Terkait Kasus Jual Beli Jabatan KPU di Lampung, LBH: Tidak Sulit Membuktikan

Tim Redaksi

Lampung.co – Komisioner KPU Provinsi Lampung Esti Nur Fathonah teradu kasus jual beli jabatan anggota KPU disidang oleh Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).

Sidang dengan agenda mendengarkan klarifikasi dari masing-masing teradu dan pengadu itu digelar di kantor Bawaslu provinsi Lampung, Kamis (19/12/2019) kemarin.

Majelis sidang kode etik penyelenggara Pemilu tersebut diantaranya Dr Alfitra Salam, Dr Idha Budhiati, serta anggota majelis Nila Nargis dan Muhammad Teguh.

Dalam klasifikasinya, Esti mengaku tidak mengetahui sama sekali adanya dugaan jual beli kursi rekrutmen KPU Kabupaten/Kota se Provinsi Lampung.

“Saya hanya merasa diseret-seret dalam masalah ini,” kata Esti kepada wartawan usai persidangan, Kamis (19/12/2019) kemarin.

Terkait informasi yang beredar bahwa adanya pesan whatsapp yang melibatkan dirinya membicarakan dugaan jual beli kursi dalam rekrutmen, menurut Esti masih perlu pembuktian.

Bahkan dirinya juga menyangkal ada pembicaraan dengan pengadu Gentur Sumedi terkait kelolosan calon komisioner Viza Yelisanti menjadi komisioner KPU Tulangbawang di kamar hotel.

“Ketemu (Gentur Sumedi) saat mau check out, tetapi saya tidak ada pembicaraan apapun terkait kelolosan,” ujarnya.

Namun Gentur Sumedi menyayangkan pengakuan Esti yang menyangkal adanya pertemuan dengan dirinya dan Lilis Pujianti yang disebut teradu sebagai perantara penerima uang.

“Sangat disayangkan pengakuan saudara teradu, tidak mengakui pertemuan kami bertiga (Gentur Sumedi, Esti Nur Fathonah dan Lilis Pujianti) di kamar 7010 di Swissbel Hotel,” sesal Gentur.

Dalam kasus ini, pengadu didamping Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bandar Lampung. Direktur LBH Bandar Lampung Chandra Muliawan menegaskan bahwa masalah dalam kasus ini adalah persoalan etik.

“Saudara Esti juga mengakui bahwa dia berada di kamar 7010, jadi dalam sidang ini tidak terlalu sulit membuktikan, soal dia mengingkari adanya pertemuan itu hak dia, tetapi kita akan membuktikan secara logik hukum,” tandas Chandra. (*)

Tim Redaksi

Tim Redaksi media online Lampung.co menerbitkan berita-berita khusus, termasuk berita advertorial. Hubungi tim redaksi melalui email redaksi@lampung.co

Related Post

Leave a Comment

Ads - Before Footer