Menu

Wanita di Lampung Suruh Selingkuhan Bunuh Suami, Ini Kronologisnya

  Dibaca : 348 kali
Wanita di Lampung Suruh Selingkuhan Bunuh Suami, Ini Kronologisnya
Ilustrasi pembunuhan | Foto: Ist.

Lampung.co – Pengadilan Negeri (PN) Kelas IA Tanjungkarang menggelar persidangan atas kasus pembunuhan berencana terhadap Andi Saputra (31) warga Sukabumi, Bandar Lampung, Senin (13/5/2019).

Tersangka utama dalam kasus ini, tak lain merupakan istri korban Rina (31) yang dibantu oleh pria idaman lain (PIL) atau selingkuhannya Mimin alias Meo (34) sebagai eksekutor.

Keduanya didakwa telah melakukan atau menyuruh melakukan, dan turut serta melakukan perbuatan dengan sengaja berencana terlebih dahulu merampas nyawa orang lain.

Persidangan yang dipimpin oleh Majelis Hakim ketua Aslan Ainin ini digelar untuk kedua kalinya, yang mana agendanya adalah keterangan saksi yang dihadirkan JPU.

JPU Eko Winangto pun menghadirkan lima saksi diantaranya saksi Ari Anggara. Dalam kesaksiannya, Angga nama panggilannya tidak mengetahui persis. Meski demikian, Angga mengakui jika pasangan suami istri Andi dan Rina ada masalah.

“Memang korban Andi cerita sama saya ada masalah kayak gini, saya gak nanggepin. Kan masalah keluarga, cerita gugurin kandungan. Dan saya cuman sekali mendengar kalau cekcok salah satunya masalah selingkuhan,” tandasnya.

Sementara, dalam dakwaannya JPU Eko Winangto, perbuatan terdakwa bermula pada sekitar bulan Juni tahun 2018, saat terdakwa Rina berkenalan dengan terdakwa Mimin alias Meo.

Pada saat berkenalan ditempat kerja itu, terdakwa Rina berstatus sebagai istri dari korban Andi, sedangkan terdakwa Mimin berstatus duda yang telah bercerai dengan istrinya.

Setelah perkenalan itu, terdakwa Rina sering menceritakan keretakan hubungan rumah tangganya kepada Mimin. “Keduanya pun terjalin hubungan tanpa diketahui korban,” ungkap JPU.

Selanjutnya pada hari Minggu tanggal 9 Desember 2018, Rina terlibat cekcok dengan Andi usai suaminya itu bercerita telah menghamili seorang wanita dan meminta tanggung jawab.

“Mendengar hal ini terdakwa Rina marah dan minta diceraikan, namun korban tidak mau,” sebut JPU dikutip dari Tribunnews.com, Selasa (14/5/2019).

Karena merasa sakit hati, pada hari Selasa tanggal 11 Desember 2018, Rina menghubungi Mimin. Rina meminta terdakwa Meo untuk melampiaskan rasa kesal dan sakit hatinya terhadap korban.

Terdakwa Mimin pun menyetujuinya, kemudian hari Rabu 12 Desember 2018 dini hari, terdakwa Mimin mendatangi rumah korban dan masuk dengan merusak pintu samping rumah.

“Lalu Mimin langsung mendatangi korban yang sedang tertidur disamping istrinya. Terdakwa langsung menusuk korban hingga berlumuran darah, sementara terdakwa Rina diam saja dan keluar sembari menggendong anaknya meminta pertolongan,” beber JPU.

Selanjutnya, terdakwa Mimin kabur melalui pintu belakang rumah. Sementara Rina meminta bantuan keluarga korban.

Atas perbuatan keduanya diancam dengan pasal berlapis, yakni dakwaan pertama diancam pidana Pasal 340, Pasal 338 KUHP dan Pasal 351 ayat (3) KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke-2 KUHP.

“Dakwaan kedua diancam pidana Pasal 340, Pasal 338 dan Pasal 351 ayat (3) KUHP Jo Pasal 56 ke-2 KUHP,” tandasnya. (*)

Iklan Baris
Wooww... Undangan Pernikahan Murah Hanya Rp. 950. Telp/WA: 0857-8976-8640

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Tags
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Banner Ads

- Iklan Layanan Masyarakat -
-Marhaban Ya Ramadhan-


Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional