Menu

Utang Jatuh Tempo, Pengamat menilai Garuda Indonesia ‘Bermain’ Politik untuk Jokowi

  Dibaca : 330 kali
Utang Jatuh Tempo, Pengamat menilai Garuda Indonesia ‘Bermain’ Politik untuk Jokowi
Pesawat Airbus A330 Garuda Indonesia | Foto: Ist.

Lampung.co – Pengamat industri penerbangan Alvin Lie menilai penurunan harga tiket pesawat oleh Garuda Indonesia Grup terdapat kepentingan politik Jokowi.

Menurutnya Imbauan tersebut sebagai sebuah jalan pintas. Jokowi ia sebut telah memotong kompas. Alvin mengatakan penurunan tarif tiket pesawat ada prosesnya.

Dia berujar, yang terjadi pada penurunan harga tiket pesawat yang dilakukan Garuda Indonesia Grup kemarin tidak melalui proses yang seharusnya.

Kepala negara tidak melibatkan pihak terkait dalam mengeluarkan imbauan tersebut. Karena itulah ia menuding imbauan tersebut diberikan demi kepentingan politik.

“Presiden langsung turun tangan potong kompas, menteri semua dilewati. Selain itu, keputusan tidak melalui rapat direksi juga, jadi ini keputusan politik,” kata Alvin dilansir CNNIndonesia.com, Jum’at (15/2/2019).

Alvin menerangkan, tarif tiket pesawat bukan komponen harga yang ditopang oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) maupun kategori harga yang dikendalikan oleh pemerintah.

“Harga tiket pesawat berbeda dengan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), Tarif Dasar Listrik (TDL), maupun bahan pangan yang bisa diintervensi oleh pemerintah,” jelasnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, intervensi yang dilakukan Jokwi bisa memberikan dampak buruk pada kinerja keuangan maskapai.

“Nanti harus ada pertanggung jawabnnya, kalau angka kinerja keuangan tidak tercapai, pemerintah jangan menyalahkan direksi Garuda Indonesia,” imbuhnya.

Sementara Pengamat industri penerbangan Budhi Mulyawan Suyitno mengamini pernyataan Alvin terkait konsekuensi maskapai dari penurunan harga terhadap kinerja keuangan mereka.

“Sebab, secara otomatis penurunan tarif bakal mengurangi pundi pendapatan perseroan,” ujarnya.

Budhi menyatakan pemerintah harus mencermati kondisi ini. Apalagi, lanjutnya, Garuda Indonesia memiliki utang jatuh tempo tahun ini.

“Sekarang mulai jatuh tempo itu pemberat. Jadi beban utangnya jangan semata-mata ditutupi dengan keuntungan operasional itu sangat sulit sekali,” imbuhnya.

Diketahui, Garuda Indonesia Grup yang terdiri dari Garuda Indonesia, Sriwijaya Air dan NAM memutuskan menurunkan tarif tiket pesawat mereka hingga 20 persen.

Pemangkasan tersebut kata mereka mulai diberlakukan Kamis (14/2/2019) kemarin untuk seluruh rute penerbangan domestik.

Direktur Utama Garuda Indonesia Ari Ashkara mengatakan keputusan tersebut diambil untuk menjalankan arahan Presiden Jokowi. (*)

Iklan Baris
Wooww... Undangan Pernikahan Murah Hanya Rp. 950. Telp/WA: 0857-8976-8640

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Banner Ads

- Iklan Layanan Masyarakat -


Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional