Berbagai Dampak Hujan Asam yang Wajib Diwaspadai

Tim Redaksi

Lampung.co – Secara kasat mata atau acid rain, hujan asam sama saja dengan hujan biasanya. Namun, meski terlihat sama, nyatanya dampak hujan asam ini sangat berbeda dengan hujan pada umumnya. Itu dikarenakan material yang ada di dalam hujan asam berbeda dan cenderung merusak. Apa saja sebenarnya dampak yang bisa ditimbulkan hujan asam dan patut diwaspadai?

Bagaimana Proses Terjadinya Hujan Asam?
Di Indonesia sendiri, hujan asam ini sudah sering sekali terjadi terlebih di perkotaan besar. Hujan asam bisa terjadi akibat adanya pembuangan senyawa sulfur dioksida dan nitrogen di udara. Saat kedua zat ini bereaksi dan terakumulasi dengan air, maka molukel air yang jatuh sebagai hujan akan menghasilkan kadar asam yang sangat tinggi.

Oleh sebab itulah hujan asam lebih sering terjadi di perkotaan. Pasalnya, sumber senyawa sulfur dioksida dan nitrogen ini adalah kegiatan sehari-hari manusia seperti asap kendaraan bermotor, pembangkit tenaga listrik, penggunaan batu bara dan lainnya. Meski begitu, bukan berarti di daerah pedesaan hujan asam tak bisa terjadi.

Lalu, Apa Saja Dampak Buruk Hujan Asam?
Ada banyak sekali masalah yang bisa disebabkan oleh hujan asam ini. Pertama, untuk kesehatan manusia. Hujan asam ini membuat manusia lebih rentan terkena berbagai penyakit terlebih penyakit kulit. Meski begitu, berbagai penyakit lain juga bisa terjadi bila intensitas terkena hujan asam ini sudah terlalu sering.

Beberapa penyakit berat yang bisa diderita karena hujan asam ini adalah stroke, penyakit jantung, kanker paru-paru, penyakit saluran pernapasan akut hingga kronis, dan masih banyak lagi. Kelompok orang tua dan anak-anak jauh lebih rentan terkena berbagai penyakit tersebut. Tak hanya pada diri manusia. Hujan asam masih memiliki banyak dampak buruk lain.

Misalnya saja, membuat jumlah ikan di lautan menurun karena zat asam yang ada di air menjadi tinggi dan membuat ikan mati. Lapisan lilin pada tumbuhan juga lebih mudah rusak sehingga membuat tumbuhan juga lebih mudah mati. Tak hanya itu saja, nutrisi yang terkandung dalam tumbuhan juga bisa turut hilang.

Itu dikarenakan lapisan lilin yang dirusak oleh hujan asam adalah tempat paling banyak menyimpan nutrisi tumbuhan. Bisa dibayangkan bagaimana masalah yang bisa ditimbulkan, kan? Hujan asam ternyata juga bisa meracuni air karena sifatnya yang asam. Air yang mengandung asam tinggi bila dikonsumsi dalam jangka panjang bisa menyebabkan masalah.

Masalah tersebut berupa penyakit parah dan bisa menyebabkan kematian. Tak hanya untuk makhluk hidup saja, hujan asam nyatanya juga berdampak buruk pada benda mati. Hujan asam bisa memudahkan proses perkaratan pada logam terlebih besi karena sifatnya yang memang mudah berkarat bila terkena zat asam.

Cara Mengurangi Risiko Terjadinya Hujan Asam
Meski begitu, bukan berarti Anda tak bisa bertindak untuk mengurangi dampak hujan asam ini. Ada beberapa kegiatan sederhana yang bisa Anda lakukan semisal menggunakan peralatan rumah tangga yang hemat energi. Selain itu, Anda juga bisa mulai mematikan segala jenis peralatan listrik saat tak digunakan.

Lebih baik lagi bila Anda mengurangi menggunakan kendaraan pribadi. Gunakanlah transportasi umum ketika hendak berpergian dan kalau jaraknya dekat, bisa dengan jalan kaki saja. Jikapun ingin menggunakan kendaraan pribadi, gunakanlah yang emisinya rendah dan ramah lingkungan.

Saat ini mungkin Anda memang tak merasakan efek hujan asam bagi kesehatan dan kehidupan. Meski begitu, bukan berarti Anda bisa seenaknya saja dan tak melakukan perubahan demi menjaga kesehatan dan juga kelestarian lingkungan. Tak perlu melakukan hal yang susah dan mengubah banyak orang, mulai dari diri Anda saja sudah cukup.

Foto: The Millbrook Independent

Tim Redaksi

Tim Redaksi media online Lampung.co menerbitkan berita-berita khusus, termasuk berita advertorial. Hubungi tim redaksi melalui email redaksi@lampung.co

Related Post

Leave a Comment

Ads - Before Footer