Untuk Hindari Konflik Politik, Kiai Ishomuddin: Ada Dua Syarat

Rodi Ediyansyah

Lampung.co – Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Ahmad Ishomuddin menjelaskan, konflik politik berbau agama bisa dihindari apabila dua syarat terpenuhi, yaitu seseorang berusaha mengerti agama dan paham wawasan kebangsaan.

Hal itu disampaikan Kiai Ishom saat mengisi materi dalam Pendidikan Pengembangan Wawasan Keulamaan (PPWK) II yang digelar Lakpesdam PBNU di Pesantren Asshiddiqiyah Kedoya, Jakarta Barat, Selasa (24/7/2018) lalu.

“Di negara ini mau shalat sampai jidat hitam, bebas. Kalau politik kita bisa seperti itu, kita bebas dari konflik. Ada dua syarat, yaitu ngerti agama dan wawasan kebangsaan,” ujar Kiai Ishom.

Dosen UIN Raden Intan Lampung ini menegaskan, kalau dua hal tersebut jadi pegangan, insyaallah akan menjadi siyasah thoyyibah.

“Bukan politik yang penuh dengan kampanye-kampanye hitam,” tutur Kiai Ishom dilansir NU Online.

Tokoh kelahiran Lampung ini mengutip Syekh Zakiya Malik yang mengatakan bahwa orang berilmu itu apabila ilmunya luas, maka dia menjadi manusia bijaksana dan sedikit mengingkari orang yang berbeda dengannya.

“Di tangan orang yang tidak bijak, persoalan khilafiyah jadi membesar,” jelasnya. (*/doy)

Rodi Ediyansyah

Rodi Ediyansyah merupakan salah satu editor media online Lampung.co yang bertugas mencari, menyunting dan menerbitkan naskah berita atau artikel dari penulis. Kontak rhodoy@lampung.co

Related Post

Leave a Comment

Ads - Before Footer