Usai Gempa dan Tsunami Kondisi Palu Tak Menentu, BBM Dijual Rp100 Ribu Per Liter

Tim Redaksi

Lampung.co – Usai gempa 7,4 magnitudo dan tsunami, Jumat (28/09/2018) melanda Kota Palu dan Kabupaten Donggala, kini kondisi wilayah tersebut tak menentu.

Warga panik, mereka pergi ke perbukitan dan tempat-tempat yang lebih tinggi untuk menyelamatkan diri. Kondisi lalu linta semerawut, macet tak terhindarkan pun terjadi.

Mobil dan motor apalagi, masih tertahan di jalan raya karena mogok kehabisan bahan bakar. Kondisi denting ini membuat warga berebut bahan bakar di beberapa SPBU Kota Palu.

Tak tanggung-tanggun, di situasi yang tengah porak poranda, harga bahan bakar minyak (BMM) melambung tinggi. Hal ini seperti yang diceritakan relawan Aksi Cepat Tanggap (ACT) Nimas dilansir dari kumparan.com, Minggu (30/09).

Nimas mengatakan, saat ini kondisi Kota Palu begitu parah, warga panik dan mengungsi ke daerah pegunungan. Sementara mobil-mobil berhenti di tengah jalan karena mati.

“Kondisi kota Palu saat ini sudah parah banyak warga yang panik, mengungsi ke daerah pegunungan, mobil-mobil berhenti di tengah jalan, karena mati. Kondisinya menjadi lebih ruwet,” kata dia.

Tak sampai disitu, dilanjutkannya, warga mengantre BBM di SPBU, Palu, Sulawesi Tengah, Minggu (30/9).

“Warga berebut BBM di SPBU. Bahkan saya sempat ditawari bensin Rp 100 ribu untuk satu botol air minum mineral (800 ml),” terang Nimas.

Tak hanya BBM saja, kondisi makin sulit, sambungan listrik tengah padam dan kini Palu dan Donggala krisis air bersih.

“Air mulai krisis, sebenarnya semalem sudah menemukan bagaimana caranya pakai genset, tapi kan kalau pakai genset butuh bahan bakar, bahan bakar sudah mulai menipis, air krisis kebutuhan makanan menipis sudah mulau menipis,” tandasnya. (*)

Tim Redaksi

Tim Redaksi media online Lampung.co menerbitkan berita-berita khusus, termasuk berita advertorial. Hubungi tim redaksi melalui email redaksi@lampung.co

Related Post

Leave a Comment

Ads - Before Footer