Menu

Statement Provokatif Raja Juli Antoni Ditengah Kemelut PSI Hadapi Pemilu 2019

  Dibaca : 511 kali
Statement Provokatif Raja Juli Antoni Ditengah Kemelut PSI Hadapi Pemilu 2019
Raja Juli Antoni | Foto: Ist.

Lampung.co – Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI mencoret Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dan Perindo dari daftar pendukung bakal calon presiden dan wakil presiden Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin.

Komisioner KPU Hasyim Asy’ari mengatakan, kedua partai tersebut dicoret sesuai dengan amanat peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu menyebutkan pasangan calon diusulkan oleh partai politik atau gabungan partai politik yang memenuhi threshold pemilu sebelumnya.

“Yang dihitung hanya partai politik peserta pemilu 2014,” ujar Hasyim di Kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta, Jumat (10/8/2018) kemarin.

Sementara, pada hari yang sama Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Riau mengalami permasalahan, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PSI Riau Rinaldi memutuskan untuk mengundurkan diri.

Tidak hanya mengundurkan diri sebagai ketua DPW PSI Riau, Rinaldi juga menyatakan mundur dalam pendaftaran Bakal Calon Legislatif.

Hal tersebut dibenarkan Rinaldi melalui status facebook-nya, bahkan Rinaldi memposting foto surat pengunduran dirinya kepada Sekjend PSI Raja Juliantoni.

“Saya sudah kirimkan surat ke Sekjend via WA, dan akan mengirimkan surat aslinya ba’da Jumat ini (kemarin, red),” kata Rinaldi, Jum’at (10/8/2018) kemarin.

Masih soal PSI, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bengkulu Selatan (BS) menyatakan Bacaleg PSI terbanyak tidak memenuhi syarat (TMS).

KPU Bengkulu Selatan menyebutkan sejumlah 23 bakal Caleg yang dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS). Dari 23 Bacaleg tersebut enam diantaranya dari PSI yang dinyatakan TMS.

“Parpol yang Bacalegnya paling banyak dinyatakan TMS yakni PSI,” kata Ketua KPU BS, Yulian SH usai menyerahkan berkas perbaikan Bacaleg kepada perwakilan Parpol di aula sekretariat KPU BS, Kamis (9/8/2018) lalu.

Meski diselimuti oleh berbagai persoalan dalam menghadapi Pemilu 2019, partai yang baru berdiri ini tak henti-hentinya melakukan ‘serangan’ kepada lawan politiknya.

Seperti dikutip dari detik.com, Sekjen PSI Raja Juli Antoni melontarkan statement provokatif yang ditujukan kepada Ketua Umum Partai Demokrat

“Selamat Pak SBY. Gerilya beberapa minggu ini akhirnya berlabuh, meminjam istilah kader Pak SBY sendiri, jenderal kardus,” kata Sekjen PSI kepada wartawan, Jumat (10/8/2018) kemarin.

Pernyataan ini diungkapkannya sembari menyebut adanya bayar-membayar Rp 500 miliar ke PKS dan PAN untuk mengusung Sandiaga sebagai cawapres Prabowo.

Sementara PKS dan PAN membantah isu ini, bahkan Partai Demokrat (PD) resmi berkoalisi dengan Gerindra-PAN-PKS mengusung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno untuk Pilpres 2019 mendatang. (red)

Iklan Baris
Wooww... Undangan Pernikahan Murah Hanya Rp. 950. Telp/WA: 0857-8976-8640

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Banner Ads

- Iklan Layanan Masyarakat -


Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional