Tergiur Ajakan Kencan, Pria ‘Malang’ Ini Jadi Korban Pemerasan

Rodi Ediyansyah

Lampung.co – Diajak kencan melalui chating online media sosial, seorang warga Terbanggi Besar, Lampung Tengah Lukman Hakim menjadi korban pemerasan.

Kasus pemerasan ini terencana dengan baik oleh empat orang tersangka termasuk seorang wanita Berta Liana Sari (23), warga Muara Sungkai Lampung Utara.

Kasus ini bermula saat Berta menghubungi Lukman warga Rejosari dan mengajak untuk datang kekontrakannya di Kampung Ono Harjo, Terbanggi Besar, Selasa (12/3/2019) pukul 21.00 WIB.

Kemudian sekira pukul 22.00 WIB korban datang dan diminta Berta agar masuk lewat pintu belakang. Tidak berselang lama di korban digerebek oleh pelaku Indra Bangsawan (31) dan Efendi.

Setelah itu datang pelaku Sutatno (40) yang mengaku sebagai suami Berta, lalu marah-marah kepada korban sambil menodongkan sebilah senjata tajam kearah korban.

Demikian keterangan Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Terbanggi Besar, Kompol Donny Hendri Dunand mewakili Kapolres Lampung Tengah AKBP I Made Rasma, Rabu (20/3/2019) kemarin.

“Agar terjadi perdamaian, pelaku menekan korban meminta uang sebesar dua puluh juta rupiah,” jelas Donny dikutip dari tribratanews.

Lantaran tak punya uang, Lukman bersama pelaku Sutatno mencari pinjaman kekerabat korban dan mendapatkan uang sebesar Rp2.5 juta lalu di serahkan ke pelaku Indra.

Para pelaku merasa tidak puas hanya menerima uang sebesar itu, kemudian pelaku Indra meminta tambahan uang damai sebesar lima juta rupiah kekorban.

Pelaku Indra meminta kepada korban agar kekurangan uang sebesar Rp2.5 juta tersebut dipenuhi esok hari.

Lalu korban datang kekontrakan pelaku Berta untuk menyerahkan kekurangan uang perdamaian kepada pelaku Indra, Rabu (13/3/2019) siang.

Karena merasa diperas korban, kata Kapolsek, Lukman melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Terbanggi Besar pada hari Selasa, (19/3/2019).

Atas laporan tersebut Kapolsek Bersama Kanit Reskrim melakukan penangkapan keempat pelaku berikut barang buktinya satu unit sepeda motor.

Hasil pembagian uang sebesar Rp5 juta dari pelaku Liana, pelaku Sutatno mendapat Rp900 ribu, Efendi Rp750 ribu, Indra Rp2.1 juta dan sisanya digunakan untuk makan dan rokok sebesar Rp250 ribu.

“Guna penyidikan lebih lanjut pelaku dijerat dengan pasal 368 KUHPidana dengan ancaman 9 tahun penjara,” tegas Kapolsek Donny. (*)

Rodi Ediyansyah

Rodi Ediyansyah merupakan salah satu editor media online Lampung.co yang bertugas mencari, menyunting dan menerbitkan naskah berita atau artikel dari penulis. Kontak rhodoy@lampung.co

Related Post

Leave a Comment

Ads - Before Footer