organ tubuh lainnya. Beberapa jenis kanker yang umum terjadi kanker payudara, kanker darah, dan kanker paru-paru.

Walau bisa disembuhkan, namun seseorang yang terkena penyakit kanker berada dalam kondisi yang sangat mengancam nyawa. Penyembuhan bisa efektif, salah satunya dengan mengenali gejala kanker sedini mungkin. Beberapa gejala umumnya seperti kelelahan, pembengkakan di area tubuh tertentu, berat tubuh yang naik atau turun drastis, dan memar pada kulit.

Itulah tadi empat jenis penyakit degeneratif, yang terutama sekali kerap dialami saat seseorang telah memasuki usia lanjut. Mengenali gejala penyakit ini sedari dini, memungkinkan pengobatan yang bisa meringankan gejalanya dan bahkan menyembuhkannya secara total. Salah satu cara agar dapat terhindar dari penyakit ini, adalah dengan menjalankan pola hidup sehat dari usia muda.

11,386 kali dilihat, 3,921 kali dilihat hari ini

Bantu Kami Meningkatkan Kualitas Informasi, Klik disini

Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Continue Reading

Banyak Dibaca