fbpx
Connect with us

Berita

Terkait Dua Mahasiswa Tewas Saat Aksi, Kuasa Hukum Minta Ketegasan Polri

Published

on

Aksi Mahasiswa

Lampung.co – Terkait tewasnya dua mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO) yakni, Randi (21) dan Muhammad Yusuf Kardawi (19), Tim kuasa hukum meminta ketegasan Polri.

Dua mahasiswa Kendari itu meninggal saat unjuk rasa di gedung DPRD Sulawesi Tenggara (Sultra) akibat terkena peluru yang diduga dimiliki petugas kepolisian Pada 26 September 2019 lalu.

Ketua Tim Pengacara Sukdar menyebut proses penyelidikan kasus penembakan Randi sudah memasuki tiga pekan dan hanya enam orang terperiksa, itupun belum jelas kaitan dengan hilangnya dua nyawa.

Sukdar mengatakan, enam orang terperiksa tersebut diduga melanggar kode etik disiplin karena membawa senjata api (Senpi) saat melaksanakan tugas pengamanan aksi unjuk rasa.

Pihaknya mendesak Tim Mabes Polri segera memberikan gambaran apakah enam orang terperiksa itu ada yang menjadi pelaku penembakan yang mengakibatkan hilangnya nyawa dua mahasiswa.

“Kami Tim Kuasa Hukum Korban mempertanyakan komitmen Polri dalam penuntasan perkara ini, karena terkesan enam orang oknum anggota Polri yang terperiksa lebih dititik beratkan pada proses etik oleh Propam,” ungkapnya.

Oleh karena itu, timnya meminta Presiden Jokowi membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta yang independen guna mengusut keterkaitan enam aparat itu dengan tewasnya dua mahasiswa UHO. (*)

18,074 kali dilihat, 10 kali dilihat hari ini

Bantu Kami Meningkatkan Kualitas Informasi, Klik disini

Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188

Rodi Ediyansyah merupakan salah satu editor media online Lampung.co yang bertugas mencari, menyunting dan menerbitkan naskah berita atau artikel dari penulis.

Berita

Cak Imin dan Dua Politisi PKB Lampung Diperiksa KPK Terkait Korupsi Kementerian PUPR

Published

on

Muhaimin Iskandar

Lampung.co – Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar atau akrab disapa Cak Imin akan diperiksa penyidik Komisi Pemberantas Korupsi (KPK), Selasa (19/11/2019).

Cak Imin, akan diperiksa lembaga antirasuah terkait dugaan kasus korupsi menerima hadiah dalam proyek di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tahun anggaran 2016.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah Cak Imin akan diperiksa dalam kapasitasnya sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dari PKB.

“Yang bersangkutan akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka HA [Hong Arta],” kata dia kepada wartawan, Selasa (19/11/2019) pagi.

Selain Cak Imin, penyidik KPK juga akan memeriksa dan menggali keterangan dari dua anggota DPRD Provinsi Lampung periode 2014-2019, Hidir Ibrahim dan Khaidir Bujung untuk kasus yang sama.

Diketahui, Komisaris PT Sharleen Raya, Hong Arta John Alfred ditetapkan KPK sebagai tersangka karena diduga memberikan suap kepada sejumlah pihak terkait proyek-proyek PUPR.

Hong Arta diduga menyuap kepala BPJN IX Maluku sebesar Rp8 miliar dan Maluku Utara Amran Hi Mustary sebesar Rp2,6 miliar pada pertengahan 2015.

Selain itu, Ia juga diduga memberikan suap kepada mantan anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Damayanti Wisnu Putranti sebesar Rp1 miliar pada November 2015.

Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan menyebut Hong Arta merupakan tersangka ke-12 dalam kasus dugaan suap terkait proyek pembangunan jalan di Kementerian PUPR termasuk Musa Zainudin. (*)

1,479 kali dilihat, 1,479 kali dilihat hari ini

Bantu Kami Meningkatkan Kualitas Informasi, Klik disini

Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Continue Reading

Berita

Prakiraan Cuaca Lampung Hari Ini

Published

on

Prakiraan Cuaca BMKG

Lampung.co – Ini merupakan halaman khusus perkiraan cuaca Lampung yang akan selalu kami update setiap hari perdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Artinya halaman ini berlaku setiap hari bagi pembaca Lampung.co yang ingin mengetahui prakiraan cuaca di seluruh daerah provinsi Lampung.

Hal ini penting bagi anda yang ingin merencanakan perjalanan atau akan melaksanakan kegiatan yang bergantung pada kondisi cuaca.

Oleh karena itu, anda bisa menyimpan atau mengarsipkan link halaman perkiraan cuaca di Lampung ini ditempat yang mudah diingat untuk dikunjungi kembali kemudian hari.

Anda juga boleh membagikan informasi ini ke saudara atau rekan kerja melalui media sosial atau pesan dan group WhatsApp karena diantara mereka mungkin ada yang membutuhkannya.

Berikut prakiraan cuaca umum Provinsi Lampung berlaku tanggal 19 November 2019 pukul 07.00 WIB hingga 20 November 2019 pukul 07.00 WIB:

1. Angin secara umum bertiup dari arah Timur Laut hingga Timur dengan kecepatan antara 05 – 20 knots (09 – 38 km/jam).

2. Jarak pandang berkisar antara 3 – 10 km.

3. Suhu udara secara umum berkisar antara 23.0°C – 34.0°C, kecuali Lampung bagian barat (Lampung Barat, Tanggamus, dan Pesisir Barat) berkisar antara 15.0°C – 31.0°C.

4. Kelembaban udara secara umum berkisar antara 30% – 94%, kecuali Lampung bagian barat (Lampung Barat, Tanggamus, dan Pesisir Barat) berkisar antara 40% – 98%.

5. Secara umum wilayah Lampung diprakirakan sebagai berikut :

Pagi hari berpotensi hujan ringan hingga lebat di wilayah Tulang Bawang, Lampung Tengah, Lampung Timur, Metro, Lampung Selatan, Bandar Lampung, Pesawaran, Pringsewu, Tanggamus, Lampung Utara, Lampung Barat, dan Pesisir Barat.

Siang hingga Sore hari berpotensi hujan ringan hingga lebat di wilayah Mesuji, Tulang Bawang, Way Kanan, Lampung Utara, Lampung Tengah, Lampung Barat, Tanggamus, dan Pesisir Barat.

Malam hari berpotensi hujan ringan hingga lebat di wilayah Mesuji, Tulang Bawang Barat, Tulang Bawang, Way Kanan, Lampung Utara, Lampung Tengah, Pesisir Barat, Tanggamus, dan Pesawaran.

Dini hari berpotensi hujan lokal di wilayah Way Kanan, Lampung Utara, Lampung Tengah, Metro, Pesawaran, Bandar Lampung, Lampung Selatan, Tanggamus, Pesisir Barat, dan Lampung Timur.

WARNING:

Waspada potensi hujan lebat disertai petir dan angin kencang di wilayah Lampung Tengah dan Lampung Utara pada pagi hari

Serta di wilayah Lampung Utara, Lampung Barat, dan Pesisir Barat pada siang hari

Dan wilayah Way Kanan pada malam hari.

Sumber: Prakirawan Stasiun Meteorologi Radin Inten II Bandar Lampung.
*Jika anda menemukan informasi ini belum diperbaharui, silakan menghubungi redaksi melalui pesan WhatsApp 0811-796-2288 segera.

540,232 kali dilihat, 1,590 kali dilihat hari ini

Bantu Kami Meningkatkan Kualitas Informasi, Klik disini

Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Continue Reading

Berita

Sukmawati Diduga Menista Agama, Kemenag Minta Proses Hukum Dijalankan

Published

on

Sukmawati Soekarnoputri

Lampung.co – Terkait pelaporan Sukmawati Soekarnoputri ke polisi atas tuduhan penistaan agama Pasal 156a KUHP, Kementerian Agama meminta agar proses hukum tetap dijalankan sesuai prosedur.

Hal itu diungkapkan Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid di kantor wakil presiden, Jakarta, Senin (18/11/2019). “Silakan proses hukum dilaksanakan,” kata dia dikutip dari CNN Indonesia.

Menurutnya, sebagai negara hukum, sah-sah saja masyarakat melakukan pengaduan kepada penegak hukum sesuai mekanisme yang ada. Namun, lanjutnya, jangan sampai menimbulkan kegaduhan.

“Yang penting tidak perlu sampai terjadi kegaduhan, tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, kita harus menahan diri,” ujar Zainut.

Dalam kesempatan itu juga, dia mengingatkan agar setiap tokoh masyarakat maupun tokoh bangsa lebih berhati-hati dalam menyampaikan pernyataan di muka umum. Terlebih berkaitan dengan persoalan agama.

“Kami mengimbau tokoh masyarakat, tokoh bangsa agar dalam menyampaikan statement menghindari hal-hal yang mengandung muatan kontraproduktif,” imbau Wakil Ketua Umum MUI ini.

Diketahui, putri Presiden ke-1 RI Sukarno itu dilaporkan ke Polda Metro Jaya pada 15 November lalu atas dugaan tindak pidana penistaan agama ucapannya dalam sebuah video yang beredar di media sosial.

“Mana lebih bagus Pancasila atau Alquran? Sekarang saya mau tanya nih semua. Yang berjuang di abad 20, itu nabi yang mulia Muhammad apa Ir. Sukarno untuk kemerdekaan?” kata Sukmawati.

Terkait pernyataan yang diungkapkannya di sebuah forum tersebut, Sukmawati membantah membandingkan jasa bapaknya dengan Nabi Muhammad SAW terhadap Indonesia.

“Video itu hanya sebagian kecil dari pernyataan saya saat berbicara di forum anak muda yang mengusung tema untuk membangkitkan nasionalisme, menangkal radikalisme, dan memberantas terorisme,” kilahnya.

Sebelumnya, Sukmawati juga pernah dilaporkan atas kasus dugaan penistaan agama ketika membacakan puisi berjudul Ibu Indonesia dalam sebuah acara peragaan busana beberapa waktu lalu.

Namun, Mabes Polri akhirnya menerbitkan Surat Perintah Penghentian Penyelidikan (SP3) karena tidak menemukan unsur pidana dalam kasus tersebut. (*)

7,006 kali dilihat, 2,221 kali dilihat hari ini

Bantu Kami Meningkatkan Kualitas Informasi, Klik disini

Iklan Baris
Jasa pembuatan website profesional untuk lembaga, Company Profile, Landing Page Bisnis atau Personal Profile. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Continue Reading

Banyak Dibaca