Menu

Tanam Jagung di Pringsewu, Menteri Pertanian Libatkan Beberapa Pesantren

  Dibaca : 198 kali
Tanam Jagung di Pringsewu, Menteri Pertanian Libatkan Beberapa Pesantren
Kementerian Pertanian canangkan tanam jagung perdana di Pekon Srikaton, Kecamatan Adiluwih, Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung, Selasa (4/9/2018) | Ist

Lampung.co – Kementerian Pertanian canangkan tanam jagung perdana di Pekon Srikaton, Kecamatan Adiluwih, Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung, Selasa (4/9/2018).

Tanam jagung yang juga dihadiri langsung Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman ini juga melibatkan beberapa pesantren.

Diketahui, kegiatan tersebut merupakan bagian dari gerakan tanam serentak di seluruh Indonesia yang mencakup lahan seluas 73.051 hektare.

Di antaranya, selain dilakukan di Provinsi Lampung, juga dilakukan di Bengkulu, Kalimantan Timur, Jawa Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Jawa Timur.

Sementara, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkapkan, tanam perdana jagung yang dilakukan di Pringsewu merupakan realisasi dari kerjasama dengan Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) di tahun 2018.

Menurutnya, target kerjasama yang dilakukan dengan total 100 ribu hektare. Kerjasama dimaksud untuk mendorong peningkatan produksi jagung nasional.

Sehingga, kata dia, ekspor jagung terus ditingkatkan, dan pada saat yang sama akan berdampak langsung pada perekonomian umat.

“Hal tersebut sejalan dengan apa yang diinginkan Presiden Joko Widodo untuk mengentaskan kemiskinan. Kita harus menyanyangi rakyat,” ungkap Amran dilansir dari liputan6.com.

Menurutnya, Provinsi Lampung merupakan sentra produksi jagung dengan kontribusinya terhadap produksi nasional mencapai 8,6 persen.

“Luas panen jagung di Lampung mencapai 486.313 hektare dengan produktivitas 5,3 ton per hektar. Jika di total produksi jagung di provinsi ini bisa mencapai 2,58 juta ton,” terangnya.

Maka, kata dia, untuk mendorong produksi pertanian di wilayah Lampung, Kementan bekerjasama dengan PBNU memberikan bantuan berupa benih jagung untuk Kabupaten Pringsewu sebanyak 45 ton untuk 3.006 hektare.

“Nilainya mencapai Rp1,9 miliar,” tuturnya.

Kementan juga, dilanjut Amran, memberikan bantuan berupa padi gogo untuk 1.050 hektare, sepuluh unit traktor 2 roda, sepuluh unit pompa air, dan lima unit cultivator.

Tak hanya itu saja, Kementan juga memberikan bantuan untuk Provinsi Lampung berupa bibit kopi robusta 830 hektare sebanyak 830.000 batang.

Selanjutnya, ada juga bantuan peremajaan kakao 270 hektare dengan bantuan bibit 270.000 batang, rehabilitasi lada 1.125 ha bantuan bibitnya 900.000 batang dan rehabilitasi pala 200 ha bantuan bibitnya 12.000 batang.

Sementara, di lokasi yang sama, Ketua Bidang Ekonomi PBNU, Umarsyah yang hadir mewakili Ketua Umum PBNU mengatakan kerja sama Kementan dengan PBNU ini diarahkan untuk menyelesaikan persoalan petani.

Misal, kata dia, seperti penyediaan permodalan, benih, pupuk, alat mesin pertanian seperti pengering, hingga akses pasar.

“Ke depan, kerjasama Kementan dengan PBNU tidak hanya budidaya jagung, tetapi juga pada budidaya padi dan kedelai. Dengan begitu, swasembada padi, jagung dan kedelai bisa diwujudkan,” terang Umarsyah.

Selain Menteri Amran dan Ketua Bidang Ekonomi Umarsyah, hadir pula diacara tersebut Asisten Teritorial Angkatan Darat Mayjen TNI Supartodi.

Selanjutnya, hadir juga Anggota DPD RI Anang Prihantoro, Direktur Pengadaan Perum Bulog Bachtiar, dan Bupati Pringsewu Sujadi. (*)

Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!
- Advertisement -


Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional