Menu

Soal Polemik Susu Kental Manis, Ini Kata BBPOM Bandar Lampung

  Dibaca : 122 kali
Soal Polemik Susu Kental Manis, Ini Kata BBPOM Bandar Lampung
Kepala BBPOM Bandar Lampung Syamsuliani menyikapi polemik penggunaan susu kental manis (SKM) | Foto: Yoga Pratama/Lampung.co

Lampung.co – Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Bandar Lampung Syamsuliani menyikapi polemik penggunaan susu kental manis (SKM).

Hal tersebut dipaparkannya dalam sosialisasi cerdas memilih pangan anak dan bijak menggunakan susu kental manis yang diselenggarakan PP Muslimat NU Lampung, Kamis (29/11/2018).

Dijelaskannya, saat ini peredaran produk susu di pasaran beraneka ragam. Termasuk susu kental manis.

“Jadi (SKM) ini salah satu dari sekian banyak jenis produk susu olahan,” terangnya di Gedung SKB Jl. Cut Mutia, Telukbetung, Bandar Lampung.

Menurutnya, susu kental adalah cara penghilangan air susu segar sehingga produknya jadi susu kental. Selain itu dipadukan dengan gula.

Karena fungsi gula di dalam susu kental manis, dijelaskannya, sebagai cita rasa dan pengawet makan agar lebih tahan lama dari pada susu cair lainnya.

Namun, yang harus dipertahankan susu kental manis adalah peraturan dalam menghitung menghitung kadar lemak susunya. “Jadi harus dipertahankan tidak boleh dilanggar,” imbuhnya.

Kalau dibedah peraturannya, tegasnya, susu kental manis bukan susu. menurutnya susu kental manis itu produk olahan berbahan susu dengan campuran bahan lainnya.

“Maka susu kental manis hanya sebagai pelengkap sajian. Jadi susu kental manis bukan pengganti pemenuhan gizi, apalagi untuk bayi, balita dan anak anak,” terangnnya.

Oleh karena itu, menurutnya, saat ini ketentuan label dan iklan susu kental manis pun kini sudah diatur agar tidak menyesatkan masyarakat.

Dia menegaskan, dalam label susu kental manis tidak boleh menampilkan anak dalam bentuk gambar apapun. Jadi tidak boleh menampilkan anak usia dibawah 5 tahun.

Termasuk juga visualisasi gambar juga tidak boleh sebagai penambah dan pelengkap gizi. Jadi, kata dia, tidak boleh ada gambar yang mengkonotasikan susu.

“Bahkan gambar sapi sekarang sedang dievaluasi sebagai visualisasi iklan. Jadi sebenarnya permasalahan susu kental manis intinya adalah kepada kita membaca label, dan mengerti memahami isi label,” tambahnya.

Syamsuliani juga memberikan tipsnya saat masyarakat ingin membeli susu kental manis. Adapun caranya adalah dengan periksa kemasan, periksa label, periksa izin edar dan periksa kadaluwarsa. (goy)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!
- Advertisement -


Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional