Soal Penyebar Hoaks, PBNU: Boleh Diusir dari NKRI

Rodi Ediyansyah

Lampung.co – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) berharap agar Pemilu 2019 tidak menimbulkan perpecahan bangsa yang salah satunya akibat dari isu hoaks.

Oleh karenanya, PBNU pun memperbolehkan para penyebar berita bohong atau hoaks untuk diusir dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Demikian ungkapan Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Robikin Emhas di Kota Malang, Sabtu (12/1/2019) kemarin.

Robikin meminta, suasana Pemilihan Presiden (Pilpres) tidak berdampak pada kerukunan sesama warga negara.

Menurutnya, Pilpres 2019 harus digelar warga negaranya secara menyenangkan, tanpa keributan yang melukai masing-masing pihak.

“Jangan sampai keutuhan kita sebagai negara, pecah gara-gara hanya adanya pemilu lima tahunan. Pesta demokrasi mari kita gelar dalam suasananya yang enjoy, kita buat yang hampa,” kata dia.

Robikin meyakini warga NU sudah paham bahwa hoaks dan fitnah sebagai sesuatu yang dilarang. Islam sudah tegas melarang, bahkan diajarkan sejak zaman nabi-Nabi terdahulu.

“Warga NU sudah paham, kalau itu harus kita hindarkan. Yang paling penting, saya perlu tegaskan, hoaks dan lain macamnya itu jelas dilarang,” ujarnya dilansir liputan6.com.

Artinya 1.500 tahun lalu, lanjutnya, Tuhan sudah mengingatkan jauhi hoaks. Dosa besar dan kalau itu membuat kerusakan sedemikian rupa, dalam tata kehidupan masyarakat.

“Dia boleh diusir dari negara itu. Itu Islam,” tegasnya. (*)

Rodi Ediyansyah

Rodi Ediyansyah merupakan salah satu editor media online Lampung.co yang bertugas mencari, menyunting dan menerbitkan naskah berita atau artikel dari penulis. Kontak rhodoy@lampung.co

Related Post

Leave a Comment

Ads - Before Footer