Terkait Kasus Suap Agung Ilmu Mangkunegara, Sri Widodo Diperiksa KPK

Rodi Ediyansyah

Lampung.co – Mantan wakil Wakil Bupati (Wabup) Lampung Utara, Sri Widodo akan menjalani pemeriksaan oleh penyidik KPK terkait kasus suap proyek di Dinas PUPR dan Perdagangan Kabupaten setempat.

Tak hanya Sri Widodo, penyidik juga memanggil mantan Sekda Lampung Utara, Syamsir untuk melengkapi berkas penyidikan tersangka Bupati Lampung Utara non-atif, Agung Ilmu Mangkunegara (AIM).

Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah kedua saksi tersebut akan diperiksa penyidik KPK untuk mengusut kasus suap itu hari ini, Kamis (7/11/2019).

“Keduanya diperiksa sebagai saksi untuk proses penyidikan tersangka AIM,” kata Febri melalui pesan singkatnya, Kamis (7/11/2019) dikutip dari okezone.com.

Dalam kasus ini, KPK telah ‎menetapkan enam orang sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait proyek di Dinas PUPR dan Dinas Perdagangan Pemkab Lampung Utara, termasuk Bupati non-atif, Agung Ilmu Mangkunegara.

Lima tersangka lainnya yakni orang kepercayaan Bupati Lampung Utara, Raden Syahril (RSY); Kadis PUPR Lampung Utara, Syahbuddin (SYH); Kadis Perdagangan Lampung Utara, Wan Hendri (WHN).

Selain itu juga terdapat dua pihak swasta yakni, ‎Chandra Safari (CHS) dan Hendra Wijaya Saleh (HSW). Mereka ditetapkan sebagai tersangka setelah dilakukan pemeriksaan secara intensif.

Agung diduga menerima suap terkait proyek di Dinas PUPR dan Dinas Perdagangan ‎Lampung Utara dari pihak swasta, Chandra Safari dan Hendra Wijaya Saleh melalui Syahbuddin dan ‎Wan Hendri dan Raden Syahril.

Atas perbuatannya, Agung dan Raden Syahril‎ disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP juncto Pasal 65 ayat (1) KUHP.

‎Sementara Syahbuddin dan ‎Wan Hendri disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.‎

Chandra Safari dan Hendra Wijaya Saleh selaku penyuap disangkakan melanggar pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau Pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. (*)

Rodi Ediyansyah

Rodi Ediyansyah merupakan salah satu editor media online Lampung.co yang bertugas mencari, menyunting dan menerbitkan naskah berita atau artikel dari penulis. Kontak rhodoy@lampung.co

Related Post

Leave a Comment

Ads - Before Footer