Begini Cara Mengatasi Pencemaran Udara Akibat Asap Kendaraan

Rodi Ediyansyah

Lampung.co – Kendaraan merupakan salah satu penyebab pencemaran udara yang paling mudah ditemui. Cara mengatasi pencemaran udara sebenarnya sederhana dan cukup mudah. Apalagi jika dimulai dari diri kita sendiri, orang-orang terdekat di rumah, tetangga, dan lingkungan sekitar. Semua bisa Anda lakukan bertahap sehingga mudah mengamalkannya.

Meski tidak separah asap pabrik, mengingat jumlah kendaraan di dunia yang seringkali melebihi jumlah kepala keluarga, tentu berpengaruh secara signifikan terhadap lingkungan. Emisi gas dari kendaraan bisa mengakibatkan efek rumah kaca, dan pemanasan global karena ozon yang semakin menipis. Untuk mengatasinya, Anda bisa melakukan hal-hal berikut.

1. Biasakan Berjalan Kaki atau Naik Sepeda
Anda ingin pergi ke warung atau mini market yang jaraknya hanya 100-200 meter? Sangat berlebihan jika pergi ke sana dengan motor. Terkecuali jika Anda membawa ibu atau nenek yang mengalami radang sendi, hal ini sah-sah saja. Tapi jika sendirian, akan lebih baik jika Anda jalan kaki atau naik sepeda.

Selain bisa mengurangi kontak dengan asap kendaraan, secara tidak langsung, Anda juga bisa sekalian olahraga dan menjaga kebugaran tubuh. Karena, olahraga bisa dilakukan kapan saja, baik pagi, siang, maupun sore hari, dijamin bisa mmebakar lemak tubuh.

Dengan berjaan kaki atau naik sepeda saja, Anda bisa mendapat 2 keuntungan sekaligus. Pertama, sehat karena tidak terkena asap kendaraan dan yang kedua, sehat karena olahraga santai.

2. Gunakan Bus atau Angkot
Selanjutnya, cara mengatasi pencemaran udara yaitu dengan memilih moda transportasi umum untuk kegiatan rutin harian yang mengharuskan Anda naik kendaraan. Misalnya, pergi ke sekolah, kampus, kantor, pasar, dan tempat lainnya yang berjarak lebih dari 3 kilometer serta kurang efisien jika Anda tempuh dengan jalan kaki atau naik sepeda.

Oleh karena itu, Anda bisa mengandalkan bus, angkot, atau moda transportasi maassal lainnya. Jika masih diizinkan di daerah tempat tinggal Anda, transportasi umum tidak bermotor seperti becak juga bisa menjadi alternatif pilihan terbaik. Selain mengurangi asap, Anda juga beramal dan membantu melestarikan mata pencaharian mereka.

3. Mendukung Car Free Day
Kemudian cara mengatasi pencemaran udara yang ketiga yaitu dengan mendukung car free day dan motorcycle free day. Jika pemda atau pemkot di tempat tinggal Anda belum meresmikan ajakan ini, setidaknya Anda tetap bisa mendukung saran pemerintah yang telah diterapkan di beberapa daerah di Indonesia ini.

Jika tidak ke mana-mana, sebaiknya Anda tidak menggunakan kendaraan di hari Ahad atau libur nasional. Gunakan akhir pekan atau libur pendek Anda dengan lari pagi di taman atau alun-alun bersama keluarga, bercengkrama di rumah untuk meningkatkan quality time, sampai masak-masak bersama. Tidak kalah menyenangkan dari berlibur ke luar kota bukan?

4. Galakkan Hobi Menanam Pohon
Cara keempat mengatasi pencemaran udara yaitu dengan menggalakkan hobi menanam pohon. Meski bukan penyuluh pertanian, guru Biologi, atau anggota ibu-ibu PKK, apapun profesinya, peran aktif Anda dalam menggalakkan hobi menanam pohon ini wajib diamalkan dan ajak tetangga untuk mengikuti hobi Anda.

Caranya, tujukkan keberhasilan Anda menanam bumbu dapur. Di antaranya yaitu kunyit, jahe, tomat, cabai, bawang merah, bawang putih, pisang, pepaya, mangga, dan tanaman lainnya yang minim perawatan tapi peluangnya tinggi untuk terus panen.

Tanaman lainnya seperti sayur bayam dan kangkung juga bisa Anda tanam. Jika Anda berhasil untuk tidak belanja ke pasar karena semua kebutuhan dapur terpenuhi dari hasil kebun atau halaman rumah, para tetangga tentu akan semakin tertarik untuk menirunya.

Hal ini memang terkesan susah pada awalnya dan memerlukan ketelatenan juga. Namun, tidak ada salahnya untuk mencoba. Anda sendiri juga akan merasakan manfaatnya baik bagi kesehatan maupun dalam hal keungan karena tanpa sengaja, bujet untuk membeli sayur dan lain sebagainya bisa diminimalisir.

Selain itu, cara mengatasi pencemaran udara juga bisa dilakukan dengan mengurangi intensitas membakar sampah. Pilih sampah organik (seperti dedaunan dan sampah dapur) dengan sampah anorganik (sampah plastic, kaca, dan lainnya). Kemudian, Anda bisa membuat bipori atau mengubur sampah organik menjadi pupuk untuk bisa menyuburkan tanaman Anda.

Rodi Ediyansyah

Rodi Ediyansyah merupakan salah satu editor media online Lampung.co yang bertugas mencari, menyunting dan menerbitkan naskah berita atau artikel dari penulis. Kontak rhodoy@lampung.co

Tags

Related Post

Leave a Comment

Ads - Before Footer