Menu

Seorang Remaja Pringsewu Melahirkan di Pinggir Jalan, Ini Kronologis Kehamilannya

  Dibaca : 8157 kali
Seorang Remaja Pringsewu Melahirkan di Pinggir Jalan, Ini Kronologis Kehamilannya
Bayi RI sedang dalam perawatan medis | Foto: Ist.

Lampung.co – Seorang remaja berusia 18 tahun melahirkan di pinggir jalan di Pringsewu, Lampung pada Minggu (7/4/2019) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB.

Dalam proses persalinan bayi dengan berat 2,8 kilogram dan panjang 45 centimeter itu, wanita berinisial RI ini hanya dibantu seorang temannya yang ia mintakan pertolongan.

Peristiwa tersebut bermula saat remaja ini merasa mulas pada Sabtu (6/4/2019) malam. Ia lalu meminta seorang temannya menjemput dirinya di rumah di Kecamatan Pardasuka.

Keduanya lalu berkendara menggunakan sepeda motor menuju Kecamatan Pringsewu. Karena merasa bingung dengan kondisi RI yang akan melahirkan, keduanya hanya berputar-putar.

Kedua remaja tersebut tambah bingung setelah bayi keluar dari perut ibunya. Bahkan, RI memotong tali pusar anaknya menggunakan gunting kuku.

“Saya potong sendiri (ari-ari bayinya) pakai gunting kuku, dari teman saya itu,” kata RI dikutip dari Tribun Lampung, Minggu (7/4/2019).

Setelah melahirkan, kedua remaja itu kembali berkendara menggunakan sepeda motor. Sementara, ari-ari bayi ditinggalkan di lokasi persalinan.

Mereka memutuskan menuju rumah teman RI lainnya di Kecamatan Pagelaran. Di tengah jalan, tepatnya di Kecamatan Ambarawa, mereka beristirahat sejenak.

Di lokasi tempat mereka beristirahat, ada warga yang mengetahui peristiwa yang dialami kedua remaja itu. Ia pun menyarankan RI untuk beristirahat di rumahnya.

Selanjutnya, bayi RI dibawa ke Puskesmas Kecamatan Ambarawa, pada Minggu (7/4/2019) pukul 09.30 WIB dan disusul ibunya 30 menit kemudian.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Ambarawa, Agung Wicaksono mengatakan, kondisi bayi RI sehat.

Agung menceritakan, bayi RI dibawa ke puskesmas setelah bidan desa Puskesmas Ambarawa mendapat telepon dari warga Sumber Agung.

“(Bayi) masih kami observasi 1×24 jam,” kata Agung.

Saat ditemui di Puskesmas, RI menceritakan bahwa selama ini, keluarganya tidak mengetahui akan kehamilannya.

Dia merupakan gadis putus sekolah yang tidak tamat sekolah dasar. RI hanya tinggal dengan ayahnya yang bekerja sebagai sopir dalam setahun terakhir, setelah ibunya meninggal pada 2018.

RI yang hanya tinggal di rumah, lebih banyak mempunyai waktu luang. Ia kemudian berkenalan dengan seorang pria melalui Facebook.

Dirinya menyebut bertemu pria tersebut dua kali. Saat bertemu tersebut, ia mengaku melakukan hubungan badan dengan kenalannya itu.

Saat hamil, kenalannya tersebut langsung memutuskan hubungan pertemanan mereka di Facebook.

Saat ini, RI masih terbaring di Puskesmas Ambarawa dengan ditemani saudarinya. (*)

Iklan Baris
Jasa pembuatan website untuk lembaga atau bisnis. Telp/WA: 0811-790-1188

Info Kemanusiaan:
Baca berita kemanusiaan terbaru dan terlengkap, Klik disini

Tingkatkan penjualan bisnis anda dengan beriklan disini. Hubungi 0811 790 1188
Tags
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Banner Ads

- Iklan Layanan Masyarakat -
-Selamat Hari Raya Idul Fitri 1440 H-


Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional