Menu

Adakah NKRI Tanpa Peristiwa Rengasdengklok?

  Dibaca : 300 kali
Adakah NKRI Tanpa Peristiwa Rengasdengklok?
Bung Karno membacakan teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia | Foto: Ist.

Lampung.co – Sukarno, Hatta, dan ketua BPKI Radjiman kembali ke Jakarta usai bertemu Marsekal Terauchi, Panglima Tentara Selatan Jepang di Dalat, Vietnam pada hari Selasa 14 Agustus 1945.

Ditengah gejolak yang terjadi, sidang pun telah dijadwal untuk digelar dimulai 16 Agustus. Namun rencana para tokoh tersebut mengelar Proklamasi sesuai kesepakatan dengan Jepang ditolak tokoh pemuda.

Para pemuda menghendaki Proklamasi kemerdekaan atas kehendak sendiri, tanpa campur tangan dari Jepang. Hingga terjadilah penculikan atau Peristiwa Rengasdengklok pada hari Kamis 16 Agustus 1945 dini hari.

Hal itu dilakukan agar Soekarno dan Moh. Hatta tidak terpengaruh oleh Jepang. Mereka meyakinkan Soekarno bahwa Jepang telah menyerah dan para pejuang telah siap untuk melawan Jepang, apa pun risikonya.

“Sekarang, Bung. Malam ini. Mari kita kobarkan revolusi hebat, malam ini juga,” desak Bung Chairul Saleh salah satu anggota Angkatan Muda Indonesia.

Termaktub dalam otobiografinya, Penyambung Lidah Rakyat Indonesia, Bung Karno menanggapi desakan suara pemuda Indonesia itu dengan menawarkan tanggal 17 Agustus. Lebih awal dari yang direncanakan pada 7 September 1945.

“Tujuh belas angka suci. Pertama, kita di bulan suci ramadhan, waktu kita berpuasa sampai Lebaran. Mengapa Nabi Muhammad Saw memerintahkan 17 rakaat, bukan 10, atau 20? Karena kesucian angka 17 bukan buatan manusia,” pinta Bung Karno.

Setelah perundingan menemukan kata sepakat, penyusunan teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pun dilangsungkan oleh Ir. Soekarno, Drs. Moh. Hatta, dan Mr. Ahmad Soebarjo, Jumat 17 Agustus 1945 pada pukul 02.00 hingga 04.00 dini hari.

Tepat pukul pukul 10.00 pagi dihari yang sama, Bung Karno bersama Bung Hatta membacakan teks Proklamasi. Lantas, pasca Proklamasi 17 Agustus 1945 Indonesia sudah memiliki kedaulatan penuh?

“Ketika kami memproklamirkan kemerdekaan bangsa, kami belum punya kekuasaan atas seluruh Indonesia. Waktu itu pun kami tidak punya sarana untuk menegakkan kekuasaan,” kata Bung Hatta mengakui.

Kemerdekaan Indonesia itu sungguh ‘dari’ para pemuda pejuang yang namanya cukup asing ditelinga. Mereka diantaranya Chaerul Saleh, Sukarni, dan Wikana termasuk Shodanco Singgih, dari PETA dan yang lainnya.

Dikatakan juga bahwa gelora semangat kepahlawanan mereka itu tak lepas dari peran Ibrahim gelar Datuk Tan Malaka. Peristiwa Rengasdengklok merupakan buah dari diskusi para pemuda tersebut dengan Tan Malaka.

Adakah NKRI dengan semboyannya Bhinneka Tunggal Ika tanpa Peristiwa Rengasdengklok? Meski sempat ‘tak dianggap’, tapi gerakan para pemuda itu masih nikmat kita rasakan hingga hari ini.

Iklan Baris
Wooww... Undangan Pernikahan Murah Hanya Rp. 950. Telp/WA: 0857-8976-8640

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Tags
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Banner Ads

- Iklan Layanan Masyarakat -
-Marhaban Ya Ramadhan-


Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional