Wakaf Menjadi Pilar Ekonomi Umat

Tim Redaksi

Lampung.co – Di sektor pangan, Global Wakaf menggulirkan rangkaian program seperti Sumur Pertanian Wakaf, Lumbung Pangan Wakaf (LPW), dan Lumbung Ternak Wakaf (LTW).

Bersama dengan program wakaf berbasis bisnis ritel, yakni Warung Wakaf dan Ritel Wakaf.

Seluruh program tersebut membentuk rantai pangan dari hulu ke hilir.

Rantai pangan ini bagian dari solusi total atas problematika umat di sektor pangan, baik dari sisi produksi, distribusi, hingga konsumsi.

“Global Wakaf Foundation beritikad menjamaahkan kemandirian ekonomi umat di sektor pangan dalam rangkaian siklus yang tak terputus,” imbuh Imam, Presiden Global Wakaf Foundation.

Menurutnya, rantai pangan dari hulu ke hilir ini layaknya sebuah ekosistem yang menggerakkan produktivitas umat dengan pendekatan inovasi dan teknologi.

Hal ini selaras dengan wakaf sebagai amanah Rabbaniyah di puncak piramida ekonomi Islam.

Dalam implementasinya, GWF menginisiasi Global Wakaf Corporation (GWC) yang mengelola aset wakaf berupa korporasi bisnis dan sosial dengan spirit Bring Your Asset to Jannah.

Sementara, Presiden Direktur Global Wakaf Corporation Insan Nurrochman menjelaskan tentang amanah wakaf sebagai kunci kejayaan.

“Amanah wakaf sebagai kunci kejayaan umat menuntut standar akuntabilitas yang berlipat dan kinerja kreativitas program berkualitas tinggi dibandingkan filantropi Islam lainnya,” terangnya.

“Inilah yang mendorong GWF menginisiasi GWC bisnis dikelolas secara profesional dengan prinsip itqonul amal,” tambahnya.

Dengan demikian, kata dia, akselerasi ekosistem wakaf bisa segera terbangun agar berjuta kebaikan bisa segera dirasakan seluas-luasnya.

Saat ini, sekitar 201 Sumur Wakaf/Sumur Pertanian Wakaf telah tersebar di 79 kabupaten/kota di Indonesia.

Di Blora, Sumur Wakaf dimanfaatkan warga untuk konsumsi harian dan mengairi lahan pertanian mereka.

Petani yang menggarap lahan pertanian tersebut turut dibina dan diberdayakan melalui program Lumbung Pangan Wakaf (LPW).

Tidak hanya itu, rantai wakaf juga mengangkat kesejahteraan peternak lokal melalui Lumbung Ternak Wakaf (LTW).

Blora menjadi salah satu contoh sukses dari praktik wakaf produktif yang terintegrasi, mulai dari Sumur Pertanian Wakaf, LPW, dan LTW.

“Alhamdulillah, di Blora kita bisa lihat bagaimana kesejahteraan jasmani dan rohani bertransformasi dengan pendekatan program wakaf komprehensif, berkelanjutan, dan terintegrasi dengan profit dan benefit,” kata dia.

“Insyaallah berkah dunia dan akhirat” ujar Insan lagi.

Baik LPW dan LTW setidaknya sudah menjangkau 44 desa di 8 kabupaten/kota di Indonesia, memproduktifkan 3600 Ha lahan sawah dengan melibatkan lebih dari 12.000 petani/peternak.

Sementara itu, penguatan sektor pangan ini diperluas dengan kehadiran 29 Warung Wakaf dan Ritel Wakaf di Lombok dan Jabodetabek.

GWF menargetkan pendirian masing-masing 100 Warung Wakaf di Lombok, Palu, dan Jabodetabek, hingga Februari 2019 mendatang.

Imam T. Saptono selaku Wakil Ketua BWI yang turut hadir dalam acara tersebut, menyambut baik peluncuran resmi program-program Global Wakaf.

Ia mengapresiasi tinggi ikhtiar Global Wakaf dalam membangun perekonomian dan kesejahteraan umat melalui sejumlah program wakaf yang produktif dan inovatif.

“Paradigma wakaf yang dibangun oleh Global Wakaf dengan memadukan para stakeholder wakaf dalam suatu network, yang memadukan sektor hulu dan hilir. Ini memberikan harapan baru bagi perwakafan nasional,” kata dia.

Harapannya wakaf dapat kembali menjadi pilar ekonomi umat, yang membawa kesejahteraan dan kemartabatan umat.

Dijelaskannya, ekosistem wakaf yang tersebar di seluruh Indonesia ini telah meluaskan maslahat yang dirasakan oleh 281 ribu penerima manfaat.

Wakaf, kata dia, terus merangkai manfaat, menyegerakan kebaikan untuk masyarakat luas.

“Insya Allah, wakaf perlahan menggerakkan energi produktivitas umat, menuju masyarakat yang mandiri dan berdaya,” tandasnya. (*)

Tim Redaksi

Tim Redaksi media online Lampung.co menerbitkan berita-berita khusus, termasuk berita advertorial. Hubungi tim redaksi melalui email redaksi@lampung.co

Related Post

Leave a Comment

Ads - Before Footer