fbpx
Connect with us

Berita

Timnas Indonesia U-22 Juara Piala AFF 2019, Indra Sjafri ‘Kembali’

Published

on

Indra Sjafri

Lampung.co – Timnas Indonesia terbukti sangat jago untuk kejuaraan kelompok umur di Asia Tenggara. Keberhasilan Timnas Indonesia U-22 yang baru saja juara Piala AFF 2019 usai kalahkan Thailand menjadi bukti sahih.

Meksi begitu, Timnas Indonesia seperti kesulitan jadi yang terbaik di level persaingan level senior. Di ajang Piala AFF, Tim Merah-Putih jadi spesialis runner-up (lima kali), tak pernah mengangkat trofi kampiun.

Terakhir di level senior, Timnas Indonesia jadi jawara di SEA Games 1991. Selepas itu publik sepak bola Tanah Air sering dibuat kecewa karena Tim Garuda selalu gagal di final. Terakhir, di Piala AFF 2016, saat Timnas Indonesia digasak Thailand dengan agregat 2-3.

Namun, hal itu berbanding terbalik di level junior. Beberapa tahun terakhir Timnas Indonesia di berbagai level usia kerap jadi jawara di level persaingan Asia Tenggara.

Paling jelek di lima tahun terakhir Timnas Indonesia junior di level U-16, U-18, U-19, hingga U-23 kalah di semifinal.

Jejak sukses Tim Merah-Putih dimulai saat Timnas Indonesia U-19 jadi juara Piala AFF U-19 2013 yang dihelat di Sidoarjo.

Indonesia menjuarai Piala AFF U-19 setelah pada babak final memenangi adu penalti atas Vietnam di Gelora Delta Sidoarjo, Minggu (22/9/2013). Adu penalti dilakukan setelah skor imbang 0-0 tak berubah hingga akhir babak tambahan.

Timnas Indonesia U-19 saat itu dinakhodai oleh Indra Sjafri. Publik sepak bola nasional mendadak jatuh cinta ke tim muda, karena mulai frustrasi sering melihat Timnas Senior gagal berjaya di berbagai event internasional.

Indra dengan deretan pemain belia berbakat macam Evan Dimas, Ilham Udin Arymain, Zulfiandi, Putu Gede, menciptakan euforia.

Sukses Timnas Indonesia di level junior tak berhenti sampai di situ. Lima tahun berselang, giliran Fakhry Husaini dengan Timnas Indonesia U-16 jadi juara Piala AFF U-16 2013. Sukses ini terjadi di Sidoarjo.

Timnas U-16 keluar sebagai juara Piala AFF U-16 pada 2018 lalu setelah mengalahkan Thailand lewat babak adu penalti dengan skor 4-3, Sabtu (11/8/2018) malam.

Pada laga yang berlangsung di Stadion Gelora Delta ini, kedua tim bermain imbang 1-1 pada waktu normal. Indonesia unggul terlebih dahulu lewat Fajar Faturachman pada menit ke-32.

Namun, Thailand berhasil menyamakan kedudukan di babak kedua lewat Apidet Janngam pada menit ke-71. Alhasil laga harus berlanjut ke babak adu penalti.

Kiper Indonesia, Ernando Ari Sutaryadi berhasil menepis dua tendangan pemain Thailand. Sementara keempat algojo Indonesia mampu menjalankan tugasnya dengan baik.

Indonesia berhasil menang dengan skor 4-3. Ini adalah gelar pertama Indonesia di kompetisi ini sejak pertama kali digelar pada tahun 2002.

Indra Sjafri ‘Kembali’
Indra Sjafri kembali menegaskan dominasi Indonesia level persaingan pembinaan usia dini ASEAN. Naik kelas menukangi Timnas Indonesia U-22, tim asuhannya menjadi Raja Piala AFF U-22 2019 yang dihelat di Kamboja.

Timnas Indonesia U-22 sempat tertinggal 0-1 pada menit ke-57. Kapten Thailand, Saringkan Promsupa, berhasil mencetak gol dengan tandukan setelah menerima umpan tendangan bebas dari rekan setimnya.

Namun, keunggulan tersebut tak bertahan lama. Timnas Indonesia U-22 berhasil membalas lewat gol yang dicetak Sani Rizki Fauzi pada menit ke-58.

Mendapat umpan dari Gian Zola, tembakan dilepas Sani Rizki dan membentur tubuh bek Thailand, Marco Ballini. Bola berubah arah dan gagal dihalau oleh kiper Thailand, Korraphat Nareechan.

Timnas Indonesia U-22 berhasil berbalik unggul pada menit ke-63. Seperti halnya gol yang dicetak Thailand, Tim Garuda Muda berhasil mencetak gol lewat tandukan Osvaldo Haay setelah menerima umpan tendangan bebas Luthfi Kamal Baharsyah.

Langkah Timnas Indonesia U-22 menunju final Piala AFF U-22 2019 tak mulus. Terutama saat melakoni tiga laga penyisihan Grup B.

Pada laga pertama penyisihan Grup B, Tim Garuda Muda ditahan 1-1 oleh Myanmar. Ketika itu lawan lebih dulu menjebol gawang Indonesia, sebelum akhirnya Rachmat Irianto mencetak gol pada menit ke-38 dan membawa Indonesia meraih poin satu.

Dari segi hasil, Timnas Indonesia U-22 masih belum ada peningkatan saat melakoni laga kedua di Grup B (20/2/2019). Berjumpa musuh bebuyutan, Malaysia, Tim Merah-Putih kembali meraih skor imbang, kali ini 2-2.

Timnas Indonesia U-22 sempat unggul dua kali, lewat Marinus Wanewar menit ke-52 dan Witan Sulaeman menit ke-77, namun dua kali pula gawang Indonesia jebol, hingga akhirnya Indonesia terpaksa berbagi poin lagi dengan lawan.

Pada laga terakhir Grup B, partai terakhir, yang sekaligus jadi penentu kelolosan ke semifinal, Timnas Indonesia U-22 dengan gagah berani menantang tuan rumah, Kamboja (22/2/2019).

Meski sudah memastikan lolos ke semifinal sebagai juara grup sejak laga kedua berkat kemenangan beruntun, Kamboja tetap merepotkan Indonesia. Namun, tekad tak mau angkat koper dan mengharumkan nama bangsa, menyelimuti setiap pemain Tim Garuda.

Marinus Wanewar jadi sorotan dalam laga ini menyusul brace yang dicetaknya pada menit ke-19 dan ke-83. Indonesia akhirnya menyudahi perlawanan Kamboja dengan skor 2-0.

Indonesia memastikan tempat di semifinal dengan koleksi poin lima dan jadi runner-up Grup B, menantang Vietnam yang berstatus juara Grup A.

Grafik Timnas Indonesia U-22 kian menanjak. Di semifinal, Bagas Adi cs. merontokkan Vietnam, satu di antara kandidat juara turnamen ini.

Vietnam ke semifinal sebagai juara Grup A, namun Timnas Indonesia U-22 tak gentar. Tim Merah-Putih tampil cukup apik untuk menahan setiap gempuran lawan.

Bahkan, mampu menjebol gawang Vietnam lewat tendangan bebas cantik yang dieksekusi Luthfi Kamal pada menit ke-69. Itulah satu-satunya gol yang tercipta, dan Indonesia pun ke final. (*)

Artikel ini telah tayang di liputan6.com dengan judul Timnas Indonesia U-22 Juara Piala AFF 2019, Merah Putih Jago di Level Junior.

43 kali dilihat, 5 kali dilihat hari ini

Bantu Kami Meningkatkan Kualitas Informasi, Klik disini

Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188

Berita

Dosen UIN Raden Intan Lampung Terbukti Cabuli Mahasiswinya

Published

on

Vonis

Lampung.co – Dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung SH terbukti melakukan tindak pidana pencabulan terhadap mahasiswinya sendiri.

Terdakwa diganjar Majelis Hakim dengan hukuman satu tahun penjara dalam persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungkarang, Selasa (17/9/2019).

Majelis Hakim yang dipimpin oleh Aslan Ainin menyatakan terdakwa SH terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana melakukan perbuatan cabul.

Ketua Majelis Hakim menyebutkan bahwa terdakwa bersalah sebagaimana diatur dalam dakwaan pengganti pasal 290 ayat 1 KUHP tentang pencabulan.

“Maka menjatuhi terdakwa […] (SH) dengan hukuman pidana penjara selama satu tahun dikurangi selama terdakwa dalam kurungan,” kata Aslan.

Hukuman dosen yang berbuat asusila terhadap anak didiknya di universitas berlabel Islam itu jauh lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yakni 2 tahun dan 6 bulan penjara.

Hal memberatkan dalam tuntutan JPU, terdakwa sebagai seorang pengajar tidak memberikan contoh yang baik bagi anak didiknya. Malah berbuat sebalik, yakni perbuatan asusila.

Diketahui, berdasarkan keterangan dari surat dakwaan, JPU menyatakan bahwa peristiwa pencabulan itu bermula pada Jumat (21/12/2018) sekira jam 13.20 WIB. Ketika itu, si mahasiswi yang menjadi korban hendak mengumpulkan tugas mandiri mata kuliah Sosiologi Agama II.

“Kemudian korban mengajak rekannya saksi IN untuk menemaninya menemui dosen pengajar mata kuliah tersebut yaitu terdakwa SH,” jelas jaksa.

Saat korban bertemu dengan terdakwa di depan ruang dosen pengajar, korban berkata kepada terdakwa ‘Pak ini saya mau ngumpulin tugas, karena kemarin pada saat UAS saya keluar duluan, jadi tidak tahu bahwa tugas tersebut sudah dikumpul’.

“Lalu sang dosen masuk ke dalam ruangan dosen yang diikuti oleh korban, kemudian di dalam ruangan tersebut terdakwa berdiri membelakangi meja kerjanya berhadapan dengan saksi korban yang sedang berdiri,” terang jaksa.

Korban kembali berkata kepada terdakwa ‘Maaf pak saya terlambat ngumpilin tugas, karena waktu UAS saya keluar duluan, jadi tidak tahu tugasnya dikumpul’ sembari menyerahkan tugas tersebut kepada terdakwa.

“Kemudian tugas tersebut dibuka-buka sebentar oleh terdakwa lalu tugas tersebut diletakkan terdakwa di atas meja kerja terdakwa. Selanjutnya terdakwa mendekati tubuh korban sembari memegang lengan kanan korban sambil berkata lembut ‘Kebiasaan kamu ya’ lalu korban menjawab ‘ya pak minta maaf’,” kata Jaksa menirukan percakapan keduanya.

Saat itu, tangan kanan terdakwa memegang lengan kiri korban sambil dielus-elus lalu terdakwa memegang dan mengelus-ngelus dagu saksi korban sambil berkata ‘Ini apa?’ dijawab korban ‘Jerawat pak’.

Dari perbuatan itu, korban merasa takut sehingga melangkah mundur sambil berkata ‘Bagaimana pak tugas saya diterima apa tidak’ namun terdakwa diam saja tidak menjawab apapun.

“Mata terdakwa memandangi bibir korban sambil tersenyum, sehingga korban merasa tidak nyaman sambil berkata ‘Ya udah pak makasih saya ijin pulang’. Namun terdakwa kembali memegang kedua lengan korban sambil tersenyum,” urai jaksa.

Lalu terdakwa memegang bahu kanan korban sambil berkata ‘Main dimana yuk’ korban menjawab ‘Maaf pak saya ijin pulang’. Namun terdakwa tetap memegang lengan kiri korban, lalu korban berusaha untuk keluar ruangan. Terdakwa justru kembali memegang pipi kanan korban kemudian korban berontak.

“Kemudian terdakwa mengarahkan tangannya memegang payudara korban sehingga korban kaget sambil berteriak ‘Eh pak’ dan terdakwa tersenyum kembali,” beber jaksa.

Dari kejadian itu, korban bergegas keluar ruangan dan terdakwa segera mengambil tas nya lalu ikut keluar bersama korban. Setelah di pintu keluar ruangan, terdakwa berjalan keluar meninggalkan korban dan berpapasan dengan saksi IN sambil menegurnya lalu pergi.

Akibat perbuatan yang dilakukan oleh terdakwa SH menyebabkan korban selalu merasa ketakutan dan berkeringat dingin bila akan menghadap dosen. Nilai mata kuliah Psikologi Sosial yang diambil korban diberikan nilai E oleh dosen tersebut.

Berdasarkan hasil pemeriksaan psikologis korban yang diperiksa oleh Psikolog Octa Reni Setiawati, kesimpulannya bahwa dalam diri korban menunjukkan adanya trauma psikologi terkait pelecehan yang terjadi. (*)

3,910 kali dilihat, 1,883 kali dilihat hari ini

Bantu Kami Meningkatkan Kualitas Informasi, Klik disini

Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Continue Reading

Berita

Terjadi Kebakaran di Lampung Barat, Diduga Akibat Pembukaan Lahan

Published

on

Kebakaran di Lampung Barat

Lampung.co – Terjadi kebakaran lahan perkebunan warga di Pekon Lumbok Kecamatan Lumbok Seminung, Lampung Barat, Selasa (17/9/2019) sekira pukul 18:30 WIB.

Penyebab kebakaran lahan yang diperkirakan mencapai sekitar 1 Ha tersebut diduga akibat aktivitas pembukaan lahan yang dilakukan oleh pemilik lahan yang merupakan warga setempat.

Dihimpun dari laporan Lampost.co, Babinsa Pekon Lumbok Yakub menyebutkan bahwa api baru diketahui terlihat membesar sekitar waktu sholat magrib.

Melihat api membesar itu petugas dan pihaknya bersama masyarakat gotong rotong berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya.

“Api baru bisa dikendalikan atau mulai dapat dijinakan sekitar pukul 21:20 WIB,” ujarnya. (*)

8,279 kali dilihat, 4,173 kali dilihat hari ini

Bantu Kami Meningkatkan Kualitas Informasi, Klik disini

Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Continue Reading

Berita

Ini Identitas dan Dugaan Penyebab Meninggalnya Mayat di Parit GSG Talang Padang

Published

on

Penemuan Mayat

Lampung.co – Sesosok mayat diduga berjenis kelamin laki-laki ditemukan warga terbujur kaku di Parit di Kecamatan Talang Padang, Tanggamus, Selasa (17/9/2019) siang.

Mayat dalam kondisi membusuk, bahkan tertutup sampah plastik yang berserakan di dalam parit tepatnya belakang Gedung Serba Guna (GSG) Kecamatan setempat.

Warga setempat Marwan mengatakan, jenazah tersebut pertama diketahui oleh anak-anak yang sedang berjalan disekitar lokasi sekira pukul 01.00 Wib.

“Kemudian memberitahukan ke warga berkumpul untuk memastikan, teryata benar itu adalah orang,” kata dia.

Mayat berjenis kelamin laki-laki tersebut, lanjutnya, dibawa petugas kepolisian Polsek Talang Padang ke RS Kota Agung untuk dilakukan identifikasi.

Polsek Talang Padang bersama Tim Inafis Polres Tanggamus pun berhasil mengidentifikasi sosok mayat seorang pria yang diketahui bernama Herman Sumadi (32) itu.

Kapolsek Talang Padang Iptu Khairul Yasin Ariga, S.Kom mewakili Kapolres Tanggamus mengatakan, korban merupakan warga Pekon Sinar Semendo Kecamatan Talang Padang, Tanggamus.

“Korban merupakan bujangan dan sehari-harinya bekerja mencari barang rongsok,” kata Iptu Khairul Yassin, Selasa (17/9/2019) sore.

Iptu Khairul menegaskan, dari tubuh korban, tidak menemukan tanda tanda bekas kekerasan dan sejenisnya. Pihaknya belum bisa memastikan penyebab korban meninggal.

“Dugaan sementara kecelakaan terjatuh kedalam parit. Sebab, dari keterangan keluarganya, korban mempunyai penyakit epilepsi sudah sejak lama dan sering kambuh tidak jelas waktunya,” jelasnya.

Ditempat sama, Dokter Rumah Sakit Kota Agung menerangkan bahwa dari hasil pemeriksaan tahap luar oleh tim medis, pihak medis juga tidak menemukan tanda-tanda kekerasan. (*)

6,719 kali dilihat, 1,997 kali dilihat hari ini

Bantu Kami Meningkatkan Kualitas Informasi, Klik disini

Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Continue Reading

Banyak Dibaca