Tujuh Siswa SMPN 1 Turi Meninggal Akibat Kecelakaan Air, Ini Petunjuk Keamanan Susur Sungai

Tim Redaksi

Lampung.co – Kegiatan susur sungai oleh siswa-siswa pramuka SMPN 1 Turi Kabupaten Sleman, Yogyakarta di Sungai Sempor pada Jumat (21/2/2020) kemarin diduga belum mendapatkan izin dari sekolah.

Selain itu juga diduga banyak Safety Procedure yang dilanggar dalam kegiatan ekstrem yang disebut sebagai pembentukan karakter itu. Akibatnya, hingga berita ini diturunkan, tujuh siswa dilaporkan meninggal dan tiga belum ditemukan.

Kutua Umum Pengurus Besar (PB) Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI), Amalia Yunita sangat menyesali insiden naas tersebut. “Saya merasa prihatin,” kata dia saat dihubungi Lampung.co, Sabtu (22/2/2020) pagi.

Pada yang sama, Sekjen Global Rescue Network (GRN) itu juga memaparkan beberapa petunjuk praktis keamanan susur sungai. Pertama, kata dia, pelajari sungai dan potensi bahayanya sebelum disusuri.

Kedua, lanjutnya, gunakan perlengkapan standar selama menyusuri sungai. Meskipun tinggi muka air (TMA) kecil, perlengkapan wajib selalu digunakan untuk mengantisipasi naiknya debit air.

“Ketiga, pantau air di hulu sungai selama melakukan kegiatan dan gunakan alat komunikasi yang selalu tersambung dengan pemantau air di hulu selama berkegiatan,” ujarnya.

Yang terakhir, Yuni menyebut, susun rencana penanganan jika terjadi kedaruratan termasuk merencakanan jalur evakuasi hingga fasilitas medis terdekat sesuai dengan tingkat kedaruratan. (doy)

Tim Redaksi

Tim Redaksi media online Lampung.co menerbitkan berita-berita khusus, termasuk berita advertorial. Hubungi tim redaksi melalui email redaksi@lampung.co

Related Post

Leave a Comment

Ads - Before Footer