Tak Penuhi Panggilan Bawaslu dan Berikan Tiga Opsi, Fiber Ancam Polisikan Andi Arief

Rodi Ediyansyah

Lampung.co – Tokoh asal Lampung yang juga Waseksjen Partai Demokrat Andi Arief diancam akan dilaporkan ke polisi.

Mempolisikan Andi Arief ini terkait dugaan tak koperatifnya Andi dalam memenuhi panggilan Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu).

Pelaporan ke polisi akan diajukan Federasi Indonesia Bersatu (Fiber). Hal ini terkait dengan cuitannya soal “Mahar Rp500 Miliar Sandiaga Uno”.

Andi akan dilaporkan dengan tindakan melawan hukum, yakni, jerat pidana dugaan penyebaran berita bohong atas cuitannya tersebut.

Kecaman tersebut disampaikan Kuasa Hukum Fiber, Zakir Rasyidin di Jl. Warung Buncit, Jakarta Selatan, Jumat (24/08/2018).

“Kalau Andi Arief tetap tidak mau memberikan keterangan ke Bawaslu, kita lihat ini tindakan melawan hukum karena patut diduga Andi Arief melakukan penyebaran berita bohong,” kecamnya dilansir dari detik.com.

Orang yang menjabarkan berita bohong itu, lanjutnya, ada pasalnya dan sanksinya. Maka jika yang bersangkutan tidak mau memberikan keterangan ke Bawaslu, maka pihaknya akan ambil tindakan.

“Mungkin kita sebagai pelapor akan melakukan upaya hukum. Kunci dari pembuktian perkara mahar politik ini ada di Pak Andi Arief,” kata Zakir.

Menurut Zakir, kepolisian memiliki wewenang memanggil paksa seseorang untuk membuat terang suatu perkara, sementara Bawaslu tidak.

Dalam hal ini, kata dia, Bawaslu telah tiga kali memanggil Andi dan dalam tiga kali kesempatan, Andi tak hadir.

“Bawaslu memang bukan lembaga pro justicia, sehingga tak bisa melakukan pemanggilan paksa. Maka kita lakukan upaya hukum yang bisa memaksa yang bersangkutan,” tuturnya.

Maka, langkah hukum selanjutnya, akan dibuat laporan ke polisi. Menurutnya, hal tersebut tidak lama. Bahkan, bisa jadi minggu depan.

“Akan kita buat laporan polisi dalam waktu yang tidak lama, bisa jadi minggu depan. Atas dugaan berita bohong, bisa juga untuk hal-hal yang lain,”imbuhnya.

Menurut Zakit, keterangan Andi di Bawaslu penting terkait kebenaran adanya mahar Rp500 Miliar yang dilakukan Sandiaga Uno.

“Keterangan kami dalam laporan ini kan berdasarkan apa yang disampaikan Andi Arief. Andi Arief harus membuktikan itu dan kita jadikan saksi,” bubuhnya.

“Kalau dia tidak datang berarti ada indikasi yang bersangkutan menghambat proses ini,” tambahnya.
Diketahui, hari ini (Jumat, 24/08/2018) Andi Arief dipanggil Bawaslu terkait dugaan mahar Rp 1 triliun dari bakal cawapres Sandiaga Uno ke PAN dan PKS.

Namun Andi Arief tidak bisa memenuhi panggilan tersebut. Andi mengaku telah menghubungi Bawaslu Kamis (23/8) untuk menyatakan kemungkinan tak bisa menepati janji memenuhi panggilan.

Dalam permohonan izin tak bisa hadir tersebut, Andi mengaku punya beberapa alasan.

“Ada kemungkinan saya masih belum bisa kembali ke Jakarta karena saya masih harus bersama orang tua saya yang belum sehat sepenuhnya,” tutur Andi.

Andi Arief kemudian memberi 3 opsi ke Bawaslu agar dirinya tetap bisa memberi kesaksian soal dugaan mahar politik.

“Pertama, video call. Cara ini bisa membantu saya memberi klarifikasi. Kedua, saya menulis klarifikasi yang saya tanda tangani. Ketiga, saya melakukan klarifikasi di Bawaslu Lampung,” tandasnya. (*/goy)

Rodi Ediyansyah

Rodi Ediyansyah merupakan salah satu editor media online Lampung.co yang bertugas mencari, menyunting dan menerbitkan naskah berita atau artikel dari penulis. Kontak rhodoy@lampung.co

Tags

Related Post

Leave a Comment

Ads - Before Footer