Menu

Suara Rakyat: Ketika Isi Tas Politikus Kalahkan Kapasitas

  Dibaca : 216 kali
Suara Rakyat: Ketika Isi Tas Politikus Kalahkan Kapasitas
Sekelompok Warga Kemiling yang mengisi hari libur nasional Isra Mi'raj dengan obrolan positif | Foto: Ist.

Lampung.co – Pemilihan Umum (Pemilu) 2019, baik Pilpres maupun Pileg, kondisi dilapangan semakin menghangat. Deal-dealan para peserta pemilu dengan tim sukses, calon pemilih semakin terbaca serta terlihat jelas.

Ada yang meng-closing calon pemilih dengan janji politik, tawaran program, barang bawaan, hingga (mungkin) janji nanti mendekati hari H akan ada amplop berisi lembaran hijau, biru maupun merah yang akan diberikan.

Dua paragraf diatas menjadi beberapa tema hangat yang dibahas, pengantar obrolan ringan sekelompok kecil rakyat Indonesia yang tercatat sebagai warga kecamatan Kemiling, kota Bandar Lampung, selama kurang lebih 4,5 jam di kelurahan Sumber Agung, Rabu (3/4/2019).

“Ditemani duren dan kopi asli Sumber Agung, obrolan kami melalang buana. Mulai dari fungsi partai sebagai lembaga pengkaderan, pentingnya memilih anggota dewan yang bisa bekerja dan benar-benar menjadi wakil rakyat,” kata M. Imron Rosadi, satu dari sembilan orang dalam kelompok itu.

Menariknya, kata dia, dari bincang-bincang itu mengemuka tentang ide dan konsep sistem Pembiayaan Politik dalam menghadapi Pemilu dan Pilkada tahun 2024. Masing-masing berargumentasi tentang wacana kedepan, membangun kultur dan kompetisi politik yang lebih sehat, transparan dan terpercaya.

Meskipun dari latar belakang yang berbeda-beda, lanjutnya, kita sepakat bahwa sistem pemilu dan kultur politik di Indonesia kedepan harus lebih baik. Budaya transaksional antara peserta pemilu dan pemilih kedepan harus terminimalisir, bahkan pelan-pelan berangsur hilang.

“Kita amat yakin semuanya sedang berposes, pun sadar bahwa 20 tahun ini adalah masa transisi bagi demokrasi di Indonesia. Jadi wajar saja bila saat ini pejabat publik (baik legislatif maupun eksekutif) yang terpilih lebih karena faktor banyaknya isi tas ketimbang kapasitas,” ujarnya.

Dia menambahkan, kedepan sistem politik kita harus terus berbenah. Harus ada i’tikad yang baik dari para penyelenggara Negara. Pemerintah dan Anggota DPR harus menggagas dan membahas secara serius tentang sistem pemilu yang paling baik, paling tepat, paling transparan yang diterapkan di Indonesia.

Saran, ucapnya, partai politik kedepan harus disupport lebih maksimal oleh Pemerintah. Partai politik adalah salah satu istrumen penting, wadah kadersasi calon pemimpin bangsa. Bila kita bedah, sepertinya tidak akan ada visi misi maupun platform dari seluruh partai politik yang bertentangan dengan misi memajukan Negara Republik Indonesia.

Menurut Imron, dari perbincangan itu, salah satu support kongkrit yang bisa dimaksimalkan Negara kepada partai politik, dalam upaya membangun kultur politik yang lebih baik adalah dengan memberikan Pembiayaan politik yang maksimal namun dibatasi.

“Selain itu, penting juga membuat regulasi sistem pembiayaan politik yang terbuka, transparan tetapi mampu dipertanggung jawabkan,” tutup Imron merangkum muatan perbincangan yang mengisi hari libur nasional Isra Mi’raj tersebut. (doy)

Iklan Baris
Jasa pembuatan website untuk lembaga atau bisnis. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Banner Ads

- Iklan Layanan Masyarakat -
-Selamat Hari Raya Idul Fitri 1440 H-


Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional