Menu

Sumur Wakaf Dibangun, Petani Lampung Tengah Berharap Panen Meningkat

  Dibaca : 163 kali
Sumur Wakaf Dibangun, Petani Lampung Tengah Berharap Panen Meningkat
Sumur Wakaf untuk petani daerah Dusun 4 Sidodadi, Desa Mojopahit, Kecamatan Punggur, Kabupaten Lampung Tengah | Foto: Ist.

Lampung.co – Petani daerah Dusun 4 Sidodadi, Desa Mojopahit, Kecamatan Punggur, Kabupaten Lampung Tengah berharap panen tahun ini lebih banyak dari biasanya.

Sebab, pembangunan Sumur Wakaf yang dilakukan sejak Jumat (22/3/2019) lalu, di daerah pertanian mereka, bakal ditargetkan rampung dalam waktu dekat.

Koordinator Program Global Wakaf Lampung Dinia Rumaini berharap, keberadaan Sumur Wakaf ini mampu mengairi sawah mereka saat musim kemarau sehingga panen tetap bisa dilaksanakan.

“Saat ini progres sumur wakaf tinggal finishing, pengecatan, pemasangan sibel (pompa air) dan pipa-pipa, serta pemasangan prasasti untuk peresmian. Insyaallah, akhir pekan ini rampung semua,” ungkap Dinia, Jum’at (5/4/2019).

Para petani yang menanam padi, jagung, singkong dan kacang-kacangan di sana biasanya hanya memanen paling banyak dua kali dalam satu tahun, itu pun bila optimal.

Namun, kata Dinia, seringnya hanya satu kali dalam setahun karena saat musim kemarau atau belum ada jadwal tanam, kondisi tanah di sana kering.

“Hanya mengandalkan dari air hujan. Di dekat Sumur Wakaf juga terdapat rawa. Namun kalau irigasinya mati, airnya kering,” jelas Dinia.

Adanya Sumur Wakaf diharapkan mampu meningkatkan jadwal panen petani hingga tidak kurang dari tiga kali dalam satu tahun.

Warga menyambut harapan ini dengan antusias, sehingga mereka ikut turun langsung untuk membantu pengerjaan Sumur Wakaf.

“Selama pembangunan, warga gotong-royong dari persiapan material sampai sekarang pengecatan,” ujar Dinia.

Selain itu, kata dia, warga penerima manfaat juga akan melakukan swadaya masyarakat untuk merawat sumur wakaf kedepanya.

Selama pembangunan Sumur Wakaf, menurut Dinia, proses berjalan relatif lancar. Kendala satu-satunya adalah medan yang tidak dapat diakses oleh mobil pengangkut barang.

Sehingga menyulitkan pengangkutan material ke tempat pembangunan sumur. Karena kesulitan ini, warga mesti mengangkut bahan material hingga 150 meter ke tempat pembangunan.

Menurut Dinia, gotong-royong dapat terlaksana karena warga sadar betul manfaat yang akan mereka dapatkan dengan hadirnya Sumur Wakaf.

“Warga bergotong royong supaya sumur ini bisa terbangun dengan cepat dan sesuai dengan standar Global Wakaf,” pungkas Dinia. (*)

Iklan Baris
Wooww... Undangan Pernikahan Murah Hanya Rp. 950. Telp/WA: 0857-8976-8640

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Banner Ads

- Iklan Layanan Masyarakat -


Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional