Pengertian HAM Menurut Para Ahli serta Prinsip-prinsipnya

Tim Redaksi

Lampung dot co – Edukasi | Pengertian HAM secara umum merujuk pada hak-hak inheren dan tak tergantung yang dimiliki oleh setiap individu, hanya karena mereka adalah manusia. Hak Asasi Manusia (HAM) meliputi hak-hak sipil, politik, ekonomi, sosial, dan budaya yang mendasar.

Prinsip dasar HAM adalah keadilan, kesetaraan, dan martabat manusia. HAM menjadi landasan penting dalam menjaga kebebasan, melindungi individu dari penindasan, dan mendorong kesejahteraan manusia secara keseluruhan.

Pengertian HAM

Pengertian HAM Menurut Para Ahli

Definisi HAM atau Hak Asasi Manusia menurut para ahli yang beragam dapat memberikan pandangan yang lebih kaya tentang esensi HAM itu sendiri. Berikut pengertian HAM menurut beberapa ahli terkenal:

Pengertian HAM Menurut John Locke

Hak Asasi Manusia (HAM) adalah hak yang dibawa sejak lahir yang secara kodrati melekat pada setiap manusia dan tidak dapat diganggu gugat (bersifat mutlak).

Pengertian HAM Menurut Miriam Budiardjo

Hak asasi manusia adalah hak yang dimiliki manusia yang telah diperoleh dan di bawahnya bersamaan dengan kelahirannya dalam kehidupan masyarakat. Hak itu dimiliki tanpa perbedaan atas dasar bangsa, agama, ras, dan jenis kelamin karena hak itu bersifat universal.

Pengertian HAM Menurut Jan Materson

Hak Asasi Manusia ialah hak-hak yang melekat pada manusia, yang tanpa dengannya manusia mustahil dapat hidup sebagai manusia.

Pengertian HAM Menurut UU No 39 Tahun 1999

HAM juga telah diatur dalam undang-undang nomer 39 tahun 1999, menjelaskan bahwa hak asasi manusia merupakan seperangkat haknya telah melekat pada setiap individu sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa dan wajib dijunjung tinggi, dihormati dan dilindungi oleh negara, hukum, pemerintah dan setiap orang (BH Supriyanto – 2016).

Prinsip-prinsip Hak Asasi Manusia

Universalitas

HAM berlaku untuk setiap individu tanpa pandang ras, agama, jenis kelamin, atau latar belakang sosial-ekonomi. HAM universal dan tak terpisahkan dari kondisi manusia.

Kedaulatan dan Otonomi

Setiap individu memiliki hak untuk menentukan hidupnya sendiri dan mengambil keputusan secara bebas tanpa campur tangan yang tidak sah.

Keterkaitan

HAM saling terkait satu sama lain, dan pelanggaran terhadap satu hak dapat memengaruhi hak-hak lainnya. Keberhasilan pemenuhan HAM memerlukan perlindungan komprehensif terhadap seluruh spektrum hak.

Tidak Diskriminatif

HAM melarang segala bentuk diskriminasi, termasuk diskriminasi berdasarkan ras, agama, jenis kelamin, orientasi seksual, atau kecacatan.

Proporsionalitas

Pemerintah dapat membatasi hak-hak individu hanya jika pembatasan tersebut diperlukan dalam rangka melindungi kepentingan umum dan sejalan dengan prinsip keadilan.

Signifikansi Hak Asasi Manusia

HAM memiliki arti penting dalam masyarakat modern. Dalam suatu negara, HAM menjadi dasar hukum yang melindungi individu dari penindasan pemerintah dan kekuatan yang berlebihan.

HAM mempromosikan kebebasan berekspresi, hak untuk mengikuti keyakinan agama, hak untuk berserikat, dan hak untuk berpartisipasi dalam proses politik. HAM juga mencakup hak-hak sosial dan ekonomi, seperti hak atas pendidikan, kesehatan, dan perumahan yang layak.

Implementasi Hak Asasi Manusia

Implementasi HAM melibatkan berbagai aspek, termasuk hukum, kebijakan publik, dan upaya advokasi. Pemerintah memiliki tanggung jawab untuk melindungi dan mempromosikan HAM melalui perundang-undangan yang tepat, pembentukan lembaga penegak hukum yang independen, dan pemantauan terhadap pelanggaran HAM.

Organisasi non-pemerintah dan aktivis HAM juga berperan penting dalam advokasi dan pengawasan terhadap pelaksanaan HAM. Mereka memperjuangkan perlindungan HAM melalui kampanye kesadaran, pemantauan, dan advokasi untuk perubahan kebijakan yang lebih baik.

Selain itu, organisasi internasional juga berperan dalam mendorong implementasi HAM di tingkat global. Contohnya adalah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang memiliki peran sentral dalam mempromosikan dan melindungi HAM melalui dokumen seperti Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia. Melalui mekanisme seperti Komisi HAM PBB, negara-negara diberikan tanggung jawab untuk memenuhi dan melindungi HAM.

Tantangan Implementasi HAM

Namun, meskipun ada upaya yang dilakukan untuk melindungi dan mempromosikan HAM, masih banyak tantangan yang dihadapi dalam implementasinya. Beberapa tantangan tersebut termasuk:

Pelanggaran HAM

Masih terjadi pelanggaran HAM di berbagai belahan dunia, termasuk penindasan politik, pembatasan kebebasan berbicara, penganiayaan suku-suku minoritas, dan perlakuan tidak manusiawi terhadap tahanan politik. Penegakan HAM yang lemah atau korupsi dapat menyebabkan pelanggaran terus berlanjut.

Ketimpangan Sosial

Kesenjangan ekonomi dan sosial dapat menjadi hambatan bagi pemenuhan HAM secara merata. Akses yang tidak setara terhadap pendidikan, perumahan, layanan kesehatan, dan lapangan kerja yang adil dapat membatasi kesempatan individu untuk menikmati hak-hak dasar.

Tantangan Global

Fenomena seperti perubahan iklim, migrasi, dan konflik bersenjata dapat mempengaruhi implementasi HAM di tingkat global. Kondisi ini dapat memperburuk pelanggaran HAM dan menyulitkan upaya pemenuhan HAM di negara-negara terdampak.

Konflik Nilai dan Interpretasi

Konflik nilai dan interpretasi tentang HAM dapat menjadi tantangan dalam implementasinya. Terdapat perbedaan pandangan antara negara-negara dan budaya-budaya yang berbeda mengenai prioritas dan perlindungan hak-hak tertentu, seperti hak LGBT, hak perempuan, atau hak minoritas.

Meskipun tantangan tersebut ada, implementasi HAM tetap menjadi tujuan penting yang harus diperjuangkan. HAM merupakan fondasi masyarakat yang adil, inklusif, dan berkeadilan. Dalam menghadapi tantangan ini, kerjasama internasional, kesadaran publik, pendidikan tentang HAM, dan peran lembaga penegak hukum yang independen sangat penting untuk memastikan bahwa hak-hak setiap individu diakui, dilindungi, dan dihormati.

Dalam rangka mencapai masyarakat yang lebih baik, di mana semua orang dapat hidup dengan martabat dan kebebasan yang sama, perlindungan dan implementasi HAM harus tetap menjadi perhatian utama bagi pemerintah, organisasi masyarakat sipil, dan masyarakat secara keseleluruhan.

Upaya yang berkelanjutan untuk memperkuat sistem hukum dan lembaga penegak hukum, serta meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang HAM di kalangan masyarakat, adalah kunci dalam mencapai kemajuan yang signifikan dalam perlindungan HAM.

Penutup

Demikianlah penjelasan tentang pengertian HAM, prinsip-prinsipnya, signifikansinya, dan implementasinya. Hak Asasi Manusia merupakan prinsip universal yang menegaskan martabat setiap individu dan memastikan bahwa mereka memiliki hak-hak yang mendasar dan tak terpisahkan.

Implementasi HAM melibatkan upaya bersama dari pemerintah, organisasi masyarakat sipil, dan individu untuk memastikan bahwa hak-hak tersebut diakui, dihormati, dan dilindungi.

Dalam melangkah menuju masa depan yang lebih baik, penting bagi setiap orang untuk menghormati HAM orang lain dan menjadi bagian dari perjuangan untuk mewujudkan masyarakat yang lebih adil, inklusif, dan berkeadilan. Dengan memperkuat perlindungan HAM, kita dapat membentuk dunia yang lebih baik bagi generasi sekarang dan mendatang.

Tim Redaksi

Tim Redaksi media online Lampung.co menerbitkan berita-berita khusus, termasuk berita advertorial. Hubungi tim redaksi melalui email redaksi@lampung.co

Related Post

Ads - Before Footer