Menu

Selat Sunda Masih Berpotensi Tsunami, BMKG: Zona Bahaya Radius 500 Meter dari Pantai

  Dibaca : 217 kali
Selat Sunda Masih Berpotensi Tsunami, BMKG: Zona Bahaya Radius 500 Meter dari Pantai
Potensi Tsunami di Selat Sunda | Foto: Ist.

Lampung.co – Gelombang tsunami Selat Sunda yang melanda pesisir pantai Banten dan Lampung pada tanggal 22 Desember 2018 lalu masih meninggalkan duka yang mendalam.

Total korban meninggal akibat tsunami Selat Sunda sebanyak 351 orang di Kabupaten Pandeglang dan 118 orang di Kabupaten Lampung Selatan.

Bahkan untuk Lampung Selatan sendiri masa tanggap darurat belum usai setelah BNPB memperpanjang hingga hingga 19/1/2019 mendatang.

Kemudian Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi masih ada potensi tsunami kembali terjadi di Selat Sunda.

Sedikitnya terdapat tiga sumber tsunami di Selat Sunda, yakni Kompleks Gunung Anak Krakatau, Zona Graben, dan Zona Megathrust.

Demikian disebutkan Deputi Bidang Geofisika BMKG, Muhamad Sadly dalam keterangan tertulisnya yang diterima, Sabtu (12/1/2019).

Sadly menjelaskan, Kompleks Gunung Anak Krakatau terdiri dari Gunung Anak Krakatau, Pulau Sertung, Pulau Rakata dan Pulau Panjang.

“Gunung serta ketiga pulau tersebut tersusun dari batuan yang retak-retak secara sistemik akibat aktivitas vulkano-tektonik,” kata dia.

Akibatnya, kompleks tersebut rentan mengalami runtuhan lereng batuan atau longsor ke dalam laut. Hal itu akan berpotensi memicu tsunami.

Begitu juga dengan Zona Graben yang berada di sebelah Barat-Barat Daya kompleks Gunung Anak Krakatau.

“Wilayah tersebut juga merupakan zona batuan rentan runtuhan lereng batuan (longsor) dan berpotensi memicu gelombang tsunami,” jelasnya.

Sementara itu Zona Megathrust termasuk pula dalam wilayah yang berpotensi membangkitkan patahan naik pemicu tsunami.

Atas dasar itulah, kata dia, hingga saat ini BMKG tetap memantau perkembangan kegempaan dan fluktuasi muka air laut di Selat Sunda.

“BMKG mengimbau masyarakat untuk mewaspadai zona bahaya dengan radius 500 meter dari bibir pantai yang elevasi ketinggiannya kurang dari lima meter,” ujar Sadly. (*)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!
- Advertisement -


Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional